• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Egging On (PC) – Game Sederhana yang Menguji Kesabaran, Ego, dan Emosi
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Egging On
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Egging On (PC) – Game Sederhana yang Menguji Kesabaran, Ego, dan Emosi
ReviewReview Game

Review Egging On (PC) – Game Sederhana yang Menguji Kesabaran, Ego, dan Emosi

Sederhana di luar, brutal di dalam — pengalaman satu jam yang benar-benar menguji emosi.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:42 PM
Anggara Prima Nanda
Share
10 Min Baca
SHARE
Egging On
8.8 Sederhana di luar, brutal di dalam
Review Overview

Ada game yang dari tampilannya terlihat ringan, bahkan seperti permainan santai untuk anak-anak. Warna cerah, model kartun 3D, dan konsep yang terdengar sederhana sering kali memberi kesan bahwa game tersebut aman dimainkan siapa saja. Namun ada juga game yang sengaja memanfaatkan kesan itu untuk menipu ekspektasi pemain. Egging On adalah salah satu contoh paling ekstrem dari pendekatan tersebut.

Contents
Review Egging On Versi NarasiGameplay Egging OnKonsep Gameplay: Sangat Mudah Dijelaskan, Sangat Sulit DijalaninKontrol: Responsif, tapi Tidak Pernah RamahKesulitan: Adil, Kejam, dan Tidak Pernah MemanjakanCheckpoint sebagai Penentu PengalamanDesain Level: Tidak Kreatif, tapi Efektif MenyiksaIdentitas sebagai Rage GameVisual: Kartun yang Menipu EkspektasiAudio: Sederhana, tapi MenghantuiPerforma Teknis: Tidak Memberi Alasan untuk Menyalahkan SistemHarga dan Value: Sangat Bergantung pada Tipe PemainUntuk Siapa Game Ini Dibuat?Kesimpulan

Aku memainkan game ini di PC selama kurang lebih satu jam. Dalam waktu tersebut, aku berhasil melewati level pertama, dan walaupun terdengar singkat, pengalaman itu sudah cukup untuk memahami arah desain game ini secara menyeluruh. Bukan karena kontennya dangkal, tetapi karena sejak menit-menit awal, game ini sudah menunjukkan identitasnya dengan sangat jelas: ini adalah permainan yang dirancang untuk membuat pemain jatuh, gagal, dan diuji secara mental.

Review ini bukan tentang seberapa jauh aku melaju, melainkan tentang apa yang dirasakan saat memainkan game ini sesuai dengan niat desainnya. Dan dari pengalaman itu, satu hal langsung terasa: game ini tidak mencoba menyenangkan semua orang.

Review Egging On Versi Narasi

Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses video tersebut.

Gameplay Egging On

Konsep Gameplay: Sangat Mudah Dijelaskan, Sangat Sulit Dijalanin

Secara konsep, Egging On bisa dijelaskan hanya dalam satu kalimat:
kamu mengontrol sebuah telur dan berusaha naik ke atas melewati berbagai rintangan.

Tidak ada cerita, tidak ada dialog, tidak ada sistem kompleks yang perlu dipelajari. Semua pemain langsung dilempar ke inti permainan tanpa banyak penjelasan. Justru di situlah letak jebakannya. Kesederhanaan konsep ini membuat banyak orang mengira gameplay-nya juga sederhana. Padahal kenyataannya jauh berbeda.

Begitu kontrol diambil alih, kamu langsung sadar bahwa game ini bukan soal kecepatan, melainkan soal kontrol diri. Setiap gerakan harus dilakukan dengan penuh pertimbangan. Gerakan yang terlihat aman bisa berujung petaka jika dilakukan dengan sudut yang sedikit salah.

Kontrol: Responsif, tapi Tidak Pernah Ramah

Salah satu hal yang penting untuk ditegaskan adalah bahwa kontrol di Egging On bekerja dengan baik. Input terasa responsif, dan tidak ada kesan delay atau ketidaksesuaian antara perintah dan aksi di layar. Ini penting, karena game seperti ini akan langsung terasa tidak adil jika kontrolnya bermasalah.

Namun, responsif di sini tidak berarti nyaman. Justru sebaliknya. Kontrol yang presisi dipadukan dengan fisika yang licin dan unforgiving. Telur yang kamu kendalikan mudah kehilangan keseimbangan, dan sedikit kesalahan posisi bisa membuat semuanya berantakan.

Di sinilah muncul konflik utama dalam pengalaman bermain:
kamu tahu apa yang harus dilakukan, kamu tahu kesalahannya ada di tanganmu, tapi tetap saja rasanya menyakitkan ketika harus mengulang lagi.

Banyak momen kegagalan terasa benar-benar sebagai akibat dari keserakahan pemain sendiri. Terlalu terburu-buru ingin naik, terlalu agresif ingin langsung melewati rintangan, atau terlalu yakin bahwa satu gerakan tambahan tidak akan berdampak besar. Hampir selalu, pikiran yang muncul setelah jatuh adalah:

“Harusnya tadi pelan-pelan.”

