• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Battlefield 5 di 2025: Perang Spektakuler yang Mulai Redup
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Battlefield 5
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Battlefield 5 di 2025: Perang Spektakuler yang Mulai Redup
Review GameReview

Review Battlefield 5 di 2025: Perang Spektakuler yang Mulai Redup

Perang Dunia II sinematik dengan visual memukau, tapi daya tarik jangka panjangnya tidak sekuat awal perilisannya.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
6 Min Baca
SHARE
Battlefield 5
7.4 FPS WWII keren, tapi tak sepenuhnya awet
Review Overview

Saat pertama kali dirilis, Battlefield 5 sempat memicu banyak perdebatan. Mengangkat tema Perang Dunia II dengan sentuhan sinematik serta didukung teknologi grafis terbaru, EA DICE jelas berambisi menghadirkan pengalaman perang yang bukan hanya imersif, tetapi juga emosional dan sarat aksi. Namun, seberapa berhasil semua elemen tersebut diramu menjadi satu paket yang solid? Berikut ulasan lengkapnya.

Contents
Review Battlefield 5 Versi NarasiGameplay Battlefield SeriesKampanye Penuh Aksi, Tapi Terlalu HeroikMekanisme Tempur dan Pergerakan yang Lebih DinamisMode Multiplayer: Seru Tapi Tidak Tahan LamaVisual Fantastik dan Ray Tracing Generasi AwalAudio: Menyatu dengan Aksi PerangHarga dan Nilai Pembelian Saat IniKesimpulan: Layak Tapi Tidak Bertahan Lama

Review Battlefield 5 Versi Narasi

Versi ulasan dalam bentuk narasi video dapat Anda temukan di bawah ini. Pembahasannya cukup mendalam, meskipun tidak sedetail artikel tertulis di halaman ini. Video disajikan dalam bahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunjungi channel tersebut.

Gameplay Battlefield Series

Kampanye Penuh Aksi, Tapi Terlalu Heroik

Mode kampanye Battlefield 5 menghadirkan sejumlah “War Stories” yang berupaya menampilkan beragam sudut pandang dalam Perang Dunia II. Salah satu kisah yang paling menonjol adalah “The Last Tiger,” yang menempatkan pemain di dalam kokpit tank Tiger dari perspektif pasukan Jerman—sebuah sudut pandang yang jarang dieksplorasi dalam game sejenis. Cerita ini terasa lebih manusiawi dan penuh refleksi, sekaligus memberikan pendalaman karakter yang kuat dan bermakna.

Namun, secara keseluruhan, campaign-nya terasa terlalu dibumbui heroisme yang tidak realistis. Beberapa misi menggambarkan karakter utama yang mampu menghancurkan satu pasukan musuh seorang diri, menurunkan tingkat kredibilitas narasi. Secara pribadi, campaign ini terasa lebih seperti pertunjukan teknologi grafis ketimbang kisah yang benar-benar membumi. Meski begitu, pacing atau ritme ceritanya cukup baik dan emosional.

Mekanisme Tempur dan Pergerakan yang Lebih Dinamis

Salah satu aspek paling memuaskan dari Battlefield 5 adalah sistem combat-nya. Pergerakan karakter—mulai dari berlari, tiarap, merayap mundur, hingga naik turun kendaraan—terasa mulus dan realistis. Setiap animasi dieksekusi dengan sangat baik dan responsif, sehingga keseluruhan pengalaman bermain terasa dinamis dan imersif.

Tidak ada senjata atau kelas yang benar-benar menjadi favorit mutlak, karena semuanya bergantung pada situasi di medan perang. Justru fleksibilitas inilah yang menjadi kekuatan utama Battlefield—memberikan kebebasan bagi pemain untuk terus beradaptasi dengan kondisi yang selalu berubah.

Mode Multiplayer: Seru Tapi Tidak Tahan Lama

Multiplayer selalu menjadi daya tarik utama seri Battlefield, dan Battlefield V berhasil mempertahankan kekuatan tersebut. Mode seperti Breakthrough dan Operations kembali hadir dan tetap menawarkan pengalaman bermain yang seru dan menegangkan.Namun, salah satu kelemahan terbesar terletak pada keterbatasan jumlah peta yang tersedia. Dalam jangka panjang, rotasi peta yang monoton membuat banyak pemain merasa jenuh dan mengurangi daya tarik permainan seiring waktu.

Fitur kosmetik untuk karakter, seperti pakaian dan aksesori, memang memberikan opsi kustomisasi dan tidak berdampak langsung pada gameplay. Namun, sistem keseimbangan antar senjata kerap menuai kritik, terutama karena beberapa senjata terasa jauh lebih kuat dibandingkan yang lain. Meski begitu, hal ini masih dapat dimaklumi, mengingat tema permainan yang merefleksikan periode ketika banyak senjata memang belum seimbang dari segi kekuatan dan efektivitas.

