• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Ace Combat 7: Skies Unknown — Dogfight Menegangkan, Cerita Biasa, Campaign Tetap
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > Review > Review Ace Combat 7: Skies Unknown — Dogfight Menegangkan, Cerita Biasa, Campaign Tetap
ReviewReview Game

Review Ace Combat 7: Skies Unknown — Dogfight Menegangkan, Cerita Biasa, Campaign Tetap

Cerita boleh generik, tapi chaos perang udara dan dogfight-nya tetap sangat seru.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 25/06/2026 7:25 PM
Anggara Prima Nanda
Share
25 Min Baca
Review Ace Combat 7
SHARE
Review Ace Combat 7
8.2 Seru, intens, tapi generik.
Review Overview

Review Ace Combat 7: Skies Unknown ini aku tulis berdasarkan pengalaman bermain di PC, memakai controller, menamatkan main story, dan juga sempat mencoba multiplayer. Aku belum menyelesaikan misi SP, jadi review ini lebih fokus pada campaign utama, pengalaman dogfight, atmosfer perang udara, gameplay arcade pesawat, visual, performa, value, dan catatan multiplayer yang menurut aku penting dibahas.

Contents
Review Ace Combat 7 : Skies Unknown Versi NarasiGameplay Ace Combat 7Arcade Pesawat yang Mudah Dipahami, tapi Tetap Butuh AdaptasiGameplay yang Taktis karena Pemilihan Pesawat dan PerlengkapanSistem Tabrakan Pesawat yang Terasa Terlalu ArcadeDogfight sebagai Daya Tarik UtamaDesain Misi dan TantanganObjektif Misi Tidak Terlalu Banyak, tapi Tetap MenantangMisi Bertahan dan Melindungi Bisa MenyebalkanMisi yang Paling MembekasPesawat, Senjata, dan ProgressionBanyak Pesawat, tetapi Pilihan Bergantung pada MisiSenjata Spesial Terasa PentingCerita dan KarakterCerita Terasa Biasa dan GenerikTrigger dan SkuadronnyaKekuatan dan Kelemahan CeritaVisual dan Desain DuniaVisual Standar, tetapi FungsionalEfek Tempur dan Model PesawatAudio dan MusikMusik yang Mendukung KeteganganSound Design dan Komunikasi RadioAtmosfer Perang UdaraTerasa Menjadi Bagian dari SkuadronChaos di UdaraPerforma dan StabilitasHarga dan ValueLebih Bagus Saat Diskon, tapi Full Price Masih Bisa DimaklumiMultiplayerTidak Ramah untuk Pemain BaruRisiko Cheat, Mod, dan Kick Room MasterKesimpulan

Sebelum memainkan Ace Combat 7: Skies Unknown, aku sebenarnya pernah memainkan seri Ace Combat lama di era PS2, walau aku sudah tidak ingat seri yang mana. Jadi aku tidak benar-benar asing dengan konsep game arcade pesawat, tetapi pengalaman utama dalam review ini tetap berdiri dari apa yang aku rasakan saat memainkan Ace Combat 7 di PC. Setelah tamat, kesan besarnya cukup jelas: ini game arcade pesawat yang seru, menegangkan, dan sangat kuat dari sisi gameplay udara.

Buat aku, Ace Combat 7: Skies Unknown bukan game yang menang karena cerita. Ceritanya justru terasa biasa dan generik. Namun sebagai game arcade pesawat, campaign-nya sangat berhasil memberi rasa tegang lewat dogfight, objektif misi, batas waktu, dan kondisi medan yang sering membuat pemain harus terus fokus. Game ini bukan simulasi realistis yang rumit, jadi pemain baru masih bisa masuk dan menikmati. Namun bukan berarti game ini santai. Apalagi aku langsung bermain di hard mode, sehingga beberapa misi benar-benar terasa menantang dan kadang membuat frustrasi.

