• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > Review > Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius
ReviewReview Produk

Review ProtoArc XK01: Unboxing dan First Impression Keyboard Lipat yang Compact, Premium, dan Bikin Produktivitas Makin Serius

Compact, cepat tersambung, dan terasa lebih premium dari dugaanku.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 25/06/2026 7:25 PM
Anggara Prima Nanda
Share
18 Min Baca
Review Kyebaord Portable Protoarch XK01
SHARE
ProtoArc XK01
8.8 Compact dan terasa premium.
Review Overview
Beli Sekarang

Kalau bicara soal keyboard, kebanyakan orang langsung membayangkan keyboard untuk PC utama, setup gaming, atau meja kerja yang memang sudah permanen. Aku juga begitu. Karena itu, waktu membeli ProtoArc XK01, aku tidak sedang mencari pengganti keyboard PC. Keyboard utamaku untuk komputer masih baik-baik saja dan jelas belum ada alasan untuk diganti. Produk ini kubeli untuk kebutuhan yang berbeda: keyboard portable yang bisa dibawa ke mana-mana, dipakai lewat Bluetooth, dan lebih fokus ke produktivitas, terutama saat aku mengetik di HP.

Contents
Review Versi VidioKenapa Aku Memilih ProtoArc XK01?Kebutuhan Utamaku: Mengetik di HP dengan Lebih NyamanKesan Pertama Saat Paket Datang: Produk Menarik, Pengemasannya Bikin WaswasUnboxing: Begitu Dibuka, Kesannya Langsung BerubahHarga dan Kesan Value AwalDesain Fisik: Compact, Lipat Tiga, dan Langsung Terasa “Portable”Tanpa Backlight, Tanpa RGB, dan Itu Justru Cocok untukkuKoneksi dan Pengalaman Awal Saat DipakaiFungsi-fungsi Tambahan yang Ternyata MenarikHal Kecil yang Aku Suka: Ditutup Langsung MatiKesan Terbesar: PremiumKekurangan Utama: Bukan di Barangnya, Tapi di PengirimannyaKesimpulan: First Impression yang Sangat Kuat untuk Keyboard Portable Pertamaku

Itulah konteks paling penting dari artikel ini. Jadi, ini bukan review untuk orang yang mencari keyboard mekanikal penuh, bukan juga review untuk keyboard gaming RGB yang besar dan berat. Ini adalah unboxing dan first impression terhadap keyboard lipat yang kubeli karena aku memang butuh alat bantu mengetik yang lebih praktis saat tidak sedang di depan PC.

Dan jujur saja, sejak awal alasan aku membeli produk ini sangat sederhana. Aku cukup aktif mengetik di HP, termasuk untuk kebutuhan menulis novel dan hal-hal produktif lain. Dalam kondisi seperti itu, mengetik langsung di layar sentuh memang masih bisa dilakukan, tetapi tetap saja ada batasnya. Ada titik di mana keyboard fisik terasa jauh lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih serius untuk dipakai dalam sesi mengetik yang panjang. Dari situ aku mulai mencari keyboard Bluetooth yang compact, ringan, dan gampang dibawa. Akhirnya aku ketemu ProtoArc XK01.

Review Versi Vidio

Malas membaca? Ingin melihat versi videonya sekaligus produknya? Tonton video di bawah ini, atau kunjungi channel-nya di sini.

Kenapa Aku Memilih ProtoArc XK01?

Kalau ditanya alasan paling jujur, jawabannya bukan karena aku sudah lama mengincar brand ini. Justru sebaliknya, ProtoArc adalah nama yang menurutku masih cukup asing. Ini bukan merek yang terasa sangat umum terdengar di sekitarku. Bahkan sebelum membeli, aku juga tidak benar-benar tahu banyak soal brand ini.

Setelah aku cek, website mereka terlihat mengarah ke pasar luar, dengan pilihan wilayah seperti Amerika, Kanada, Jerman, Turki, dan Inggris. Jadi kesan awalku, ini memang bukan brand yang terlalu akrab di pasar Indonesia, setidaknya untukku pribadi. Tapi justru ada daya tarik tersendiri di situ. Nama ProtoArc terdengar unik, dan produk yang mereka tawarkan juga terlihat lebih fokus ke produktivitas portable.

Aku memilih model XK01 karena kebutuhan utamaku memang simpel: aku cuma butuh keyboard untuk mengetik di HP. Aku tidak sedang mencari bundle yang terlalu macam-macam. Soalnya dari yang kulihat, ProtoArc juga punya pilihan lain yang lebih mahal, ada yang dibundel dengan phone holder, ada yang satu paket dengan mouse, bahkan ada yang bentuknya lebih lengkap lagi. Tapi untuk kebutuhanku, model ini terasa paling pas karena fokusnya memang untuk mengetik dan dibawa pergi.

