Game Bahasa Indonesia

Review Alone in the Dark: Horor Suasana Berkedok Detektif Conan

Aku masuk ke Alone in the Dark dengan ekspektasi yang cukup sederhana:…

Review Troublemaker — Game Lokal dengan Dialog Kuat, tapi Combat Terasa Lemah

Troublemaker adalah game lokal Indonesia yang aku mainkan di PC menggunakan controller,…

Review Arknights: Endfield — Game Gratis dengan Fitur Pabrik yang Jadi Daya Tarik Utama

Review Arknights: Endfield ini menurut aku menarik justru karena game-nya tidak sepenuhnya…

Review Crystal of Atlan (PC) — Action RPG Anime yang Solid, Tapi Terasa Grindy

Ada banyak game action RPG bergaya anime yang beredar di PC, terutama…

Spotlight

Harga RAM Naik Gila-gilaan: AI, Produsen, dan Dampaknya ke Konsumen

Fenomena harga RAM yang meningkat signifikan sejak pertengahan 2024 — dan yang terus terasa sepanjang 2025 — bukan sekadar gelombang…

Perbedaan Driver NVIDIA Game Ready dan Studio untuk Gamer dan Kreator

Mengapa Driver NVIDIA Penting untuk Performa PC-mu? Banyak pengguna kartu grafis hanya menginstal driver satu kali lalu melupakannya. Padahal, Driver…

Perbedaan 60Hz vs 120Hz vs 144Hz: Seberapa Besar Bedanya untuk Gaming?

Di dunia monitor gaming, angka di spesifikasi sering bikin bingung: 60Hz, 75Hz, 120Hz, 144Hz, bahkan 240Hz. Pertanyaannya sederhana tapi penting:…

Perbedaan Radeon Driver Adrenalin dan Pro Software untuk Gaming dan Kreativitas

Mengapa Radeon Driver Penting untuk Performa GPU? Banyak pengguna kartu grafis hanya memasang driver sekali, lalu lupa memperbaruinya. Padahal, Radeon…

Vidio Bermafaat

Kategori

Artikel Lainnya

Review Atomfall: Survival Misteri di Negeri Telepon Gelap

Banyak game survival berusaha memikat pemain dengan ancaman dunia pasca-bencana, tetapi Atomfall menawarkan pendekatan yang berbeda. Alih-alih langsung melemparkanmu ke…

6.4 dari 10Survival misteri dengan pacing lambat

Review Battlefield 5 di 2025: Perang Spektakuler yang Mulai Redup

Saat pertama kali dirilis, Battlefield 5 sempat memicu banyak perdebatan. Mengangkat tema Perang Dunia II dengan sentuhan sinematik serta didukung…

7.4 dari 10FPS WWII keren, tapi tak sepenuhnya awet

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

Setelah menyelesaikan campaign utama, mencoba DLC, hingga menjajal berbagai mode multiplayer, menurutku Sniper Elite 5 menjadi evolusi paling besar yang…

9.2 dari 10Stealth Makin Matang, Ending Kurang Menggigit

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

Sniper Elite V2 Remaster adalah game yang aku mainkan di PC sampai tamat, termasuk DLC dan mode Kill Tally. Setelah…

8.2 dari 10Seru kalau dibeli diskon

Review Battlefield 3 di 2025 – Masih Seru atau Sudah Usang?

Battlefield 3 (BF3) adalah salah satu game FPS yang memiliki tempat istimewa di hati para gamer era 2010-an. Dirilis pada…

6.4 dari 10Multiplayer masih seru, tapi server sepi

Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius

Kalau bicara soal keyboard, kebanyakan orang langsung membayangkan keyboard untuk PC utama, setup gaming, atau meja kerja yang memang sudah…

8.8 dari 10Compact dan terasa premium.

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

Setelah menamatkan story mode Sniper Elite 4 di PC, aku sadar bahwa seri ini sudah berkembang jauh dibanding kesan yang…

8.8 dari 10Presisi mematikan, stealth matang.

Review Metro Exodus Enhanced Edition – Petualangan FPS yang Benar-Benar Tuntas

Kalau harus dirangkum dalam satu kalimat, Metro Exodus Enhanced Edition buat aku adalah gabungan antara cerita yang kuat, petualangan survival…

8 dari 10Cerita kuat, survival nyaman, dunia terasa hidup.