• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Titanfall 2 — FPS Cepat, Taktis, dan Masih Worth It di 2026
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > Review > Review Titanfall 2 — FPS Cepat, Taktis, dan Masih Worth It di 2026
ReviewReview Game

Review Titanfall 2 — FPS Cepat, Taktis, dan Masih Worth It di 2026

Campaign-nya pendek, tapi aksi pilot dan Titan-nya masih sangat kuat.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 25/06/2026 7:25 PM
Anggara Prima Nanda
Share
15 Min Baca
Review Titanfall 2
SHARE
Review Titanfall 2
8.5 Cepat, seru, masih kuat.
Review Overview

Review Titanfall 2 ini aku tulis dari pengalaman bermain di PC, setelah menamatkan main story dan juga mencoba multiplayer-nya. Buat aku, Titanfall 2 adalah game FPS yang masih terasa kuat walau sudah tergolong game lawas. Bukan hanya karena campaign-nya seru, tetapi karena game ini punya kombinasi yang sangat khas: pergerakan cepat, parkour yang lancar, combat intens, dan pertempuran antara pilot dengan Titan yang membuat gameplay-nya terasa berbeda dari FPS biasa.

Contents
Review Titanfall 2 Versi NarasiGameplayMovement dan Parkour yang Jadi Daya Tarik BesarCombat Cepat, Intens, dan TaktisKombinasi Pilot dan TitanVisual dan Desain DuniaDesain Dunia yang FungsionalEfek Combat dan AnimasiCerita dan KarakterPremis yang Langsung MenarikHubungan Pilot dan BTKekuatan dan Kelemahan StoryAudio dan MusikSound Design PertempuranVoice Acting dan DialogPerforma dan StabilitasHarga dan ValueMasih Worth It, tapi Lebih Cocok Saat DiskonCampaign Bagus, Multiplayer Menambah NilaiMultiplayerMultiplayer yang Rusuh dan IntensKondisi Multiplayer Tahun 2026Kesimpulan

Kesan pertama aku terhadap Titanfall 2 langsung positif. Dari awal game, aku sudah dibawa ke suasana perang besar. Misi pembukanya terasa rusuh, cepat, dan langsung memberi gambaran bahwa game ini tidak ingin membuang waktu terlalu lama. Yang menarik, karakter yang awalnya terasa seperti pasukan biasa kemudian masuk ke posisi yang jauh lebih besar: menjadi pilot Titan setelah pilot utama sebelumnya mati. Dari situ, cerita mulai membangun hubungan antara pilot baru dan Titan bernama BT.

Hal yang paling membuat Review Titanfall 2 ini terasa kuat buat aku adalah bagaimana game ini memadukan campaign dan multiplayer. Campaign-nya seru, sinematik, dan punya momen-momen memorable. Namun multiplayer-nya juga menambah nilai besar, karena justru di sana pengalaman tempur antara pilot dan Titan terasa lebih luas, lebih rusuh, dan lebih intens. Jadi menurut aku, Titanfall 2 tetap bagus dari sisi campaign, tetapi nilainya semakin besar kalau pemain juga mencoba multiplayer.

Review Titanfall 2 Versi Narasi

Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses videonya.

Gameplay

Gameplay adalah kekuatan utama Titanfall 2. Sejak awal, game ini terasa cepat, responsif, dan intens. Kontrolnya enak, pergerakannya lancar, dan tempo pertarungannya tidak memberi terlalu banyak ruang untuk diam. Buat pemain yang suka FPS cepat dengan banyak manuver, Titanfall 2 punya identitas yang kuat.

Movement dan Parkour yang Jadi Daya Tarik Besar

Salah satu hal terbaik dari Titanfall 2 adalah pergerakannya. Gerakan karakter terasa lancar dan keren. Parkour menjadi bagian penting dari pengalaman bermain, bukan sekadar gimmick tambahan. Saat bergerak, melompat, melakukan manuver, dan masuk ke area pertempuran, semuanya terasa responsif.

Buat aku, kekuatan terbesar Titanfall 2 ada pada kombinasi parkour / movement, combat cepat, dan pertarungan antara pilot serta Titan. Movement membuat gameplay terasa hidup. Pemain tidak hanya berjalan dari satu titik ke titik lain, tetapi terus bergerak dengan agresif dan taktis. Rasa cepat ini membuat game tidak terasa lambat, bahkan dalam campaign linear sekalipun.

Combat Cepat, Intens, dan Taktis

Combat di Titanfall 2 terasa cepat, intens, dan taktis. Pertarungan tidak hanya soal menembak musuh, tetapi juga membaca posisi, bergerak cepat, dan tahu kapan harus bermain agresif. Variasi cara bertarung juga terasa banyak karena ada kombinasi antara pertempuran sebagai pilot dan pertempuran bersama Titan.