Kebutuhan Utamaku: Mengetik di HP dengan Lebih Nyaman

Ini poin yang menurutku sangat penting. Aku membeli keyboard ini bukan untuk gaya-gayaan, bukan juga karena setup biar terlihat keren. Aku membelinya karena memang butuh alat kerja yang lebih nyaman untuk dipakai di HP.

Kalau dipikir-pikir, mengetik lewat HP itu memang praktis, tetapi tetap punya banyak keterbatasan. Apalagi kalau yang diketik bukan sekadar chat pendek, melainkan naskah, catatan panjang, atau draft novel. Dalam kondisi seperti itu, keyboard portable jadi masuk akal sekali. Aku butuh perangkat yang:

  • bisa dilipat,
  • tidak berat,
  • tidak merepotkan saat dibawa,
  • dan tetap nyaman dipakai mengetik dalam waktu yang lumayan lama.

ProtoArc XK01 terasa menjawab kebutuhan itu dari sisi konsep. Bahkan sebelum benar-benar dicoba, ide produknya sendiri sudah terasa menarik: keyboard Bluetooth lipat yang compact dan ditujukan untuk produktivitas mobile.

Kesan Pertama Saat Paket Datang: Produk Menarik, Pengemasannya Bikin Waswas

Sebelum membahas barangnya, ada satu hal yang harus jujur aku sebut dari awal: pengemasannya kurang meyakinkan.

Aku membeli produk ini di Shopee, tepatnya di toko official ProtoArc. Tetapi saat paket datang, kesan pertamaku justru bukan langsung “wah”, melainkan khawatir. Alasannya sederhana: lapisan bubble wrap-nya terasa tipis sekali, benar-benar tipis, dan menurutku terlalu minim untuk produk elektronik seperti ini. Di paket juga tidak ada penanda fragile atau peringatan barang mudah pecah yang jelas.

Yang bikin aku makin tegang, kurir bahkan sempat menaruh paket begitu saja di dekat pagar tanpa konfirmasi yang benar-benar aman. Untung saja paketnya tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, aku jujur tidak yakin dus dan barang di dalamnya akan tetap aman sepenuhnya. Jadi sebelum bicara soal keyboard-nya, aku harus bilang dulu bahwa pengemasan dan pengirimannya adalah catatan utama dari pengalaman beliku.

Dan setelah dus utamanya kulihat, kekhawatiran itu ternyata memang ada alasannya. Bagian kotaknya terlihat bonyok di beberapa sisi. Untungnya bagian yang paling mengkhawatirkan tidak sampai rusak parah. Jadi dari sisi produk, aku masih beruntung barangnya aman. Tapi ini tetap jadi catatan penting bagi toko official ProtoArc: untuk produk seperti ini, proteksi paket seharusnya bisa dibuat lebih serius.

Jadi, kalau nanti di artikel ini aku banyak memuji barangnya, itu tidak berarti aku mengabaikan proses kirimnya. Justru menurutku pengemasan adalah satu-satunya bagian awal yang paling mengecewakan dari pengalaman membeli ProtoArc XK01.

Unboxing: Begitu Dibuka, Kesannya Langsung Berubah

Kalau pengemasan awal membuatku waswas, isi kotaknya justru memberi kesan yang hampir berlawanan. Begitu dibuka, ProtoArc XK01 langsung terasa premium. Dan aku tidak bilang ini untuk melebih-lebihkan. Untuk ukuran produk di kisaran Rp200 ribuan atau tepatnya Rp290.957 dengan kupon diskon khusus dari pihak official, kesan mewahnya memang terasa lebih tinggi dari yang kubayangkan.

ProtoArc Keyboard Portable XK01

Klik “Beli sekarang” untuk menuju toko official Protoarc di Shopee. Tautan akan mengaruh langsung ke produk XK01.

Rp513.976Beli Sekarang

Di dalam kotak, isi dan presentasinya menurutku dibuat dengan serius. Ada surat support, ada kartu atau lembar yang memberi nuansa personal, ada panduan, ada kabel Type-C charging cable, ada informasi garansi, dan semuanya terasa rapi. Bahkan ada momen di mana aku merasa pengalaman membuka produk ini seperti membuka barang yang harganya jauh lebih mahal.