Kesulitan: Adil, Kejam, dan Tidak Pernah Memanjakan

Tingkat kesulitan Egging On bisa dirangkum dalam dua kata: adil tapi kejam.

Game ini jarang sekali terasa curang. Tidak ada momen di mana aku merasa dijatuhkan oleh sistem yang rusak atau mekanik yang tidak jelas. Sebaliknya, hampir setiap kegagalan terasa masuk akal. Masalahnya, hukuman atas kegagalan itu sangat berat.

Kesalahan kecil tidak dibalas dengan kehilangan sedikit progres, tetapi sering kali dengan keharusan untuk mengulang dari titik yang jauh. Hal ini membuat setiap keputusan terasa penting, dan setiap kesalahan terasa menyakitkan.

Checkpoint sebagai Penentu Pengalaman

Pengalaman bermain sangat dipengaruhi oleh mode yang dipilih.

  • Saat ada checkpoint, game masih terasa kejam, tapi ada rasa progres. Jatuh memang bikin kesal, tapi masih ada motivasi untuk mencoba lagi.
  • Tanpa checkpoint, game berubah menjadi ujian kesabaran murni. Satu kesalahan bisa menghapus seluruh usaha sebelumnya, dan di titik inilah game bisa berubah dari menantang menjadi melelahkan.

Dalam mode tanpa checkpoint, rasa frustrasi bisa dengan cepat mengalahkan rasa penasaran. Bagi sebagian pemain, ini adalah inti kesenangan. Bagi yang lain, ini adalah titik menyerah.

Desain Level: Tidak Kreatif, tapi Efektif Menyiksa

Desain level di Egging On sulit disebut kreatif dalam arti tradisional. Tidak ada gimmick cerdas atau ide visual yang membuat pemain kagum. Namun, level-levelnya efektif dalam satu hal: menyulitkan pemain.

Sejak awal, rintangan dirancang untuk membuat pemain merasa tidak aman. Tidak ada area yang benar-benar nyaman. Bahkan saat berhasil berdiri di posisi yang terlihat stabil, selalu ada kemungkinan tergelincir akibat satu gerakan kecil yang kurang presisi.

Level pertama saja sudah cukup untuk menunjukkan filosofi desain ini. Game tidak mencoba membangun kesulitan secara perlahan. Ia langsung memperlihatkan bahwa rasa frustrasi adalah bagian inti dari pengalaman bermain.

Identitas sebagai Rage Game

Tidak ada keraguan bahwa Egging On adalah rage game. Dan lebih dari itu, ini adalah rage game yang tidak setengah-setengah. Ia tidak mencoba menyeimbangkan frustrasi dengan humor atau hiburan ringan. Ia berdiri tegak sebagai game yang menuntut ketahanan mental.

Secara pribadi, aku melihat game ini sebagai rage game yang terlalu menyiksa, walaupun penilaian ini tentu subjektif. Ada pemain yang menikmati rasa marah itu, menikmati adrenalin saat hampir berhasil, dan merasakan kepuasan luar biasa ketika akhirnya melewati rintangan yang sebelumnya terasa mustahil.

Namun bagiku, pengalaman tersebut tidak sebanding dengan tekanan emosional yang ditimbulkan. Aku mencari game yang fun, bukan game yang membuatku harus menahan emosi. Itu sebabnya aku sempat berpikir untuk berhenti dan tidak melanjutkan permainan lebih jauh.

Visual: Kartun yang Menipu Ekspektasi

Secara visual, Egging On menggunakan gaya kartun 3D yang sederhana dan bersih. Tampilannya mengingatkan pada animasi anak-anak, dengan warna cerah dan bentuk yang mudah dikenali. Dari luar, game ini terlihat ramah dan tidak mengintimidasi.

Justru di situlah letak ironi terbesarnya. Visual yang terlihat polos ini bertolak belakang dengan gameplay yang keras. Kontras ini membuat pengalaman bermain terasa lebih kejam, karena ekspektasi awal yang terlalu rendah.

Namun dari sisi fungsional, visual game ini bekerja dengan baik. Rintangan mudah dibaca, jarak antar objek jelas, dan pemain jarang gagal karena tidak memahami lingkungan. Jika jatuh, hampir selalu karena kesalahan kontrol, bukan karena visual yang membingungkan.

Audio: Sederhana, tapi Menghantui

Dari sisi audio, tidak banyak yang menonjol. Musik dan efek suara tergolong biasa dan tidak mencuri perhatian. Tidak ada soundtrack yang melekat di kepala atau efek suara yang terasa istimewa.

Namun ada satu suara yang pasti akan diingat pemain: suara telur pecah.

Suara ini bukan hanya efek audio, tapi simbol kegagalan. Setiap kali terdengar, ia menandai berakhirnya satu usaha dan dimulainya rasa frustrasi baru. Karena kegagalan sering terjadi, suara ini menjadi elemen emosional paling kuat dalam game, walaupun secara teknis sederhana.