Posisi review ini cukup jelas: aku sangat merekomendasikan campaign Ace Combat 7: Skies Unknown, tetapi menyarankan pemain berhati-hati dengan multiplayer. Campaign-nya kuat, gameplay-nya seru, dan atmosfer perang udaranya terasa hidup. Namun multiplayer-nya tidak ramah untuk pemain baru, server tidak terlalu ramai, dan ada beberapa risiko pengalaman buruk seperti ketimpangan teknologi, room yang tidak seimbang, potensi cheat atau mod, sampai risiko di-kick oleh room master.

Review Ace Combat 7 : Skies Unknown Versi Narasi

Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses videonya.

Gameplay Ace Combat 7

Gameplay adalah alasan utama kenapa Ace Combat 7: Skies Unknown masih terasa sangat layak dimainkan. Dari awal, game ini langsung memberi rasa arcade pesawat yang cepat, taktis, dan menegangkan. Aku langsung masuk hard mode, jadi kesan pertama terhadap dogfight dan objektif misi langsung terasa kuat.

Arcade Pesawat yang Mudah Dipahami, tapi Tetap Butuh Adaptasi

Secara dasar, gameplay Ace Combat 7 mudah dipahami. Loop utamanya cukup jelas: terbang, mengunci target, dogfight, menghancurkan target, menghindari misil, lalu mengikuti objektif misi berikutnya. Namun walau dasarnya mudah, game ini tetap membutuhkan adaptasi, terutama untuk pemain yang belum terbiasa memakai kendaraan terbang.

Hal paling butuh pembiasaan menurut aku adalah perspektif kamera dan orientasi udara. Dalam pertempuran udara, tidak ada rasa “atas” dan “bawah” yang sesederhana game darat. Pesawat bisa berputar, menukik, naik tajam, miring, dan berpindah arah dengan cepat. Buat pemain yang belum terbiasa, ini bisa terasa membingungkan. Namun karena Ace Combat 7 adalah game arcade, bukan simulasi realistis penuh, proses adaptasinya masih terasa masuk akal.

Aku memainkan game ini dengan controller, dan kontrolnya terasa nyaman. Feel terbangnya tergantung pesawat yang dipakai. Ada pesawat yang terasa berat, ada yang licin, ada yang agresif, tetapi secara umum semuanya tetap enak dikendalikan. Rasa bebas bermanuver juga terasa kuat, sehingga saat dogfight, aku tidak merasa terlalu dibatasi oleh kontrol.

Gameplay yang Taktis karena Pemilihan Pesawat dan Perlengkapan

Walau Ace Combat 7 adalah game arcade, unsur taktis tetap terasa. Taktis di sini bukan berarti simulasi militer yang rumit, tetapi lebih ke pemilihan pesawat dan perlengkapan yang sesuai dengan misi. Ini sangat terasa karena beberapa misi bisa berubah dari ekspektasi awal. Ada misi yang awalnya terasa seperti tugas singkat untuk menghancurkan target dasar, tetapi ternyata menjadi lebih panjang dan memaksa pemain melawan pasukan udara. Jika salah memilih pesawat atau perlengkapan, misi yang awalnya tampak bisa diatasi bisa berubah jadi jauh lebih menantang.

Bagian seperti ini membuat gameplay campaign terasa naik-turun. Kadang ada misi yang gampang sekali, kadang ada misi yang sulit sekali, dan kadang ada misi tak terduga yang membuat pemain harus beradaptasi dengan kondisi baru. Menurut aku, ini salah satu hal yang membuat campaign Ace Combat 7 tetap menarik. Walau objektif dasarnya tidak selalu banyak variasi, cara game menggabungkan medan, AI, target, dan batas waktu membuat pengalaman tetap terasa menegangkan.