Menurut aku, combat-nya konsisten seru dari awal sampai akhir campaign. Bahkan semakin tinggi chapter, rasa susah dan tegangnya makin berkembang. Tantangannya terasa standar wajar, tidak terlalu berlebihan, tetapi tetap cukup memberi tekanan. Yang paling aku suka adalah saat player bertempur bersama Titan, karena di situ identitas utama game ini benar-benar muncul.

Kombinasi Pilot dan Titan

Bagian paling kuat dari Titanfall 2 adalah kombinasi antara pilot dan Titan. Saat menjadi pilot, pemain bisa bergerak agresif, cepat, dan taktis. Saat menggunakan Titan, rasa pertarungannya berubah. Titan terasa kuat, terutama saat menghadapi manusia, tetapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Kalau pilot bergerak agresif dan taktis, pertarungan melawan Titan tetap bisa terjadi dengan cara yang menarik.

Perpindahan antara pilot dan Titan terasa seru dan cinematic. Ini bukan hanya pergantian mode biasa, tetapi benar-benar mengubah rasa bermain. Ketika bertarung sebagai pilot, fokusnya ada pada mobilitas, kecepatan, dan manuver. Ketika masuk ke Titan, pertarungan terasa lebih berat, lebih besar, dan lebih intens. Kombinasi dua rasa ini yang membuat gameplay Titanfall 2 tidak cepat membosankan.

Visual dan Desain Dunia

Secara visual, Titanfall 2 menurut aku masih bagus untuk eranya. Bahkan di tahun 2026, tampilannya masih terlihat bagus dan tidak terlalu kalah jika disandingkan secara wajar dengan grafik era sekarang. Game ini memang bukan yang paling modern secara visual, tetapi kualitas tampilannya masih kuat untuk dinikmati.

Desain Dunia yang Fungsional

Dari sisi desain dunia, aku merasa area di Titanfall 2 cenderung biasa saja. Karena ceritanya linear, area lebih terasa disesuaikan untuk tantangan dan kebutuhan misi. Jadi dunia game ini bukan tipe dunia yang dibuat untuk eksplorasi bebas, tetapi lebih sebagai ruang aksi yang mengarahkan pemain dari satu momen ke momen berikutnya.

Namun suasananya tetap bagus. Walau desain dunianya tidak terlalu istimewa, game ini berhasil membuat setiap area terasa cocok dengan situasi yang sedang terjadi. Level tidak terasa asal lewat, karena tantangan dan alurnya tetap dibuat rapi.

Efek Combat dan Animasi

Efek visual saat combat dan ledakan terasa memuaskan. Animasi karakter, Titan, dan aksi juga terasa halus. Aku tidak merasa ada bagian animasi yang aneh atau dipaksakan. Ini penting karena game seperti Titanfall 2 sangat bergantung pada rasa gerak dan tempo aksi. Kalau animasinya kaku, combat cepatnya bisa terasa rusak. Untungnya, dari pengalaman aku, animasinya tetap terasa bagus.

Ada juga satu pemandangan yang cukup aku ingat, yaitu saat Titan melempar pilot atau MC ke bangunan yang jauh. Di momen itu, pemandangannya terasa cukup bagus dan memberi kesan sinematik yang kuat. Aku lupa nama misinya, tetapi momennya membekas.

Cerita dan Karakter

Cerita Titanfall 2 menurut aku cukup menarik karena premisnya sederhana, tetapi efektif. Ceritanya tentang pasukan biasa yang secara tidak sengaja dipercaya menjadi pilot Titan ketika pilot utama sebelumnya mati. Dari situ, MC meneruskan misi utama pilot sebelumnya bersama Titan yang ditinggalkan, yaitu BT.

Premis yang Langsung Menarik

Kesan awal cerita buat aku adalah rusuh, dalam arti positif. Game langsung membawa pemain ke situasi yang besar dan intens. Bahkan bagian latihan atau training pun terasa langsung menantang. Jadi cerita Titanfall 2 tidak butuh waktu terlalu lama untuk menarik perhatian.

Pacing ceritanya rapat dan cepat. Ini membuat campaign terasa tidak bertele-tele. Setiap bagian bergerak maju dengan tempo yang cukup tinggi. Namun di sisi lain, pacing yang cepat ini juga membuat campaign terasa pendek. Menurut aku, durasi campaign memang terasa pendek, dan ditambah adanya loading atau pemisahan part chapter yang sering, pemain bisa merasa tiap chapter selesai terlalu cepat.

Hubungan Pilot dan BT

Karakter yang paling menonjol menurut aku adalah BT dan pilot/MC. Hubungan antar karakter terasa kuat, terutama hubungan antara pilot baru dan Titan yang dia kendarai. Inilah bagian emosional utama dari cerita Titanfall 2. Misi-misi yang memperlihatkan kedekatan antara pilot dan Titan menjadi bagian yang paling memorable, karena interaksi mereka terasa penting dan membangun rasa keterikatan.