Performa Teknis: Tidak Memberi Alasan untuk Menyalahkan Sistem

Dari sisi teknis, Egging On berjalan lancar dan stabil di PC. Selama bermain, aku tidak menemukan crash, glitch, atau bug yang memengaruhi gameplay. Yang terpenting, tidak pernah ada momen jatuh karena kesalahan teknis.

Hal ini justru memperkuat identitas game. Karena tidak ada gangguan teknis, pemain tidak punya kambing hitam lain selain dirinya sendiri. Setiap kegagalan terasa murni sebagai hasil dari keputusan dan eksekusi yang kurang tepat.

Harga dan Value: Sangat Bergantung pada Tipe Pemain

Dengan harga sekitar Rp130.999 di Steam dan lebih tinggi di platform lain, Egging On berada di posisi yang cukup sensitif. Menurutku, harga di kisaran Rp100.000 atau kebawah akan terasa lebih ideal.

Nilai game ini tidak bisa diukur dari durasi atau variasi konten, melainkan dari seberapa besar pemain menikmati tantangan ekstrem. Untuk pemain yang menyukai rage game, harga ini mungkin terasa sepadan. Untuk pemain kasual, melewatkannya adalah pilihan yang masuk akal.

Untuk Siapa Game Ini Dibuat?

Egging On jelas ditujukan untuk pemain yang:

  • Menyukai tantangan keras
  • Menikmati rasa frustrasi sebagai bagian dari hiburan
  • Ingin menguji kesabaran dan ketahanan mental

Sebaliknya, game ini kurang cocok untuk pemain yang:

  • Mencari kesenangan santai
  • Mudah frustrasi
  • Ingin progres cepat dan konsisten

Secara pribadi, aku sampai pada kesimpulan bahwa game ini bukan untukku, dan itu bukan kekurangan. Ini hanya soal kecocokan.

Kesimpulan

Egging On adalah game yang terlihat sederhana, tetapi gameplay-nya penuh tekanan dan emosi. Di balik visual kartun 3D yang polos, tersembunyi rage game yang kejam, adil, dan tanpa kompromi.

Kontrolnya responsif, desain levelnya menyebalkan sejak awal, dan sistem tanpa checkpoint di mode tertentu bisa terasa sangat melelahkan. Namun semua kesulitan itu terasa fair. Jika gagal, hampir selalu karena kesalahan sendiri.

Aku merekomendasikan game ini dengan catatan besar: ini adalah permainan yang sangat sulit dan emosional. Untuk pemain yang haus tantangan, ini bisa menjadi pengalaman yang memuaskan. Tapi untuk pemain yang mencari kesenangan, melewatkannya adalah keputusan yang sepenuhnya masuk akal.

Egging On
Review Overview
Sederhana di luar, brutal di dalam 8.8
Gameplay 10
Visual 10
Audio 7
Musik 7
Performa 10
Bagus Konsep langsung to the point: kontrol telur yang fokus pada skill dan presisi. Kontrol responsif sehingga kegagalan terasa fair (bukan karena bug). Visual kartun 3D sederhana yang membuat rintangan mudah terbaca. Performa stabil di PC; tidak ada crash atau glitch besar selama sesi. Rasa pencapaian besar ketika berhasil melewati rintangan sulit (bagi yang suka tantangan).
Tidak Bagus Tingkat kesulitan sangat tinggi; pendekatan tanpa checkpoint bisa membuat frustrasi. Desain level cenderung menyiksa sejak awal — tidak cocok untuk pemain kasual. Pengulangan dari awal (di mode tanpa checkpoint) berpotensi mematahkan semangat. Audio dan soundtrack relatif biasa; hanya efek kegagalan yang terasa menonjol. Harga saat ini relatif tinggi untuk pengalaman yang sangat spesifik (tergantung selera).
Ringkasan
Egging On menghadirkan pengalaman sederhana yang berubah menjadi ujian ketahanan. Dalam sesi satu jam di PC, terasa jelas bahwa permainan ini menuntut kontrol presisi dan kesabaran tinggi: kontrolnya responsif, visualnya jelas, namun level-levelnya didesain untuk menghukum kesalahan kecil—terutama di mode tanpa checkpoint. Untuk penggemar rage game yang haus tantangan, ini bisa jadi pengalaman memuaskan; bagi pemain kasual yang mencari hiburan santai, game ini cenderung membuat frustrasi. Harga menjadi pertimbangan tambahan bagi yang ragu.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Metro Exodus Enhanced Edition – Petualangan FPS yang Benar-Benar Tuntas
Legacy: Steel & Sorcery kini resmi bernama Eldegarde, rilis penuh Januari 2026
NAMAKORIUM Siap Rilis Early Access di Steam pada 30 Januari, Hadirkan Co-op RTS Bawah Laut
Review Battlefield 5 di 2025: Perang Spektakuler yang Mulai Redup
Review DOOM: The Dark Ages – Brutal, Cepat, dan Sinematik
TOPIK:Egging OnPC
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?