Sistem Tabrakan Pesawat yang Terasa Terlalu Arcade

Satu hal yang menurut aku cukup aneh adalah sistem tabrakan pesawatnya. Aku paham Ace Combat 7 adalah game arcade, jadi aku tidak menuntut fisika yang terlalu realistis. Namun dalam beberapa kondisi, efek tabrakannya terasa terlalu arcade, bahkan saat aku bermain di mode hard. Ketika pesawat menyerempet atau menabrak objek tertentu secara vertikal, pesawat bisa memantul, bukan langsung hancur.

Di satu sisi, efek ini memang membantu karena pemain tidak langsung gagal hanya karena satu kesalahan kecil. Namun di sisi lain, efek pantulan ini bisa sangat mengganggu. Ini terasa jelas di salah satu misi menjelang akhir yang mengharuskan pemain masuk ke terowongan. Ketika pesawat tidak sengaja menyentuh pinggir, pesawat bisa memantul, layar bergetar, lalu pantulan berikutnya membuat kontrol terasa kacau. Sekali kena pantul, pesawat bisa terus memantul lagi dan itu cukup bikin pusing.

Hal lain yang terasa aneh adalah saat pesawat menabrak pesawat teman. Bukannya sama-sama hancur atau setidaknya memberi konsekuensi yang jelas, pesawat justru seperti tembus begitu saja. Kalau ini terjadi di mode easy atau medium, aku masih bisa memahami alasannya untuk mengurangi tingkat kesulitan. Namun karena di mode hard sistemnya tetap sama, bagian ini terasa kurang masuk akal. Jadi walau Ace Combat 7 memang bukan game simulasi realistis, sistem tabrakan pesawatnya tetap menjadi salah satu catatan gameplay yang cukup mengganggu dalam hal keanehan.

Dogfight sebagai Daya Tarik Utama

Bagian gameplay yang paling aku suka adalah dogfight melawan pilot musuh yang kuat atau ace pilot. Di sinilah Ace Combat 7 benar-benar terasa hidup. Dogfight-nya menantang, cepat, dan intens. Serunya datang dari manuver, kejar-kejaran target, menghindari misil, dan mencari momen yang tepat untuk menyerang.

Sistem lock-on dan misil terasa memuaskan. Saat target berhasil dikunci dan misil dilepaskan, ada rasa tegang sekaligus puas, apalagi jika lawannya agresif dan sulit dijatuhkan. Namun dogfight juga bisa sangat melelahkan, terutama ketika musuh terlalu agresif. Ada momen ketika menembak dengan gunfire maupun misil sama-sama sulit, karena target terus bermanuver dan tidak memberi ruang yang nyaman untuk menyerang.

Buat aku, pertempuran udara jelas menjadi kekuatan utama game ini. Ini memang game pesawat, dan bagian dogfight-nya berhasil membuat identitas itu terasa kuat.

Desain Misi dan Tantangan

Ace Combat 7: Skies Unknown punya struktur campaign yang menurut aku biasa saja dari sisi bentuk umum, tetapi kuat dari sisi tantangan. Pacing campaign-nya naik dengan baik, terutama ketika masuk ke bagian setelah chapter 8 ke atas. Di titik itu, misi mulai terasa semakin sulit dan menantang.

Objektif Misi Tidak Terlalu Banyak, tapi Tetap Menantang

Kalau dilihat secara jenis, variasi objektif misi sebenarnya tidak terlalu banyak. Secara garis besar, misi biasanya berkisar pada menyerang, bertahan, menghancurkan target, melindungi objek atau karakter tertentu, dan mencapai skor poin. Jadi kalau hanya dilihat dari daftar objektif, game ini bisa terasa repetitif.

Namun yang membuatnya tetap seru adalah medan, tekanan waktu, AI musuh, dan perubahan kondisi di tengah misi. Menyerang target darat misalnya, bisa terdengar sederhana. Namun dalam praktiknya, target sering kecil, posisi medan bisa berbahaya, dan salah manuver bisa membuat pesawat menabrak gedung, tebing, jatuh, atau terkena tembakan dari darat. Jadi meskipun objektifnya familiar, situasi di lapangan tetap bisa membuatnya menegangkan.