Momen cerita yang paling membekas buat aku adalah ketika BT menunjukkan emosi baru yang dipelajari dari pilot baru. Bagian seperti ini membuat hubungan antara manusia dan mesin terasa lebih hidup. Walau ceritanya bergerak cepat, hubungan mereka tetap berhasil meninggalkan kesan.

Kekuatan dan Kelemahan Story

Kekuatan utama story Titanfall 2 menurut aku ada pada pertempuran Titan dan hubungan pilot dengan Titan. Game ini berhasil membuat pertempuran terasa besar, tetapi tetap memberi ruang untuk hubungan karakter yang cukup kuat.

Kelemahannya ada pada campaign yang terasa pendek dan terlalu sering terpotong oleh loading atau part chapter. Karena itu, beberapa pemain mungkin merasa tiap chapter terlalu cepat selesai. Ceritanya tetap bagus, tetapi rasa pendek itu menjadi catatan penting.

Audio dan Musik

Dari sisi audio, Titanfall 2 berada di posisi yang solid, walau tidak semuanya terasa wah. Musiknya menurut aku standar, tetapi tetap bagus karena cocok untuk membangun ketegangan. Jadi walau tidak ada musik yang sangat membekas, musiknya tetap menjalankan fungsinya dengan baik.

Sound Design Pertempuran

Sound design senjata, ledakan, dan Titan terasa kuat. Ini penting karena game ini banyak mengandalkan rasa pertempuran besar. Ledakan dan suara Titan memberi bobot pada aksi. Namun untuk suara lingkungan, menurut aku masih biasa saja. Jadi audio paling kuat ada di bagian pertempuran, bukan atmosfer lingkungan.

Voice Acting dan Dialog

Voice acting atau penyampaian dialog menurut aku bagus, tetapi tidak bisa dibilang wah. Artinya, kualitasnya tetap mendukung cerita dan karakter, terutama hubungan antara pilot dan BT, tetapi tidak sampai menjadi aspek yang paling menonjol. Tidak ada momen audio atau musik yang sangat membekas buat aku.

Performa dan Stabilitas

Dari sisi teknis, pengalaman aku bermain Titanfall 2 di PC terasa stabil. Aku tidak mengalami bug, glitch, crash, atau masalah teknis yang mengganggu. Game berjalan dengan baik dan tidak ada masalah teknis yang merusak pengalaman.

Loading terasa cepat karena aku memakai SSD. Namun ada satu catatan: dalam campaign, loading terasa terlalu sering. Jadi masalahnya bukan loading yang lama, tetapi frekuensinya. Karena campaign juga terasa pendek, loading atau pemisahan chapter yang sering membuat pengalaman terasa sedikit terpotong.

Secara keseluruhan, performa Titanfall 2 tetap bagus. Tidak ada kendala teknis besar yang membuat aku terganggu.

Harga dan Value

Aku memainkan Titanfall 2 dari beli sendiri. Menurut aku, game ini masih worth it bahkan di tahun 2026. Alasannya jelas: cerita campaign bagus, keseruan campaign masih terasa, combat-nya kuat, dan multiplayer masih menambah nilai meskipun kondisinya sudah tidak seramai dulu.

Masih Worth It, tapi Lebih Cocok Saat Diskon

Walau aku menganggap Titanfall 2 worth it, aku lebih menyarankan membelinya saat diskon. Alasannya sederhana: ini tetap game lawas. Kalau membeli dengan harga full price, menurut aku rasanya kurang bagus. Namun saat diskon, value-nya jadi jauh lebih menarik, apalagi jika pemain memang suka FPS cepat dan taktis.

Campaign Bagus, Multiplayer Menambah Nilai

Campaign Titanfall 2 sudah cukup bagus, tetapi menurut aku nilai game ini makin besar kalau pemain juga mencoba multiplayer. Bahkan aku merasa campaign saja belum sepenuhnya cukup utuh untuk merasakan semua kekuatan game ini, karena pengalaman tempur dengan Titan lebih terasa di multiplayer.

Multiplayer

Multiplayer adalah bagian penting dari Review Titanfall 2 ini karena kamu sudah mencobanya, dan menurutmu multiplayer menambah nilai besar pada game. Walau kondisi multiplayer di tahun 2026 sudah tergolong sepi, mode tertentu masih bisa ditemukan player.

Multiplayer yang Rusuh dan Intens

Kesan multiplayer menurut aku bagus. Walau jumlah player dalam satu match tidak banyak, pertarungan tetap terasa rusuh karena ada NPC acak yang ikut bertempur. Ini membuat arena tidak terasa kosong. Pertempuran tetap hidup, dan ritme aksi tetap berjalan.