Aku sampai merasa ini salah satu contoh produk yang paham bagaimana membuat first impression. Kadang ada produk yang isinya sebenarnya bagus, tetapi cara penyajiannya biasa saja. Di ProtoArc XK01, yang terasa justru sebaliknya: dari dokumen-dokumen kecil, tata letak isi kotak, sampai kabel Type-C, semuanya membuat kesan bahwa produk ini benar-benar dipersiapkan untuk memberi pengalaman unboxing yang menyenangkan.

Ada juga kartu yang menampilkan nama desainer produknya, yaitu Nigel. Buat sebagian orang, mungkin ini detail kecil yang tidak terlalu penting. Tapi buatku, justru hal-hal seperti inilah yang bikin produk terasa punya karakter. Tidak semua brand memberi sentuhan seperti itu, apalagi di produk yang relatif terjangkau.

Harga dan Kesan Value Awal

Dari yang kusebut saat unboxing, model yang kupilih ini ada di kisaran Rp200.000-an. Dan jujur saja, untuk harga seperti itu, aku tidak datang dengan ekspektasi setinggi ini. Aku sempat berpikir mungkin produk ini akan terasa biasa saja, atau minimal sekadar “ya sudah, yang penting berfungsi”.

Ternyata kesan awalnya lebih dari itu. Bahkan aku sempat merasa pengalaman unboxing-nya seperti membuka barang yang seolah-olah harganya lebih tinggi. Bukan berarti produknya jadi otomatis setara perangkat mahal, tapi dari sisi presentasi, desain, dan rasa pertama saat dibuka, nilai yang diberikannya terasa sangat kuat.

Aku tidak akan buru-buru bilang produk ini murah atau kemahalan, karena ini adalah pengalaman pertamaku dengan keyboard portable seperti ini. Jadi aku belum punya pijakan yang benar-benar kuat untuk memutuskan apakah harganya masuk kategori overprice atau justru sangat murah. Tapi dari kesan awal yang aku dapat, value awalnya terasa tinggi.

ProtoArc Keyboard Portable XK01

Desain Fisik: Compact, Lipat Tiga, dan Langsung Terasa “Portable”

Dari sisi bentuk, ProtoArc XK01 memang menjual konsep yang jelas: keyboard lipat tiga yang dibuat supaya gampang dibawa. Begitu dipegang, karakter compact-nya langsung terasa. Ini keyboard yang memang dibuat untuk mobilitas, bukan untuk diam di meja selamanya.

ProtoArc Keyboard Portable XK01

Satu hal yang aku suka, ukurannya memang compact tetapi tidak sampai terasa “terlalu mini”. Ini penting. Karena aku sengaja memilih model yang menurutku tombol-tombolnya masih terasa cukup dekat dengan ukuran keyboard komputer biasa. Jadi walaupun dia portable, aku tidak merasa sedang membeli keyboard yang terlalu kecil sampai malah mengorbankan kenyamanan mengetik.

ProtoArc Keyboard Portable XK01

Justru ini salah satu alasan kenapa aku tertarik pada model ini. Setahuku ada versi lain yang lebih kecil atau tanpa number pad, tapi aku memilih yang ini karena ingin tetap punya pengalaman mengetik yang lebih familiar.

Aku ingin portable, tapi bukan berarti mau semuanya diperkecil berlebihan.

Ada satu hal yang sempat membuatku keliru saat unboxing: aku sempat mengira produk ini akan datang dengan semacam pouch atau “kantong” bawaan. Ternyata tidak. Jadi unit keyboard-nya memang datang seperti itu saja. Awalnya aku sempat sedikit kaget karena ekspektasiku berbeda, tapi setelah melihat bentuknya langsung, aku bisa mengerti arah desainnya. Keyboard ini memang compact, walau belum sampai level yang bisa asal masuk ke kantong baju atau celana. Untuk tas kecil atau tas selempang kecil, menurutku masih masuk akal.

Tanpa Backlight, Tanpa RGB, dan Itu Justru Cocok untukku

ProtoArc XK01 tidak punya lampu warna-warni, tidak ada RGB, dan tidak ada backlight mencolok. Dan buatku, ini justru nilai plus.

Aku memang lebih suka perangkat yang seperti ini. Bahkan lampu kecil pun kadang terasa mengganggu kalau terlalu terang. Jadi dari sisi selera pribadi, aku lebih nyaman dengan keyboard yang tampil sederhana, tidak norak, dan fokus ke fungsi. ProtoArc XK01 memenuhi preferensi itu. Ia tidak mencoba tampil seperti keyboard gaming, dan menurutku itu tepat.