Misi Bertahan dan Melindungi Bisa Menyebalkan

Jenis misi yang paling kurang aku suka adalah misi bertahan dan misi melindungi. Bukan karena konsepnya buruk, tetapi karena misi seperti ini menuntut pemain mendengar instruksi dengan jelas. Masalahnya, saat terlalu fokus dogfight, aku bisa melewatkan dialog perintah atau teks objektif baru. Kadang aku mengira percakapan di sisi kiri layar hanya bagian dari narasi, padahal itu pemberitahuan target baru atau target krusial yang bisa membuat misi gagal.

Jadi objektif misi sebenarnya jelas, tetapi bisa terasa membingungkan kalau pemain tidak mendengar atau membaca perintah dengan baik. Dalam game yang sangat intens seperti ini, fokus pemain sering terbagi antara menghindari misil, mengejar target, dan memperhatikan radio. Ini membuat misi tertentu terasa menyebalkan, walau secara desain tetap adil.

Misi yang Paling Membekas

Misi yang paling memorable buat aku adalah pertempuran melawan Arkbird dan misi melawan drone. Arkbird terasa membekas karena sulit dihancurkan dan memberi rasa pertempuran besar. Selain itu, momen melawan pilot ace atau veteran juga menjadi bagian yang sangat kuat, karena di sana dogfight benar-benar terasa sebagai ujian kemampuan.

Ada juga misi yang paling sulit menurut aku, walau aku lupa nama dan chapternya. Misi itu meminta pemain mempertahankan benteng atau menjaga artileri khusus. Setelah fase bertahan yang sudah sulit, pemain langsung dipaksa melawan pesawat boss musuh dengan drone yang sangat banyak. Kombinasi ini membuat misi terasa sangat menantang dan melelahkan.

Pesawat, Senjata, dan Progression

Sistem pilihan pesawat di Ace Combat 7 cukup menarik. Ada banyak pesawat, dan variasinya terasa banyak. Namun semuanya tidak langsung terbuka, karena pemain harus membeli atau membuka pesawat terlebih dahulu.

Banyak Pesawat, tetapi Pilihan Bergantung pada Misi

Aku tidak punya satu pesawat favorit tetap. Cara mainku lebih menyesuaikan misi. Kalau misi butuh karakteristik tertentu, aku lebih memilih pesawat yang cocok untuk objektif itu. Ini membuat aku terdorong mencoba banyak pesawat, bukan hanya terpaku pada satu pilihan.

Menurut aku, hal ini bagus karena membuat pilihan pesawat benar-benar terasa relevan. Di sisi lain, progression pesawat bisa terasa membingungkan jika pemain tidak paham teknologi pesawat. Beberapa pemain mungkin akan melihat banyak pilihan dan tidak langsung paham mana yang paling cocok untuk kebutuhan tertentu.

Ada satu pesawat yang menurut aku kurang enak dipakai, yaitu DLC DarkStar. Alasannya sederhana: pesawat itu cepat, tetapi manuvernya jelek. Jadi walau menarik dari sisi kecepatan, rasa kendalinya kurang cocok untuk kebutuhan tertentu.

Senjata Spesial Terasa Penting

Sistem senjata spesial menurut aku bagus dan terasa berteknologi tinggi. Senjata spesial juga penting, bukan sekadar tambahan kecil. Karena misi bisa memiliki kebutuhan berbeda, senjata yang dibawa bisa sangat memengaruhi kenyamanan menyelesaikan objektif.

Progress unlock pesawat dan upgrade sendiri terasa biasa saja. Tidak buruk, tetapi bukan bagian yang paling membuat aku kagum. Yang paling menarik tetap bagaimana pesawat dan perlengkapannya dipakai dalam misi, bukan proses membukanya.

