Game Bahasa Indonesia

Review Black Squad 2026: FPS Gratis Ringan yang Masih Seru, tapi Mulai Kehilangan Identitasnya

Black Squad adalah salah satu game FPS gratis yang punya tempat tersendiri…

Review Alone in the Dark: Horor Suasana Berkedok Detektif Conan

Aku masuk ke Alone in the Dark dengan ekspektasi yang cukup sederhana:…

Review Troublemaker — Game Lokal dengan Dialog Kuat, tapi Combat Terasa Lemah

Troublemaker adalah game lokal Indonesia yang aku mainkan di PC menggunakan controller,…

Review Arknights: Endfield — Game Gratis dengan Fitur Pabrik yang Jadi Daya Tarik Utama

Review Arknights: Endfield ini menurut aku menarik justru karena game-nya tidak sepenuhnya…

Spotlight

Perbedaan Driver NVIDIA Game Ready dan Studio untuk Gamer dan Kreator

Mengapa Driver NVIDIA Penting untuk Performa PC-mu? Banyak pengguna kartu grafis hanya menginstal driver satu kali lalu melupakannya. Padahal, Driver…

Perbedaan 60Hz vs 120Hz vs 144Hz: Seberapa Besar Bedanya untuk Gaming?

Di dunia monitor gaming, angka di spesifikasi sering bikin bingung: 60Hz, 75Hz, 120Hz, 144Hz, bahkan 240Hz. Pertanyaannya sederhana tapi penting:…

Perbedaan Radeon Driver Adrenalin dan Pro Software untuk Gaming dan Kreativitas

Mengapa Radeon Driver Penting untuk Performa GPU? Banyak pengguna kartu grafis hanya memasang driver sekali, lalu lupa memperbaruinya. Padahal, Radeon…

Harga RAM Naik Gila-gilaan: AI, Produsen, dan Dampaknya ke Konsumen

Fenomena harga RAM yang meningkat signifikan sejak pertengahan 2024 — dan yang terus terasa sepanjang 2025 — bukan sekadar gelombang…

Vidio Bermafaat

Kategori

Artikel Lainnya

Review Delta Force Season 1 – Game Baru Yang Menjanjikan

Delta Force tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar game First-Person Shooter (FPS). Berkat kualitas grafis yang memukau dan mekanisme…

7.8 dari 10FPS gratis solid, tapi belum maksimal

Review STAR WARS Battlefront II di Tahun 2025: Campaign Spektakuler, Multiplayer Sepi

Di atas kertas, STAR WARS Battlefront II kelihatan seperti paket lengkap: campaign sinematik, multiplayer besar-besaran, dan produksi audio-visual kelas tinggi.…

7.8 dari 10Campaign sinematik, multiplayernya ditinggal.

Review Crystal of Atlan (PC) — Action RPG Anime yang Solid, Tapi Terasa Grindy

Ada banyak game action RPG bergaya anime yang beredar di PC, terutama dalam kategori free-to-play. Sebagian hadir dengan dunia luas,…

7.8 dari 10Solid, tapi terasa grindy

Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal

Ghostrunner adalah game aksi orang pertama yang intens, cepat, dan brutal. Berlatar di dunia pasca-apokaliptik bernuansa neon yang kelam, kamu…

8.4 dari 10Aksi parkour brutal, sulit tapi nagih

Review Call of Duty: WWII di 2025 – Campaign Masih Gahar, Multiplayer Tinggal Kenangan

Di tahun 2025, aku akhirnya menamatkan dan bisa review Call of Duty: WWII di PC lewat Game Pass. Walau game…

7.3 dari 10Campaign kuat, multiplayer mati

Review Mecha BREAK – Aksi Mecha Gratis Spektakuler tapi Melelahkan

Di tengah dominasi game AAA berbayar, Mecha BREAK muncul sebagai game aksi mecha gratis yang berhasil mencuri perhatian berkat visualnya…

8.4 dari 10Visual mecha mantap, progres bikin lelah

Review Ace Combat 8: Dogfight Luar Biasa, tetapi Multiplayer Masih Setengah Matang

Ada satu alasan kenapa aku suka kembali memainkan sebuah game yang sudah tamat: pengalaman kedua bisa terasa berbeda, bukan karena…

9.2 dari 10Dogfight seru, multiplayer lemah

Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius

Kalau bicara soal keyboard, kebanyakan orang langsung membayangkan keyboard untuk PC utama, setup gaming, atau meja kerja yang memang sudah…

8.8 dari 10Compact dan terasa premium.