Untuk keyboard portable yang dipakai untuk produktivitas, keputusan seperti ini terasa cocok. Fokusnya bukan ke gaya visual, tapi ke kegunaan.

Koneksi dan Pengalaman Awal Saat Dipakai

Salah satu hal yang bikin first impression produk ini makin kuat adalah proses koneksinya yang langsung terasa simpel. Begitu dibuka, unitnya langsung hidup dan mulai mencari koneksi Bluetooth. Saat dipasangkan ke Android, perangkat langsung muncul, terdeteksi, lalu dikonfigurasi.

Setelah itu, aku langsung mencobanya untuk membuka salah satu proyek novelku di HP dan mengetik. Hasilnya? langsung masuk. Tidak ada drama panjang, tidak ada proses ribet yang bikin malas. Dari sudut pandang first impression, ini penting sekali. Produk portable seperti ini memang seharusnya gampang dipakai, dan ProtoArc XK01 memberi pengalaman awal yang seperti itu.

Aku bahkan menyebut rasanya seperti plug and play, walau tentu dalam konteks Bluetooth. Intinya, aku tidak perlu berjuang dulu untuk membuatnya berfungsi. Untuk sebuah perangkat produktivitas, itu sudah sangat membantu.

Fungsi-fungsi Tambahan yang Ternyata Menarik

Setelah berhasil tersambung, aku mulai mengecek lebih jauh fungsi tombol-tombolnya. Dan di sinilah ProtoArc XK01 mulai terasa lebih menarik dari yang awalnya kukira.

Keyboard ini terlihat punya dukungan untuk:

  • beberapa profil Bluetooth,
  • kemungkinan multi-device lewat tombol Bluetooth 1, 2, 3,
  • tombol fungsi untuk settings,
  • akses cepat ke menu,
  • pengaturan brightness,
  • search,
  • kontrol musik seperti play, next, previous,
  • kontrol volume,
  • sampai tombol screenshot.

Bahkan untuk screenshot, aku langsung merasa fitur ini berguna. Kadang saat pakai HP, mengambil screenshot bisa merepotkan tergantung tombol fisik atau posisi aplikasi. Adanya tombol khusus seperti ini justru terasa praktis.

Aku juga mencoba number pad, dan bagian ini juga berfungsi. Tombol enter, spasi, shift, dan fungsi-fungsi dasar lainnya juga berjalan. Jadi dari pengalaman awal, keyboard ini memang bukan sekadar “bisa dipasangkan”, tetapi juga benar-benar bisa digunakan dengan fungsi yang terasa cukup lengkap.

Menariknya lagi, aku juga menemukan ada sisi yang terasa bisa dicustom, terutama berkaitan dengan tombol seperti Esc, option, Windows, atau CMD, meski pada tahap unboxing ini aku belum benar-benar mendalaminya. Jadi kesan awalku: keyboard ini bukan cuma portable, tapi juga punya lapisan fungsi yang lumayan kaya untuk ukuran produk pertamaku di kategori ini.

Hal Kecil yang Aku Suka: Ditutup Langsung Mati

Ada satu detail kecil yang menurutku menarik: saat keyboard ini ditutup, unitnya langsung mati. Buat perangkat lipat seperti ini, perilaku seperti itu terasa masuk akal dan menyenangkan. Setidaknya ada kesan bahwa desainnya memang dipikirkan untuk mobilitas dan efisiensi.

Aku juga sempat melihat indikasi soal baterai atau lampu indikator tertentu, jadi kemungkinan ada penanda saat daya mulai habis. Kapasitas baterainya sendiri dari informasi kemasan adalah 250 mAh. Buat ukuran keyboard portable, angka itu mungkin terdengar kecil, tapi untuk kebutuhan mengetik dan karena perangkat ini juga tidak punya lampu-lampu tambahan, aku tidak langsung menganggap itu kelemahan. Karena mungkin, meskipun demikian, itu bisa bertahan hingga 100 jam.

Kesan Terbesar: Premium

Kalau harus merangkum semua first impression-ku terhadap ProtoArc XK01 dalam satu kata, jawabannya sederhana: premium.

Dan kata itu muncul berulang-ulang bukan tanpa alasan. Mulai dari cara produk ini disajikan, isi kotaknya, surat dan panduannya, kabel Type-C, desain fisik keyboard, sampai pengalaman awal saat disambungkan ke HP, semuanya membuat produk ini terasa lebih mewah dari yang aku duga.