Cerita dan Karakter

Cerita adalah salah satu bagian yang paling lemah dalam Ace Combat 7 menurut aku. Aku tidak terlalu memperhatikan ceritanya sejak awal, karena dari pengalaman bermain, cerita terasa seperti sesuatu yang disampaikan kepada pemain, bukan sesuatu yang benar-benar aku rasakan langsung.

Cerita Terasa Biasa dan Generik

Premis yang aku tangkap adalah cerita tentang seorang putri yang naif, dimanfaatkan, lalu akhirnya terjadi perang. Aku tidak bisa bilang aku menangkap cerita ini dengan kuat, karena memang dari awal aku tidak terlalu tertarik. Kesan awalnya biasa saja. Cerita baru mulai terasa sedikit menarik dari sisi ketegangan setelah chapter 10 ke atas, tetapi itu pun lebih karena situasi misi dan atmosfer pertempuran, bukan karena narasi karakternya sangat kuat.

Menurut aku, cerita Ace Combat 7 terasa biasa dan generik. Fungsinya lebih seperti alasan agar konflik dalam gameplay berjalan, terutama lewat komunikasi radio dan perintah misi. Jadi story di sini lebih berperan sebagai pembungkus aksi daripada daya tarik utama.

Trigger dan Skuadronnya

Karakter utama dikenal sebagai Trigger. Untuk penyebutan skuadron, konteks yang paling aman adalah bahwa Trigger melewati beberapa fase cerita yang berkaitan dengan Mage Squadron, Spare Squadron, dan Strider Squadron. Nama-nama ini aku pakai sebagai konteks resmi agar artikel tidak hanya menyebut “squad MC” secara terlalu umum. (Acepedia)

Namun dari sisi pengalaman cerita, hubungan antar karakter terasa biasa saja. Karakter atau skuadron tidak menjadi bagian yang paling kuat buat aku. MC juga terasa bisu karena tidak berdialog, sehingga meskipun aku merasa seperti bagian dari skuadron atau operasi militer, keterikatan emosionalnya tidak terlalu besar.

Kekuatan dan Kelemahan Cerita

Kalau harus mencari kekuatan cerita, mungkin ada pada konflik kepentingan dan cara radio membuat suasana perang tetap berjalan. Namun secara pribadi, aku tidak merasa ada momen story yang benar-benar membekas. Ending-nya memuaskan, tetapi tidak wah.

Kelemahan utamanya adalah kurang adegan aksi atau hal menegangkan dari sisi narasi. Game ini jauh lebih kuat saat memberi ketegangan lewat gameplay, bukan lewat cutscene atau drama cerita. Karena itu, dalam review ini aku menempatkan cerita sebagai pelengkap, bukan pusat pengalaman.

Visual dan Desain Dunia

Secara visual, Ace Combat 7 di PC menurut aku standar biasa saja, tetapi tetap penting untuk mendukung gameplay. Pemandangan bukan daya tarik utama game ini, dan aku tidak menilai visual sebagai alasan terbesar untuk memainkan game ini.

Visual Standar, tetapi Fungsional

Desain langit terasa biasa saja. Desain awan juga tidak ada yang benar-benar istimewa. Pegunungan terlihat bagus, tetapi masih dalam batas biasa. Desain perkotaan cukup oke karena banyak gedung tinggi dan bangunan terasa nyata, walau beberapa bagian masih tampak datar dari sisi cahaya.

Namun desain misi tetap menarik. Artinya, meski visual bukan elemen yang paling menonjol, tampilan area tetap cukup untuk mendukung tantangan. Dalam game seperti ini, fungsi visual lebih penting daripada sekadar pemandangan indah. Pemain perlu membaca medan, menghindari tabrakan, melihat target, dan memahami situasi udara dengan cepat.

