• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Metro 2033 Redux: Game Survival Penuh Ketegangan
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Review Metro 2033 Redux
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Metro 2033 Redux: Game Survival Penuh Ketegangan
Review Game

Review Metro 2033 Redux: Game Survival Penuh Ketegangan

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
5 Min Baca
SHARE
Review Metro 2033 Redux
8.2 Atmosfer kuat, gameplay dan teknis mulai terasa usang.
Review Overview

Metro 2033 Redux adalah sebuah pengalaman bermain yang memukau, yang sepenuhnya membenamkan pemain ke dalam dunia pasca-perang nuklir yang suram dan sarat misteri. Berikut ini adalah ulasan komprehensif mengenai permainan ini, disusun berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Contents
Review Versi VideoDaftar GameplayDaftar PenilaianCerita dan AtmosferGameplayVisual dan AudioPerforma dan Masalah TeknisKeunikan GameKesimpulanNilai Akhir

Review Versi Video

Lihat ulasan versi video di sini, jika kamu kurang tertarik untuk membaca.

Daftar Gameplay

Daftar Penilaian

Cerita dan Atmosfer

Saya memilih untuk memainkan Metro 2033 Redux karena alur cerita yang unik, yang berlatar belakang dunia pasca-perang nuklir. Yang menarik, game ini berhasil menangkap atmosfer kota yang terkena dampak serangan nuklir secara mendalam. Meskipun saya belum mencoba versi aslinya, saya merasakan bahwa versi Redux memberikan pengalaman bercerita yang kaya dan menggugah.

Review Metro 2033 Redux

Alur cerita dalam game cukup menarik, meskipun tidak sepenuhnya mudah untuk diikuti. Kesulitan ini muncul karena banyaknya elemen yang harus ditemukan dalam bentuk catatan (notes). Meskipun demikian, alur utama tetap dapat dipahami tanpa harus mengumpulkan semua catatan tersebut. Atmosfer dunia pasca-kiamat yang diciptakan terasa sangat imersif, meskipun terdapat beberapa elemen fiksi yang terkesan tidak realistis, seperti kehadiran makhluk-makhluk aneh. Justru keberadaan elemen-elemen ini menambah daya tarik dan memperkaya pengalaman dalam dunia game.

Gameplay

Dari segi gameplay, mekanisme stealth terasa kurang memuaskan karena perilaku NPC seringkali tidak konsisten. Pertarungan melawan makhluk non-manusia, seperti demon, juga terasa kurang mulus. Eksplorasi lingkungan dibatasi oleh alur cerita yang linear; meski begitu, detail lingkungan yang dapat dijelajahi cukup mengesankan untuk ukuran game yang dirilis pada tahun 2014.

Kesulitan utama dalam permainan ini sering kali disebabkan oleh desain level yang tidak memberikan petunjuk arah yang jelas. Sistem antarmuka pengguna untuk menunjukkan tujuan juga kurang memadai, terutama saat menggunakan kacamata malam, karena warna panah tujuan dan latar belakang terlihat sangat mirip. Selain itu, kontrol untuk menampilkan peta (tombol M) terkadang membingungkan, karena berbagi fungsi dengan alat korek api.

Visual dan Audio

Visual dalam Metro 2033 Redux sangat memukau, khususnya suasana dan lingkungan dalam game ini. Meski tampilan karakter yang pada tahun 2014 tampak sangat baik, saat ini di tahun 2025 mulai terasa ketinggalan zaman. Dari segi audio, atmosfer lingkungan dan efek suara senjata sangat memuaskan. Namun, penjiwaan dalam voice acting terdengar datar dan terkadang kurang emosional. Selain itu, sistem audio 3D memiliki beberapa kekurangan, terutama ketika NPC berbicara—suara mereka sering kali menghilang atau terdengar aneh meskipun karakter kita berada di dekat mereka.

Performa dan Masalah Teknis

Saat bermain, saya mendapati beberapa bug, yang dapat kamu lihat di video YouTube saya pada bagian 20 dan 22. Secara umum, performa game cukup mulus tanpa penurunan frame yang signifikan, kecuali pada bagian 13, di mana terjadi penurunan frame saat berada di jembatan kereta dengan tetesan air yang jatuh. Meskipun masalah ini jarang terjadi, gangguan ini cukup mengurangi kenyamanan pengalaman bermain.