Nilai game makin besar saat masuk multiplayer karena taktik tempur sebagai pilot terasa semakin intens. Di multiplayer, kombinasi pertempuran pilot dan Titan lebih terasa menyatu. Ada situasi pilot bersama Titan, ada pilot melawan Titan, dan ada taktik yang membuat pertempuran lebih dinamis.

Kondisi Multiplayer Tahun 2026

Catatan pentingnya, multiplayer Titanfall 2 di tahun 2026 sudah tergolong sepi. Hampir semua mode sulit menemukan player. Mode yang paling mudah ditemukan adalah PvE, tetapi itu pun bukan berarti selalu cepat. Belum tentu bisa menemukan match dalam waktu kurang dari 30 detik.

Jadi buat pemain yang ingin membeli Titanfall 2 hanya untuk multiplayer, kondisi ini perlu dipertimbangkan. Multiplayer-nya bagus, tetapi populasi player sudah menjadi catatan besar. Namun kalau masih bisa menemukan room match seperti TDM, menurut aku pemain bisa merasakan inti utama dari game ini.

Kesimpulan

Review Titanfall 2 ini berakhir pada kesimpulan yang sangat positif. Buat aku, Titanfall 2 adalah game FPS yang masih sangat seru dimainkan di tahun 2026. Campaign-nya bagus, combat-nya cepat dan taktis, movement-nya lancar, dan kombinasi pilot dengan Titan menjadi kekuatan utama yang membuat game ini terasa berbeda.

Kelebihan terbesar game ini ada pada parkour, movement, combat cepat, dan interaksi tempur antara pilot serta Titan. Hubungan antara pilot dan BT juga membuat story terasa lebih membekas. Misi time travel menjadi salah satu bagian paling mengagumkan karena memberi variasi yang segar dalam level design linear yang rapi.

Namun game ini tetap punya catatan. Campaign terasa pendek, loading atau pemisahan chapter terasa terlalu sering, desain dunia tidak terlalu istimewa, dan multiplayer di tahun 2026 sudah tergolong sepi. Jadi meskipun aku sangat merekomendasikan Titanfall 2, rekomendasi paling aman adalah membelinya saat diskon.

Kalau kamu suka FPS cepat, taktis, penuh gerakan, dan ingin merasakan pertarungan pilot serta Titan yang intens, Titanfall 2 masih sangat layak dicoba. Namun kalau kamu lebih suka tempo tempur yang santai, game ini mungkin bukan pilihan paling cocok. Buat aku, Titanfall 2 tetap menjadi game lawas yang masih terasa kuat, masih seru, dan masih punya identitas yang tidak mudah tergantikan.

Review Titanfall 2
Review Overview
Cepat, seru, masih kuat. 8.5
Gameplay Campaign 9
Gameplay Multiplayer 9
Audio 7
Musik 7
Visual 9
Performa 10
Bagus Movement dan parkour terasa cepat, lancar, dan responsif Combat intens, taktis, dan konsisten seru Kombinasi pilot dan Titan menjadi kekuatan utama Hubungan pilot dan BT terasa kuat dan memorable Level design linear terasa rapi dan variatif Misi time travel menjadi salah satu momen paling mengesankan Visual masih terlihat bagus untuk dimainkan di tahun 2026 Performa PC stabil dan minim masalah teknis Multiplayer menambah nilai besar saat masih menemukan match
Tidak Bagus Campaign terasa pendek Loading atau pemisahan chapter terasa terlalu sering Desain dunia cenderung biasa saja Musik dan voice acting bagus, tapi tidak terlalu wah Multiplayer tahun 2026 sudah tergolong sepi Beberapa mode sulit menemukan player Kurang cocok untuk pemain yang ingin tempo tempur santai
Ringkasan
Titanfall 2 masih terasa kuat di tahun 2026 berkat movement cepat, combat taktis, dan kombinasi pilot serta Titan yang sangat khas. Campaign-nya seru, punya momen memorable seperti misi time travel, dan hubungan pilot dengan BT cukup membekas. Namun campaign terasa pendek, loading atau pemisahan chapter cukup sering, dan multiplayer sudah mulai sepi. Meski begitu, game ini tetap sangat aku rekomendasikan, terutama saat diskon.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review OverField (PC) – Game Chibi Santai yang Bikin Betah Eksplor dan Dandanin Karakter
Review Point Blank 2025 – Nostalgia Warnet di Tengah P2W dan Cheater
Review ReStream.io: Pengalaman Multistreaming yang Simpel, Stabil, Tapi Tidak Sepenuhnya Ideal
Review Battlefield 4 di 2025: Masih Layak Main?
Review Battlefield 2042 di 2025: Ambisi Besar yang Tersendat
TOPIK:PCPlaystation 4Titanfall 2Xbox One
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?