• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Crysis 2 Remastered – Nostalgia FPS di 2025
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Crysis 2 Remaster
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Crysis 2 Remastered – Nostalgia FPS di 2025
Review Game

Review Crysis 2 Remastered – Nostalgia FPS di 2025

FPS klasik bercahaya baru: seru dimainkan, tapi sulit disebut remaster istimewa.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
6 Min Baca
SHARE
Crysis 2 Remaster
7.3 Ray tracing cakep, tapi terasa remaster setengah hati
Review Overview

Saat pertama kali memutuskan untuk memainkan kembali Crysis 2, kali ini dalam versi terbarunya, Crysis 2 Remastered, ada satu pertanyaan besar di kepala: “Masih layakkah game ini dimainkan di tahun 2025?”

Setelah kurang lebih 10 jam bermain dan menamatkan versi remaster di PC, jawabannya kini cukup jelas. Ini memang bukan sebuah game baru, melainkan versi yang dipoles dari FPS klasik yang masih terasa seru untuk dimainkan—namun sekaligus menyisakan sedikit rasa “andaikan saja…”.

Contents
Review Game Crysis 2 Remastered Versi Narasi VideoGameplay Crysis Remastered SeriesNostalgia vs Realita: Kesan Awal dari Pemain LamaGameplay Masih Solid, Tapi AI Kadang “Error”Grafis Lebih Tajam, Tapi Banyak yang Tak BerubahAudio dan Musik: Kuat Tapi Kurang NuansaCerita: Masih MembingungkanApakah Worth It?Kesimpulan

Review Game Crysis 2 Remastered Versi Narasi Video

Jika kamu ingin menonton versi videonya dengan narasi, kamu bisa melihatnya di bawah ini atau melalui tautan disini.

Gameplay Crysis Remastered Series

Nostalgia vs Realita: Kesan Awal dari Pemain Lama

Aku pertama kali menamatkan Crysis 2 versi original sekitar tahun 2013. Saat itu aku memainkannya di PC kentang: prosesor Core 2 Duo dan GPU GeForce 750. Jadi ketika tahu ada versi remaster—lengkap dengan ray tracing—ekspektasiku langsung tinggi.Harus diakui, hal pertama yang benar-benar membuatku takjub adalah kualitas pencahayaannya. Ray tracing membuat dunia Crysis 2 terasa jauh lebih hidup dan imersif. Namun sayangnya, kesan “grafik modern” berhenti sampai di situ.

Gameplay Masih Solid, Tapi AI Kadang “Error”

Gameplay Crysis 2 masih terasa seru; itu tidak berubah. Perpaduan antara mode stealth dan armor pada nano-suit tetap memberikan banyak ruang untuk berkreasi. Kontrol terasa responsif, dan sensasi pertempuran melawan alien masih menantang.Namun, ada satu hal yang membuatku hanya bisa menggeleng: AI musuh dan rekan satu tim. Kadang musuh bisa bertindak cerdas, menyergap dari arah yang sama sekali tidak terduga. Namun di lain waktu, mereka malah hanya terpaku di tempat seperti patung. AI kawan pun tak kalah membingungkan: mereka sering bergerak lamban, seolah-olah tidak benar-benar terlibat dalam pertempuran.

Bug juga masih ditemukan. Subtitle kerap tidak sinkron dengan voice acting, terutama pada misi-misi awal (sekitar misi 3 hingga 5). Suara dialog sering terlambat muncul dan bahkan saling tumpang tindih.

Terdapat juga bug lain, yakni tampilan layar yang seolah-olah diperbesar sekitar 1,5 kali. Meskipun tidak terlalu mengganggu, hal ini tetap dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu fokus.

Grafis Lebih Tajam, Tapi Banyak yang Tak Berubah

Aku main di resolusi 1440p dengan DSR dari 1080p dan refresh rate 144Hz. Dengan spesifikasi Ryzen 7 5800X3D dan RTX 5070 Ti 16GB, performanya sangat mulus—terbantu juga oleh DLSS.Secara visual, tampilannya memang lebih tajam, terutama pada detail tekstur dan efek pencahayaan. Namun, jangan berharap ada perubahan besar. Model karakter, cutscene, sampai NPC masih sama persis seperti versi 2011. Tidak ada model baru untuk tentara maupun warga sipil yang terinfeksi. Kesan akhirnya seperti sekadar “copy-paste”, hanya ditambahkan efek visual yang lebih modern.

Namun harus kuakui, peningkatan kualitas pencahayaan membuat atmosfer gim terasa jauh lebih hidup, terutama pada saat malam hari atau ketika terjadi ledakan besar.

Audio dan Musik: Kuat Tapi Kurang Nuansa

Sound effect dalam game ini terasa luar biasa. Dentuman ledakan, desingan peluru, hingga suara makhluk asing terdengar sangat memuaskan dan memberikan dampak yang kuat. Voice acting pun cukup ekspresif dan mampu menghidupkan karakter.Sayangnya, kualitas ambience sedikit tertutupi oleh soundtrack yang terlalu dominan, sehingga detail suara latar kurang menonjol. Untungnya, musik tersebut tetap berhasil memperkuat nuansa tegang saat pertempuran besar, sehingga keberadaannya masih terasa relevan dan tidak benar-benar mengganggu.

