• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review STAR WARS Battlefront (2015) di 2025: Masih Pantas Dibeli?
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
STAR WARS Battlefront
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review STAR WARS Battlefront (2015) di 2025: Masih Pantas Dibeli?
Review GameReview

Review STAR WARS Battlefront (2015) di 2025: Masih Pantas Dibeli?

Grafik masih menggoda, vibes Star Wars berasa, tapi multiplayer-nya sudah nyaris tinggal kenangan.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
8 Min Baca
SHARE
STAR WARS Battlefront
8.6 Vibes Star Wars kuat, servernya sudah tidak
Review Overview

Di tahun 2025 ini, aku akhirnya menjajal STAR WARS Battlefront (2015)—versi Ultimate Edition di PC lewat EA App. Total waktu mainku baru sekitar 1–2 jam, tapi sudah cukup untuk mencoba berbagai mode melawan bot karena… ya, servernya sudah sepi.

Ini bukan sesi nostalgia atau replay; ini benar-benar pertama kalinya aku menyentuh Battlefront 2015 di zaman sekarang. Jadi, pertanyaannya: apakah game ini masih layak dibeli dan dimainkan di tahun 2025?

Contents
Review STAR WARS Battlefront (2015) Versi NarasiGameplay STAR WARS Battlefront (2015)Konteks & Metode PengujianMode & Cara Main di 2025: Bot Jadi AndalanGunplay, TTK, dan MovementHeroes & Kendaraan: Seru, tapi Bisa Mengganggu KeseimbanganHeroes & VillainsKendaraanAudio & Musik: Vibes Star Wars yang “Nge-Gigit”Visual di 2025: “Serius Ini 2015?”Performa & Teknis: Mulus, Tapi Menu Grafis Bikin Elus DadaServer & Matchmaking di 2025: Fakta PahitProgression & Monetisasi: Aman, tapi Rasa “Kosong”Harga & Nilai: Realistis SajaRekomendasi: Siapa yang Cocok, Siapa yang Sebaiknya SkipPutusan Akhir STAR WARS Battlefront

Review STAR WARS Battlefront (2015) Versi Narasi

Ulasan ini juga tersedia dalam bentuk video dengan narasi yang aku bawakan sendiri. Di video tersebut, kamu dapat menyimak versi ringkas dari review ini. Silakan klik di sini untuk mengunjungi channel gaming aku, atau langsung tonton videonya melalui pemutar di bawah.

Gameplay STAR WARS Battlefront (2015)

Konteks & Metode Pengujian

Aku bermain STAR WARS Battlefront memakai keyboard–mouse (KBM) dan fokus menjajal mode-mode multiplayer melawan bot karena tidak menemukan pemain di lobby. Dari sisi teknis, aku main native (game tidak menawarkan upscaler) dengan opsi grafis yang terasa fleksibel. Catatan penting: ada bug menu grafis di kasusku—aku ingin jalan di 1440p di monitor 1080p via DSR, tapi pengaturan di dalam game justru mengunci kembali ke 1080p. Solusinya aku set dari NVIDIA App, namun setelah itu kalau membuka menu grafis in-game jadi kacau dan cenderung mereset. Di luar itu, sesi berjalan mulus tanpa crash.

Mode & Cara Main di 2025: Bot Jadi Andalan

Secara konten, Battlefront 2015 menawarkan banyak “panggung” Star Wars—dari duel blaster sampai peran hero dan kendaraan ikonik. Masalahnya, di 2025 lobby kosong. Praktis, pengalaman bermain akan sangat bergantung pada melawan bot. Untuk sekadar “menghirup” atmosfer Star Wars, ini masih bisa, tetapi buat yang mencari dinamika PVP, jelas kurang. Boleh dibilang, game ini “hidup” sebagai sand-box Star Wars pribadi, bukan sebagai shooter online yang ramai.

Gunplay, TTK, dan Movement

Rasa blaster-nya satisfying. Suara “pew-pew” khas Star Wars diimbangi recoil dan feedback yang terasa pas di tangan, bukan sekadar laser ringan tanpa bobot. TTK terasa pas—cukup cepat untuk bikin duel intens, tapi tidak instan. Movement agak kaku, namun masih enak dipakai; aku bisa adaptasi tanpa perlu waktu lama. Soal Star Cards/power-up, aku belum menguji semua, tapi beberapa terasa OP di kondisi tertentu. Karena aku bermain lawan bot, potensi “meta” yang bikin jengkel di PVP mungkin tidak terlalu kerasa—tapi potongan rasanya sudah terlihat.

