Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius
Review Rexus Breeze B145: Unboxing dan First Impression Cooling Pad yang Ringan, Fungsional, tapi Kabelnya Jadi Masalah Utama
Review Battlefield 6 – Multiplayer Epik, Campaign Setengah Hati
Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru
Review Battlefield 4 di 2025: Masih Layak Main?
Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal
Game Bahasa Indonesia
Review Troublemaker — Game Lokal dengan Dialog Kuat, tapi Combat Terasa Lemah
Troublemaker adalah game lokal Indonesia yang aku mainkan di PC menggunakan controller,…
Review Arknights: Endfield — Game Gratis dengan Fitur Pabrik yang Jadi Daya Tarik Utama
Review Arknights: Endfield ini menurut aku menarik justru karena game-nya tidak sepenuhnya…
Review Crystal of Atlan (PC) — Action RPG Anime yang Solid, Tapi Terasa Grindy
Ada banyak game action RPG bergaya anime yang beredar di PC, terutama…
Review Point Blank 2025 – Nostalgia Warnet di Tengah P2W dan Cheater
Aku kembali lagi ke Point Blank Indonesia di tahun 2025—game yang bagi…
Spotlight
Perbedaan Radeon Driver Adrenalin dan Pro Software untuk Gaming dan Kreativitas
Mengapa Radeon Driver Penting untuk Performa GPU? Banyak pengguna kartu grafis hanya memasang driver sekali, lalu lupa memperbaruinya. Padahal, Radeon…
Perbedaan Driver NVIDIA Game Ready dan Studio untuk Gamer dan Kreator
Mengapa Driver NVIDIA Penting untuk Performa PC-mu? Banyak pengguna kartu grafis hanya menginstal driver satu kali lalu melupakannya. Padahal, Driver…
Harga RAM Naik Gila-gilaan: AI, Produsen, dan Dampaknya ke Konsumen
Fenomena harga RAM yang meningkat signifikan sejak pertengahan 2024 — dan yang terus terasa sepanjang 2025 — bukan sekadar gelombang…
Perbedaan 60Hz vs 120Hz vs 144Hz: Seberapa Besar Bedanya untuk Gaming?
Di dunia monitor gaming, angka di spesifikasi sering bikin bingung: 60Hz, 75Hz, 120Hz, 144Hz, bahkan 240Hz. Pertanyaannya sederhana tapi penting:…
Opini
Random
Ulasan Terbaru
Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri
Vidio Bermafaat
Kategori
Artikel Lainnya
Review Point Blank 2025 – Nostalgia Warnet di Tengah P2W dan Cheater
Aku kembali lagi ke Point Blank Indonesia di tahun 2025—game yang bagi banyak orang Indonesia begitu lekat dengan era warnet.…
Review Fragpunk – FPS Neon Cepat dengan Kartu Buff Chaos
Fragpunk adalah game FPS kompetitif terbaru yang berusaha keluar dari pakem dengan memadukan aksi tembak-menembak serba cepat dengan sistem kartu…
Review Cities: Skylines – Masih Layak Dimainkan di 2025?
Cities: Skylines bukan sekadar game city-building biasa. Dirilis pada 2015 dan terus mendapatkan dukungan lewat beragam ekspansi serta mod buatan…
Review DLC Metro Exodus Sam’s Story: Perjalanan Pulang di Dunia yang Rusak
Metro Exodus – Sam’s Story menurut aku adalah game permata tersembunyi, dan bisa jadi sinyal untuk seri Metro selanjutnya. DLC…
Review Roblox 2025 – Gratis, Kreatif, tapi Tergantung Developer
Aku baru pertama kali benar-benar menjajal Roblox di PC pada tahun 2025. Bukan cuma “coba sekali lalu pergi”, tapi main…
Review STAR WARS Battlefront II di Tahun 2025: Campaign Spektakuler, Multiplayer Sepi
Di atas kertas, STAR WARS Battlefront II kelihatan seperti paket lengkap: campaign sinematik, multiplayer besar-besaran, dan produksi audio-visual kelas tinggi.…
Review Egging On (PC) – Game Sederhana yang Menguji Kesabaran, Ego, dan Emosi
Ada game yang dari tampilannya terlihat ringan, bahkan seperti permainan santai untuk anak-anak. Warna cerah, model kartun 3D, dan konsep…
Review OverField (PC) – Game Chibi Santai yang Bikin Betah Eksplor dan Dandanin Karakter
OverField adalah game yang sejak awal tidak mencoba menjadi sesuatu yang besar, kompleks, atau penuh tekanan. Dari sekitar tiga jam…