Cerita: Masih Membingungkan

Bagi yang belum pernah memainkan Crysis 1, alur cerita Crysis 2 berpotensi terasa membingungkan. Bahkan aku yang sudah menamatkannya tetap merasa ada banyak celah dalam plot. Transisi dari Crysis 1 ke Crysis 2 terasa janggal dan kurang mendapat penjelasan memadai. Sayangnya, versi remaster ini tidak menyertakan misi tambahan atau konten cerita baru yang bisa membantu menjembatani narasi di antara keduanya.Hal yang lebih aneh lagi, karakter utama masih dibuat “bisu” dan sama sekali tidak memiliki dialog, meski game ini sudah di-remaster—berbeda dengan karakter utama di Crysis 1 maupun Crysis 3 yang jelas memiliki kepribadian dan percakapan.

Apakah Worth It?

Jika kamu belum pernah memainkan Crysis 2, versi remaster ini sangat layak dicoba—terutama jika kamu menyukai game FPS dengan pendekatan stealth sekaligus aksi baku tembak yang intens. Namun, jika kamu sudah menamatkan versi originalnya, peningkatan yang ditawarkan remaster ini terasa kurang signifikan.Crysis 2 Remastered lebih disarankan untuk dibeli sebagai bagian dari paket Crysis Trilogy Remastered saat sedang diskon, daripada membelinya secara terpisah.

Game ini tidak menawarkan replay value yang tinggi, kecuali jika kamu ingin menantang diri sendiri di mode Veteran atau Post-Human. Tidak ada fitur baru selain peningkatan visual, tidak ada penambahan konten, dan tidak ada penyesuaian pada alur cerita.


Kesimpulan

Crysis 2 Remastered adalah game klasik yang dipoles ulang dengan teknologi pencahayaan modern dan performa yang lebih mulus, namun sayangnya tidak benar-benar diberi kehidupan baru. Visualnya memang tampak lebih menawan berkat dukungan ray tracing dan DLSS, tetapi aspek gameplay dan konten pada dasarnya tetap persis seperti versi aslinya.AI yang masih inkonsisten, bug pada dialog, masalah tampilan layar yang tiba-tiba membesar, serta minimnya peningkatan pada model karakter membuat remaster ini terasa seperti upaya setengah hati, alih-alih sebuah penyegaran menyeluruh yang layak untuk game legendaris ini.

Namun, jika kamu adalah gamer kasual yang belum pernah mencoba seri ini, atau hanya ingin bernostalgia dengan visual yang lebih modern, game ini tetap mampu menyajikan pengalaman FPS yang seru dan solid.

Crysis 2 Remaster
Review Overview
Ray tracing cakep, tapi terasa remaster setengah hati 7.3
Gameplay 9
Cerita 7
Karakter 8
Visual 7
Audio 8
Musik 5
Performa 7
Bagus Pencahayaan dengan ray tracing membuat kota dan efek ledakan terasa jauh lebih hidup. Gameplay nano-suit masih solid: kombinasi stealth dan armor tetap seru dan fleksibel. Performa sangat lancar di PC modern, apalagi dengan bantuan DLSS. Sensasi tembak-tembakan dan melawan alien masih terasa memuaskan untuk standar FPS klasik.
Tidak Bagus Model karakter, NPC, dan cutscene masih persis versi 2011, terasa ketinggalan zaman. AI musuh dan teman tidak konsisten: kadang pintar, kadang “patung”. Bug: subtitle dan voice acting tidak sinkron, dialog saling tumpang tindih, plus bug layar yang seperti diperbesar. Cerita tetap membingungkan, banyak plot hole dan transisi lemah dari Crysis 1, tanpa konten baru untuk menjelaskan. Hampir tidak ada tambahan fitur selain visual; replay value rendah dan kurang worth jika dibeli satuan harga penuh.
Ringkasan
Crysis 2 Remastered memoles FPS klasik dengan pencahayaan modern dan performa sangat stabil, membuat aksi nano-suit di tengah invasi alien masih terasa seru di 2025. Sayangnya, AI yang tidak konsisten, bug dialog dan tampilan, model karakter yang usang, serta ketiadaan konten atau penyesuaian cerita baru membuat remaster ini terasa setengah hati. Untuk pemain baru, ini masih FPS solid yang layak dicoba; tetapi untuk pemain lama, versi ini lebih cocok dibeli dalam paket Crysis Trilogy Remastered saat diskon daripada sebagai upgrade berdiri sendiri.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Stumble Guys PC – Seru, Ramai, Tapi Terasa Port Mobile
Review Cities: Skylines II – City Builder Modern yang Kuat tapi Berat
Review Clair Obscur: Expedition 33 – RPG Prancis Emosional yang Bikin Baper
Review Call of Duty: WWII di 2025 – Campaign Masih Gahar, Multiplayer Tinggal Kenangan
GODDESS OF VICTORY: NIKKE Umumkan Perayaan ANNIVERSARY Ketiga — Kisah Klimaks, Mode Surface Beta, dan 3 Karakter SSR Baru
TOPIK:CrysisCrysis 2Crysis 2 RemasteredNintendo SwitchPCPlaystation 4Playstation 5Xbox OneXbox Series
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?