Efek Tempur dan Model Pesawat

Efek ledakan, misil, asap, dan combat udara terasa memuaskan. Model pesawat juga bagus dan terasa seperti nyata. Beberapa pesawat atau desain di luar DLC dan bawaan cerita terasa punya kesan prototipe atau model yang terinspirasi dari dunia nyata menurut pemahamanmu, sehingga visual pesawatnya terasa meyakinkan.

Animasi pesawat, manuver, dan efek kecepatan terasa halus. Tidak ada bagian yang terasa aneh. UI saat terbang juga jelas dan tidak bermasalah. Ini penting karena dalam game dengan tempo tinggi, UI yang terlalu membingungkan bisa merusak pengalaman. Untungnya, Ace Combat 7 tidak terasa bermasalah di bagian itu.

Pemandangan yang paling aku ingat adalah menara luar angkasa. Visual game ini masih terlihat bagus saat dimainkan sekarang, tetapi sekali lagi, pemandangan bukan hal paling utama. Yang paling penting adalah visualnya cukup jelas dan mendukung gameplay.

Audio dan Musik

Audio adalah salah satu elemen yang cukup membantu membangun atmosfer perang udara. Musiknya menurut aku biasa saja, tetapi musik latar belakang tetap bagus karena membuat pertempuran terasa menegangkan.

Musik yang Mendukung Ketegangan

Musik saat misi berhasil membuat suasana lebih tegang. Walau tidak ada lagu yang benar-benar membekas buat aku, fungsinya tetap berjalan. Musik tidak menjadi elemen yang aku ingat kuat setelah selesai bermain, tetapi selama misi berlangsung, ia membantu membangun tekanan.

Sound Design dan Komunikasi Radio

Sound design pesawat, misil, ledakan, dan radio terasa kuat. Audio sangat membantu membangun atmosfer perang udara. Komunikasi radio, suara pilot, dan situasi misi membuat game terasa lebih hidup. Bahkan kadang intensitasnya bisa sangat tinggi sampai pemain mengabaikan objektif baru yang muncul mendadak.

Voice acting atau komunikasi radio menurut aku biasa saja, tetapi cukup untuk mendukung suasana. Tidak ada momen audio yang paling membekas, tetapi secara keseluruhan audio menjalankan perannya dengan baik.

Atmosfer Perang Udara

Ace Combat 7 berhasil memberi rasa perang udara yang kuat. Saat berada di tengah pertempuran, suasananya terasa intens, bahkan bisa sangat intens. Di beberapa misi, ada begitu banyak hal yang terjadi sehingga fokus pemain bisa benar-benar tersedot ke dogfight dan manuver bertahan hidup.

Terasa Menjadi Bagian dari Skuadron

Komunikasi radio dan situasi misi membuat aku merasa seperti bagian dari skuadron atau operasi militer. Walau MC tidak banyak memberi ekspresi karena bisu, suasana perang tetap terasa hidup dari suara pilot lain, perintah, dan perubahan objektif di tengah misi.

Nuansa game terasa heroik. Ada rasa bahwa kita dan rekan-rekan sedang melawan musuh besar. Ini membuat beberapa misi terasa sinematik, meskipun story-nya sendiri tidak terlalu kuat.

Chaos di Udara

Momen yang paling bikin kagum buat aku adalah chaos di udara. Ketika banyak misil, target, radio, dan manuver terjadi bersamaan, Ace Combat 7 benar-benar menunjukkan kekuatannya. Momen seperti ini membuat game terasa menegangkan dan seru, terutama saat melawan Arkbird atau pilot ace.

Performa dan Stabilitas

Dari sisi teknis, pengalaman bermain Ace Combat 7 di PC sangat nyaman. Performa bagus, selalu di atas 60 FPS, dan tidak ada stuttering. Game terasa stabil, tidak ada bug, glitch, crash, atau error yang mengganggu.

Loading juga cepat karena aku memakai SSD. Tidak ada masalah teknis yang mengurangi pengalaman. Secara teknis, game ini nyaman dimainkan. Ini penting karena dogfight membutuhkan respons cepat. Kalau performanya tidak stabil, pengalaman bermain bisa sangat terganggu. Untungnya, dari pengalaman aku, hal itu tidak terjadi.

