Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius
Review Logitech G402 Hyperion Fury: Masih Enak Dipakai Setelah Bertahun-Tahun?
Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare
Review Point Blank 2025 – Nostalgia Warnet di Tengah P2W dan Cheater
Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru
Review Battlefield 2042 di 2025: Ambisi Besar yang Tersendat
Game Bahasa Indonesia
Review Palworld Versi 1.0: Seru Mengoleksi Pal, tetapi Terlalu Sunyi Saat Solo
Ada alasan mengapa aku kembali memainkan Palworld meskipun sebelumnya sudah pernah mencobanya.…
Review Black Squad 2026: FPS Gratis Ringan yang Masih Seru, tapi Mulai Kehilangan Identitasnya
Black Squad adalah salah satu game FPS gratis yang punya tempat tersendiri…
Review Alone in the Dark: Horor Suasana Berkedok Detektif Conan
Aku masuk ke Alone in the Dark dengan ekspektasi yang cukup sederhana:…
Review Troublemaker — Game Lokal dengan Dialog Kuat, tapi Combat Terasa Lemah
Troublemaker adalah game lokal Indonesia yang aku mainkan di PC menggunakan controller,…
Spotlight
Perbedaan Radeon Driver Adrenalin dan Pro Software untuk Gaming dan Kreativitas
Mengapa Radeon Driver Penting untuk Performa GPU? Banyak pengguna kartu grafis hanya memasang driver sekali, lalu lupa memperbaruinya. Padahal, Radeon…
Perbedaan Driver NVIDIA Game Ready dan Studio untuk Gamer dan Kreator
Mengapa Driver NVIDIA Penting untuk Performa PC-mu? Banyak pengguna kartu grafis hanya menginstal driver satu kali lalu melupakannya. Padahal, Driver…
Harga RAM Naik Gila-gilaan: AI, Produsen, dan Dampaknya ke Konsumen
Fenomena harga RAM yang meningkat signifikan sejak pertengahan 2024 — dan yang terus terasa sepanjang 2025 — bukan sekadar gelombang…
Perbedaan 60Hz vs 120Hz vs 144Hz: Seberapa Besar Bedanya untuk Gaming?
Di dunia monitor gaming, angka di spesifikasi sering bikin bingung: 60Hz, 75Hz, 120Hz, 144Hz, bahkan 240Hz. Pertanyaannya sederhana tapi penting:…
Opini
Random
Ulasan Terbaru
Review Sifu (PC) – Pertarungan Kung Fu Seru, Tapi Mode Easy Saja Bikin Frustrasi
Video Bermanfaat
Kategori
Artikel Lainnya
Review Roblox 2025 – Gratis, Kreatif, tapi Tergantung Developer
Aku baru pertama kali benar-benar menjajal Roblox di PC pada tahun 2025. Bukan cuma “coba sekali lalu pergi”, tapi main…
Review Project Wingman + Frontline 59: Rasa Ace Combat Versi Hardcore dengan Harga Indie
Ada satu momen di mana aku sadar bahwa game ini bukan sekadar tiruan murah. Momen itu datang bukan lewat cutscene…
Review Fragpunk – FPS Neon Cepat dengan Kartu Buff Chaos
Fragpunk adalah game FPS kompetitif terbaru yang berusaha keluar dari pakem dengan memadukan aksi tembak-menembak serba cepat dengan sistem kartu…
Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar
Setelah menyelesaikan campaign utama, mencoba DLC, hingga menjajal berbagai mode multiplayer, menurutku Sniper Elite 5 menjadi evolusi paling besar yang…
Review Sniper Elite 1 — Game Sniper Jadul yang Bikin Frustrasi
Sniper Elite 1 yang rilis tahun 2005 adalah game yang aku mainkan di PC melalui Steam, menggunakan keyboard dan mouse,…
Review Battlefield 6 – Multiplayer Epik, Campaign Setengah Hati
Battlefield 6 akhirnya datang dengan janji mengembalikan “rasa Battlefield” ke jalur yang tepat. Aku sudah main 67 jam total (sekitar…
Review Gears of War: Reloaded – Campaign Padat, Multiplayer Cuma Bonus?
Aku akhirnya menuntaskan Gears of War: Reloaded di PC. Bermain dengan keyboard dan mouse di tingkat kesulitan Casual, aku menghabiskan…
Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang
Setelah menamatkan story mode Sniper Elite 4 di PC, aku sadar bahwa seri ini sudah berkembang jauh dibanding kesan yang…