Heroes & Kendaraan: Seru, tapi Bisa Mengganggu Keseimbangan

Heroes & Villains

Mengambil peran Luke, Vader, dan mungkin kawan-kawan itu fun—nggak ada yang menyangkal. Mereka memberi momen “aku adalah pahlawan film” yang sulit ditiru game lain. Konsekuensinya, balance bisa rusak. Ketika hero turun ke medan, tempo permainan langsung condong. Seru untuk power fantasy, tetapi untuk kompetitif yang sehat, sensasinya bisa bikin “timpang”.

Kendaraan

X-Wing/TIE, AT-ST, speeder—semua gampang dipelajari, hanya butuh sedikit penyesuaian kontrol. Di tangan pemula pun, kendaraan bisa memberi kontribusi dan momen sinematik. Untukku, inilah sisi yang menambah “rasa Star Wars” tanpa perlu jago—cukup naik, berputar, dan rasakan fantasi perangnya.

Audio & Musik: Vibes Star Wars yang “Nge-Gigit”

Sound design-nya epik. Mungkin karena telinga kita sudah “terdidik” oleh Star Wars, tiap letupan dan dengung blaster langsung terdengar keren. OST-nya berasa Star Wars banget, masuk di momen yang tepat dan mendorong tensi aksi. Positional audio bekerja baik—arah suara jelas—meski di game third-person keunggulan ini terkadang tidak selalu krusial. Dengan headset, nuansa sinematik makin hidup.

Visual di 2025: “Serius Ini 2015?”

Hal yang paling mengejutkan: grafiknya masih kelihatan cakep di 2025. Di banyak game modern, kita sering melihat downgrade di detail material, lighting, atau presentasi efek. Di Battlefront 2015, presentasi tetap solid: bersih, sinematik, dan “mengkilap” dengan cara yang menyenangkan mata. Aku sempat bertanya dalam hati, “Ini benar rilis 2015?” Kesan itu muncul bukan karena game ini tiba-tiba jadi next-gen, melainkan karena standar visualnya waktu itu sudah tinggi—dan sampai sekarang masih memuaskan.

Performa & Teknis: Mulus, Tapi Menu Grafis Bikin Elus Dada

Soal performa: mulus. Aku tidak menemukan stutter atau crash selama sesi. Catatan minus hanya di menu grafis—pengaturan DSR 1440p via NVIDIA App berujung mengacaukan menu display in-game dan memaksa balik ke 1080p ketika kubuka ulang. Ini tidak membuat game tidak bisa dimainkan, tetapi mengganggu fleksibilitas bagi pemain yang suka tweaker resolusi.

Server & Matchmaking di 2025: Fakta Pahit

Game ini sudah sepi. Aku tidak menemukan match berisi pemain lain; semua yang kucoba adalah melawan bot. Ping/latency aman kalaupun ada, tapi ya buat apa kalau lawan AI? Buat yang mencari PVP, Battlefront 2015 di 2025 praktis “mati”. Ini realita yang harus diingat sebelum membeli.

Progression & Monetisasi: Aman, tapi Rasa “Kosong”

Aku tidak memperhatikan progression secara mendalam karena fokusku menikmati feel bermain. Di kasusku, senjata terlihat langsung unlock, sehingga motivasi grind hampir tidak terasa. Di satu sisi aman—tidak ada kesan paywall yang menghalangi. Di sisi lain, loop progresinya jadi kurang greget untuk jangka panjang, apalagi tanpa komunitas PVP.

Harga & Nilai: Realistis Saja

Saat artikel ini dibuat STAR WARS Battlefront Ultimate Edition dipatok Rp 239.000 (tidak ada edisi lainnya). Menurutku, tidak pantas untuk kondisi 2025 di mana server kosong dan pengalamanmu praktis bot-only. Kalau sekadar “buat grafik yang masih nendang”, Rp 100.000 masih bisa dimengerti. Harga ideal versi aku: Rp 50.000 – Rp 80.000. Ambil saat diskon di bawah Rp 30.000 kalau ingin aman. Itu barulah “harga nostalgia grafis + vibes Star Wars”.