Visual Fantastik dan Ray Tracing Generasi Awal

Tak dapat dipungkiri, Battlefield 5 merupakan game dengan kualitas visual yang luar biasa. Sebagai salah satu judul pertama yang mengimplementasikan teknologi ray tracing, permainan ini menyajikan tampilan grafis yang benar-benar memukau. Efek ledakan, pencahayaan, hingga detail lingkungan terlihat begitu hidup dan realistis, menghadirkan pengalaman bermain yang sangat imersif.

Bahkan dengan spesifikasi perangkat yang tinggi, beberapa area masih mampu membebani sistem karena padatnya efek visual yang ditampilkan. Meski begitu, game ini tetap stabil secara teknis, dengan framerate dan kinerja yang konsisten baik dalam mode campaign maupun multiplayer di kondisi tertentu.

Audio: Menyatu dengan Aksi Perang

Sisi audio Battlefield 5 tetap memuaskan. Soundtrack-nya masih mempertahankan elemen khas seri Battlefield, namun kini terasa lebih enerjik dan menghentak dibandingkan Battlefield 1 yang cenderung bernuansa lebih tenang. Efek suara tembakan, deru tank, ledakan, hingga ambience medan perang terasa sangat kuat dan detail, sehingga mampu memperkuat rasa imersi sepanjang permainan.

Sayangnya, tidak terdapat tema musik patriotik khas pada menu utama seperti pada seri sebelumnya. Meski demikian, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kualitas keseluruhan aspek audio.

Harga dan Nilai Pembelian Saat Ini

Saat pertama kali dirilis, Battlefield 5 dibanderol sekitar Rp750.000. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, harga tersebut memang bisa terasa cukup berat bagi sebagian pemain. Namun, jika menilik nilai produksinya, kualitas teknologi grafis, serta pengalaman gameplay yang ditawarkan, game ini tetap layak untuk dicoba—terutama ketika sedang berada dalam periode diskon.

Saat ini di tahun 2025, harga terbaik untuk Battlefield 5 umumnya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000. Dengan banderol tersebut, game ini menjadi pilihan yang sangat menarik bagi siapa pun yang belum sempat mencobanya.

Kesimpulan: Layak Tapi Tidak Bertahan Lama

Battlefield 5 adalah game yang mengesankan dari sisi teknis maupun visual. Namun, di balik presentasi grafis dan performanya yang solid, game ini terasa kurang matang dalam hal kelengkapan dan keberlanjutan konten. Jumlah peta yang terbatas, absennya DLC besar sebagai konsekuensi dari janji “tanpa season pass”, serta minimnya ekspansi konten jangka panjang membuat daya tarik game ini cepat memudar.

Untuk pemain baru, Battlefield 5 tetap sangat layak direkomendasikan sebagai pintu masuk ke dunia game tembak-menembak bergaya semi-arkade. Namun, bagi pemain lama atau mereka yang menginginkan pengalaman perang yang lebih dalam dan bervariasi, game ini mungkin hanya menarik untuk ditamatkan sekali saja.

Battlefield 5 adalah contoh sempurna dari sebuah game dengan potensi besar yang tidak pernah dimanfaatkan sepenuhnya—sebuah mahakarya visual yang layu sebelum sempat benar-benar berkembang.

Battlefield 5
Review Overview
FPS WWII keren, tapi tak sepenuhnya awet 7.4
Gameplay Campaign 7
Gameplay Multiplayer 7
Cerita 4
Audio 9
Musik 9
Visual 9
Performa 7
Bagus Grafis dan efek ledakan sangat impresif, termasuk ray tracing generasi awal. Animasi gerak dan gunplay terasa halus dan responsif. War Stories seperti The Last Tiger menawarkan sudut pandang unik dan cukup emosional. Audio perang kuat dan imersif: tembakan, tank, dan ambience medan tempur terdengar mantap.
Tidak Bagus Campaign cenderung terlalu heroik dan kurang meyakinkan secara cerita. Pilihan peta multiplayer terbatas, cepat terasa repetitif. Konten jangka panjang kurang, dukungan pasca-rilis tidak maksimal. Di 2025 lebih layak dibeli saat diskon, bukan di harga penuh.
Ringkasan
Battlefield 5 masih layak dicoba di 2025 untuk menikmati grafis spektakuler dan gunplay yang enak, terutama saat kamu mendapatkannya dengan harga diskon. Namun, keterbatasan peta, konten jangka panjang yang kurang, dan campaign yang tidak terlalu kuat membuat game ini lebih cocok jadi ajang nostalgia singkat, bukan shooter utama untuk dimainkan terus-menerus.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Hostinger Business Web Hosting Berdasarkan Pengalaman Pribadi Sejak 2018
Review Atomfall: Survival Misteri di Negeri Telepon Gelap
Review Crystal of Atlan (PC) — Action RPG Anime yang Solid, Tapi Terasa Grindy
Review Stumble Guys PC – Seru, Ramai, Tapi Terasa Port Mobile
Review Ace Combat 7: Skies Unknown — Dogfight Menegangkan, Cerita Biasa, Campaign Tetap
TOPIK:Battlefield 5PCPlaystation 4Xbox One
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?