Harga dan Value

Aku membeli Ace Combat 7 sendiri di Steam, dan menurut aku game ini worth it. Alasannya karena ini game arcade pesawat yang bisa dimainkan banyak orang. Pemain hanya perlu membiasakan diri dengan kontrol dan perspektif udara, lalu setelah itu gameplay-nya bisa terasa sangat seru dan menegangkan.

Lebih Bagus Saat Diskon, tapi Full Price Masih Bisa Dimaklumi

Karena game ini sudah lama rilis, menurut aku lebih bagus dibeli saat diskon. Namun membeli full price pun tidak sepenuhnya bermasalah, karena gameplay-nya punya daya tahan. Tantangan yang berbeda di tiap level dan mode kesulitan membuat game ini masih punya nilai untuk dimainkan.

Campaign saja sudah cukup memberi value. Kalau pemain hanya ingin menikmati pengalaman arcade pesawat yang menegangkan, campaign sudah memadai. DLC lebih bersifat pilihan, terutama jika pemain ingin mendapat pesawat bagus, modern, sampai futuristik atau drone. Jadi DLC bisa menarik, tetapi bukan syarat untuk menikmati campaign utama.

Multiplayer

Multiplayer adalah bagian yang harus dibahas dengan hati-hati. Aku sempat mencobanya, dan menurut aku multiplayer Ace Combat 7 brutal bagi pemain baru. Mode ini masih layak dicoba, tetapi sebaiknya tidak dijadikan alasan utama membeli game.

Tidak Ramah untuk Pemain Baru

Masalah utama multiplayer adalah ketimpangan teknologi. Pemain baru bisa kalah bukan hanya karena skill, tetapi juga karena teknologi atau level teknologi belum terbuka semua. Ada misil yang sangat sulit dihindari, bahkan setelah berhasil dihindari masih bisa berbelok dan mengincar kembali. Jumlah misil juga bisa banyak, bahkan lebih dari enam, dan itu bisa membuat pemain baru sangat kewalahan.

Mode multiplayer juga tidak terlalu ramai. Paling banyak aku menemukan sekitar enam match. Maksimalnya hanya delapan player, tanpa NPC ekstra di dalam game. Mode yang aku lihat adalah TDM dan Battle Royale, tetapi rata-rata pemain lebih banyak bermain Battle Royale karena TDM bisa terasa sangat tidak seimbang.

Risiko Cheat, Mod, dan Kick Room Master

Ada juga risiko bertemu cheat atau mod di multiplayer. Aku pernah bertemu sekali dengan pengalaman yang sangat menyebalkan. Contohnya seperti flare tidak terbatas, roket tidak terbatas, serangan 1 hit, atau kebal. Buat aku, pengalaman seperti ini lebih toxic dibanding bertemu pemain yang level teknologinya sudah terbuka semua.

Selain itu, ada risiko di-kick oleh room master karena tidak ada batasan kick. Pemain bisa saja dikeluarkan karena alasan yang terasa sepele, misalnya terlalu sering mengalahkan pembuat match, terlalu kuat, atau dianggap memakai teknologi yang terlalu overpowered. Sebenarnya ada pengaturan untuk membatasi teknologi, tetapi risikonya bisa membuat tidak ada player yang masuk.

Karena itu, posisi aku jelas: multiplayer adalah bonus, bukan alasan utama membeli game ini. Campaign jauh lebih aman untuk direkomendasikan.

Kesimpulan

Ace Combat 7: Skies Unknown adalah game arcade pesawat yang sangat seru dan menegangkan. Campaign-nya kuat dari sisi gameplay, dogfight-nya menantang, atmosfer perang udaranya intens, dan sistem pesawat serta senjata spesial membuat setiap misi punya rasa taktis. Karena game ini arcade, bukan simulasi realistis penuh, pemain baru tetap bisa menikmati selama mau beradaptasi dengan kontrol dan perspektif udara.