Keunikan Game

Salah satu aspek yang membuat game ini begitu menarik adalah desain senjatanya. Senjata-senjata dalam game ini mencerminkan kondisi dunia pasca-nuklir dengan modifikasi yang tampak realistis dan inovatif. Elemen ini menambahkan kedalaman imersi yang memperkuat tema bertahan hidup di dunia yang keras dan tak bersahabat lagi.

Kesimpulan

Metro 2033 Redux adalah game yang masih sangat layak dimainkan di tahun 2025 ini atau mungkin kedepannya, meskipun grafisnya mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan standar visual masa kini. Jalan cerita yang unik dan atmosfer dunianya yang mendalam menjadikan game ini salah satu yang terbaik dalam genre survival. Game ini sangat direkomendasikan untuk para penggemar cerita post-apokaliptik dan pengalaman bertahan hidup.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan teknis dan elemen gameplay yang bisa diperbaiki, game ini tetap mampu memberikan pengalaman yang imersif dan mengesankan. Atmosfer dunia pasca-nuklir yang dibangun dengan cermat, ditambah dengan cerita yang padat dan senjata yang unik, membuat game ini tetap relevan dan menyenangkan untuk dimainkan. Game ini juga mengingatkan kita akan pentingnya memadukan elemen narasi dan gameplay untuk menciptakan pengalaman yang kuat dan berkesan. Dengan segala kelebihannya, Metro 2033 Redux adalah sebuah karya yang layak dihargai oleh pemain lama maupun pendatang baru dalam seri ini.

Nilai Akhir

Saya memberikan Metro 2033 Redux skor 8.2 dari 10. Game ini sukses menyuguhkan pengalaman bermain yang memuaskan melalui cerita yang mendalam dan atmosfer yang mengesankan, meskipun terdapat beberapa kekurangan teknis.

Review Metro 2033 Redux
Review Overview
Atmosfer kuat, gameplay dan teknis mulai terasa usang. 8.2
Cerita 8
Atmosfer 9
Gameplay 8
Visual 8
Audio 8
Performa 8
Bagus Atmosfer dunia pasca-nuklir sangat kuat, imersif, dan penuh detail. Cerita utama unik dan menarik, dengan tema survival yang terasa serius. Desain senjata kreatif dan “believable” untuk dunia pasca-perang nuklir, menambah imersi. Visual lingkungan masih memukau untuk ukuran game 2014, terutama tata cahaya dan suasana. Performa teknis secara umum stabil, bug dan penurunan frame hanya terjadi di momen tertentu.
Tidak Bagus Alur cerita kadang sulit diikuti karena banyak informasi penting tersebar di catatan (notes). Gameplay stealth kurang memuaskan akibat perilaku NPC yang tidak konsisten. Pertarungan melawan makhluk non-manusia terasa kaku dan kurang halus. Desain level dan UI penunjuk arah kurang jelas, membuat pemain mudah tersesat. Voice acting terdengar datar dan sistem audio 3D kurang rapi, dialog NPC sering terdengar aneh atau hilang.
Ringkasan
Metro 2033 Redux tetap tampil sebagai FPS survival post-apokaliptik yang kuat berkat atmosfer dunia bawah tanah yang mencekam, cerita yang menarik, dan desain senjata yang unik. Meskipun demikian, sistem stealth yang kurang konsisten, arah level yang tidak selalu jelas, serta kualitas audio dan animasi karakter yang mulai menua membuat pengalaman bermainnya belum terasa sempurna di 2025. Dengan skor 8.2/10, game ini masih sangat layak dicoba oleh penggemar kisah dunia pasca-kiamat yang mengutamakan suasana dan cerita dibandingkan gameplay yang halus tanpa cela.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru
Review Battlefield 1 di 2025: War Stories, Server Sepi, Masih Layak?
Review LEGO Star Wars: The Skywalker Saga – Nostalgia 9 Film dalam Gaya LEGO
Review Tomb Raider (2013): Aksi, Misteri, dan Petualangan
Review Battlefield 6 Open Beta: Chaos Modern yang Bikin Optimis?
TOPIK:Metro 2033 ReduxMetro SeriesNintendo SwitchPCPlaystation 4Xbox One
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?