Rekomendasi: Siapa yang Cocok, Siapa yang Sebaiknya Skip

Aku tidak merekomendasikan Battlefront 2015 untuk pemain yang mencari keseruan PVP atau berharap jump-in cepat ke lobby ramai—itu tidak ada. Namun, kalau kamu fans Star Wars yang mendambakan vibes sinematik, ingin koleksi, atau cuma pengin main “taman bermain” Star Wars melawan bot, game ini masih bisa dinikmati—asal kamu sadar konsekuensinya: server sepi, tidak ada campaign/cerita, dan nilai beli yang tidak sebanding di harga normal saat ini.

Putusan Akhir STAR WARS Battlefront

STAR WARS Battlefront (2015) di 2025 adalah anomali menarik: visual dan audio masih memukau, gunplay solid, kendaraan fun, tapi ekosistem onlinenya hilang. Untuk kolektor dan pecinta atmosfer Star Wars, ia masih punya “spark” yang layak dicicipi kalau harganya tepat. Untuk gamer yang mencari multiplayer hidup atau konten naratif, maaf—ini bukan tempatnya.

Skor? Nanti—itu bagianmu. Dari aku, saran belinya jelas: tunggu diskon besar atau lewatkan saja kalau tujuanmu bukan sekadar menikmati vibes.

STAR WARS Battlefront
Review Overview
Vibes Star Wars kuat, servernya sudah tidak 8.6
Gameplay 4
Audio 10
Musik 9
Visual 10
Performa 10
Bagus Atmosfer Star Wars berasa kental: suara blaster, musik, dan presentasi sinematik masih kuat di 2025. Visual tetap enak dipandang untuk game 2015; tampilan bersih dan “mengkilap” saat action berlangsung. Gunplay blaster terasa satisfying, TTK pas, movement masih nyaman dipakai setelah sedikit adaptasi. Kendaraan dan hero mudah dipelajari, langsung kasih momen “berasa di film” bahkan buat pemain baru. Performa gameplay stabil di PC modern; tidak ada crash atau stutter berarti selama sesi main.
Tidak Bagus Server multiplayer praktis sepi; pengalaman PVP hampir mustahil, mayoritas hanya bisa lawan bot. Tidak ada campaign cerita, jadi konten murni berupa mode-mode arena tanpa narasi panjang. Menu grafis bermasalah kalau pakai DSR/ubah resolusi via driver, bikin setelan display kurang fleksibel. Progression terasa hambar di 2025, sensasi grind dan motivasi jangka panjang nyaris tidak ada. Harga resmi Ultimate Edition terlalu tinggi untuk game yang kini fungsinya lebih mirip “taman bermain” Star Wars offline.
Ringkasan
STAR WARS Battlefront (2015) di tahun 2025 itu ibarat taman bermain Star Wars pribadi: visual dan audio masih gigit, gunplay blaster-nya enak, heroes dan kendaraan tetap fun, tapi… nyaris semua itu kamu nikmati sendirian lawan bot.Kalau tujuanmu menikmati vibes Star Wars sinematik, screenshot cantik, dan sesekali tembak-tembakan casual, game ini masih bisa dilirik—dengan catatan wajib tunggu diskon besar.Tapi kalau kamu cari multiplayer hidup, progres jangka panjang, atau pengalaman kompetitif yang ramai, Battlefront 2015 sekarang lebih realistis untuk dilewatkan dan hanya dinikmati lewat nostalgia YouTube saja.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Crysis 3 Remastered – Penutup Trilogi Yang Masih Sama
Review Sniper Elite 1 — Game Sniper Jadul yang Bikin Frustrasi
Review Battlefield 6 Open Beta: Chaos Modern yang Bikin Optimis?
Review Little Nightmares II: Horor Kecil yang Bikin Tidak Nyaman
Review Arknights: Endfield — Game Gratis dengan Fitur Pabrik yang Jadi Daya Tarik Utama
TOPIK:PCPlaystation 4PlayStation PortableSTAR WARS BattlefrontXbox One
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?