Kekuatan terbesar game ini ada pada dogfight, chaos di udara, misi yang menantang, dan rasa heroik sebagai bagian dari skuadron. Melawan Arkbird, drone, dan pilot ace menjadi beberapa momen paling memorable. Performa PC juga sangat bagus, stabil, dan nyaman dimainkan.

Namun game ini punya kekurangan yang jelas. Ceritanya terasa biasa dan generik, lebih sebagai alasan agar konflik gameplay berjalan lewat radio. Visualnya standar, meski tetap fungsional untuk gameplay. Beberapa misi bertahan atau melindungi bisa menyebalkan karena pemain harus memperhatikan instruksi di tengah dogfight yang intens. Multiplayer juga tidak ramah untuk pemain baru dan sebaiknya tidak dijadikan alasan utama membeli game ini.

Pada akhirnya, aku tetap merekomendasikan Ace Combat 7: Skies Unknown, terutama untuk campaign. Kalau kamu suka game arcade pesawat, suka tantangan, dan ingin merasakan dogfight yang intens tanpa harus masuk ke simulasi realistis yang rumit, game ini wajib dicoba. Namun untuk multiplayer, hati-hati. Anggap saja itu bonus, bukan fondasi utama value game ini.

Review Ace Combat 7
Review Overview
Seru, intens, tapi generik. 8.2
Gameplay Campaign 8
Gameplay Multiplayer 6
Audio 9
Musik 8
Visual 8
Performa 10
Bagus Dogfight menjadi kekuatan utama dengan tempo cepat dan intens Gameplay arcade pesawat mudah dipahami, tapi tetap menantang Kontrol pesawat nyaman dengan controller Banyak pilihan pesawat dan senjata spesial untuk menyesuaikan misi Atmosfer perang udara terasa kuat melalui radio, misil, dan situasi misi Campaign punya beberapa misi memorable seperti Arkbird dan duel melawan ace pilot Performa PC stabil dan nyaman dimainkan Campaign utama sudah cukup memberi value
Tidak Bagus Cerita terasa biasa dan generik Beberapa misi bertahan atau melindungi bisa terasa menyebalkan Sistem tabrakan pesawat terasa terlalu arcade, bahkan di mode hard Efek pantulan saat menyerempet objek bisa mengganggu di misi tertentu Progression pesawat bisa membingungkan untuk pemain baru Multiplayer tidak ramah untuk pemain baru karena ketimpangan teknologi Multiplayer tidak terlalu ramai dan kurang ideal dijadikan alasan utama membeli Ada risiko pengalaman buruk di multiplayer seperti cheat/mod atau kick room master
Ringkasan
Ace Combat 7: Skies Unknown adalah game arcade pesawat yang sangat seru dari sisi campaign, terutama berkat dogfight intens, manuver bebas, dan atmosfer perang udara yang menegangkan. Gameplay-nya mudah dipahami, tapi tetap menantang, apalagi di hard mode. Ceritanya terasa biasa dan generik, sementara visual lebih fungsional daripada istimewa. Multiplayer masih bisa dicoba, tetapi tidak ramah untuk pemain baru. Aku tetap sangat merekomendasikan campaign, terutama saat diskon.

Anda Mungkin Juga Menyukai

HoloType: Treasure Zombie Island Diumumkan untuk PC via Steam
Review The Last Campfire: Puzzle Sederhana yang Diam-Diam Menipu, Dibalut Dongeng yang Menyentuh
Review Clair Obscur: Expedition 33 – RPG Prancis Emosional yang Bikin Baper
Review DLC Metro Exodus The Two Colonels – Kisah Dua Ayah di Ujung Dunia
Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon
TOPIK:Ace Combat 7Nintendo SwitchPCPlaystation 4Xbox One
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?