Ini mungkin keyboard portable pertama yang kucoba, jadi tentu ada unsur antusiasme besar di sini. Tapi justru karena itu, aku merasa ProtoArc XK01 berhasil menjalankan tugas utamanya dengan sangat baik: membuat pengguna merasa bahwa mereka membeli produk yang benar-benar dipikirkan.

Kekurangan Utama: Bukan di Barangnya, Tapi di Pengirimannya

Menariknya, setelah seluruh pengalaman unboxing ini, kesimpulanku justru agak unik. Kekurangan utamanya bukan pada keyboard-nya, melainkan pada pengemasan dan pengiriman.

ProtoArc Keyboard Portable XK01
ProtoArc Keyboard Portable XK01
ProtoArc Keyboard Portable XK01

Bubble wrap terasa terlalu tipis, dus bonyok, tidak ada label fragile yang membuat orang lebih hati-hati, dan proses penaruhannya oleh kurir juga bikin deg-degan. Untungnya barangnya aman. Tapi andai ada kerusakan, aku tidak akan heran melihat cara paket ini datang.

Jadi kalau membahas produk secara jujur, catatan negatif paling utama dari pengalaman awal ini bukan soal fungsi keyboard, bukan soal pairing Bluetooth, bukan soal keycap, dan bukan soal desain. Yang paling mengganggu justru sisi packaging dan shipping.

Kesimpulan: First Impression yang Sangat Kuat untuk Keyboard Portable Pertamaku

Sebagai keyboard lipat pertama yang kubeli untuk kebutuhan produktivitas di HP, ProtoArc XK01 memberi first impression yang sangat kuat. Produk ini terasa compact, mudah dibawa, langsung bisa tersambung lewat Bluetooth, nyaman dipakai untuk mulai mengetik, dan punya banyak fungsi tambahan yang membuatnya terasa lebih dari sekadar keyboard sederhana.

ProtoArc Keyboard Portable XK01

Klik “Beli sekarang” untuk menuju toko official Protoarc di Shopee. Tautan akan mengaruh langsung ke produk XK01.

Rp513.976Beli Sekarang

Yang paling menonjol buatku tetap satu: kesan premiumnya. Untuk produk di kelas harga sekitar Rp200 ribuan, ProtoArc XK01 terasa berhasil memberi pengalaman membuka dan mencoba yang jauh di atas ekspektasiku. Presentasinya rapi, desainnya menarik, tombol-tombolnya terasa menjanjikan, dan orientasinya ke produktivitas sangat jelas.

Kalau ada kritik, kritik terbesarnya ada di pengemasan saat pengiriman, bukan di barangnya sendiri. Karena dari pengalaman awal ini, keyboard-nya justru berhasil memberi kesan yang sangat positif.

Setidaknya untuk tahap unboxing dan first impression, aku bisa bilang begini: ProtoArc XK01 terasa seperti keyboard portable yang serius, fungsional, dan surprisingly mewah untuk harga yang kutemui.

ProtoArc XK01
Review Overview
Compact dan terasa premium. 8.8
Desain & Portabilitas 8.5
Build Quality & Kesan Premium Awal 9
Kemudahan Koneksi & Setup Awal 9
Kenyamanan Mengetik Awal 8.5
Fitur & Fungsi Produktivitas 9
Bagus Desain lipatnya compact dan mudah dibawa Kesan unboxing-nya terasa premium Koneksi Bluetooth awal cepat dan mudah Nyaman dipakai mengetik di HP Tombol fungsi tambahannya terlihat menjanjikan
Tidak Bagus Pengemasan untuk pengiriman buruk
Ringkasan
ProtoArc XK01 memberi first impression yang sangat positif sebagai keyboard lipat Bluetooth untuk HP. Bentuknya compact, mudah dibawa, cepat tersambung, dan langsung terasa nyaman untuk mengetik. Kesan premiumnya juga kuat, terutama untuk produk di kisaran harga 200 ribuan (diskon khusus). Catatan utamanya justru ada pada pengemasan saat pengiriman yang terasa kurang aman, bukan pada keyboard-nya sendiri.
Beli Sekarang

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Battlefield 4 di 2025: Masih Layak Main?
Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah
Review ReStream.io: Pengalaman Multistreaming yang Simpel, Stabil, Tapi Tidak Sepenuhnya Ideal
First Impression Sword of Justice (PC) – Terlihat Menarik, tapi Terasa Seperti Game Mobile
Review Logitech G402 Hyperion Fury: Masih Enak Dipakai Setelah Bertahun-Tahun?
TOPIK:KeyboardPortableProtoArcXK01
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?