Stray menjadi salah satu game yang berhasil membuatku tertarik bukan karena satu hal saja, tetapi karena kombinasi banyak elemen yang bekerja dengan cukup baik. Aku memainkannya di PC menggunakan gamepad, sesuai rekomendasi game, dan menamatkan main story dalam waktu sekitar 9 jam 30 menit. Aku membelinya di Steam saat diskon seharga Rp143.400 dari harga normal Rp239.000. Setelah tamat, kesanku terhadap Stray tetap sangat positif, walaupun ada beberapa hal yang membuatku tidak bisa mengatakan pengalaman ini benar-benar sempurna.
Daya tarik paling jelas tentu datang dari konsep memainkan seekor kucing oren. Namun setelah beberapa jam bermain, aku merasa Stray tidak hanya mengandalkan kelucuan atau keunikan karakter utamanya. Visualnya enak dilihat, dunianya menarik untuk dijelajahi, musiknya bekerja sangat baik mengikuti suasana, ceritanya perlahan membuat penasaran, dan perpindahan antara puzzle, eksplorasi, serta bagian pengejaran membuat permainan tetap terasa segar sampai akhir.
Review Stray Versi Narasi
Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses videonya.
Gameplay Stray yang Sederhana tetapi Tetap Menarik
Aktivitas utamaku selama bermain Stray cukup mudah dipahami. Aku banyak berkeliling mencari informasi, membaca petunjuk dari lingkungan, mencari simbol atau lokasi tertentu, menyelesaikan mini puzzle, lalu bergerak menuju area berikutnya. Ada kesan seperti mini detektif karena beberapa bagian tidak langsung memberi jawaban dan memintaku memperhatikan lingkungan dengan lebih serius.
Menurutku pacing gameplay-nya pas. Stray tidak terlalu lambat sampai membuatku kehilangan minat, tetapi juga tidak terburu-buru. Salah satu hal yang paling aku suka adalah bagaimana permainan perlahan meningkatkan rasa penasaran. Pada awalnya, tantangan dan informasi yang diberikan masih sederhana. Semakin jauh aku bermain, semakin banyak potongan cerita dan tantangan yang mulai disusun menjadi sesuatu yang lebih besar.
Pergantian jenis tantangan juga terasa tepat. Setelah menyelesaikan bagian yang lebih banyak berisi pencarian atau puzzle, permainan biasanya mulai memberi tantangan yang lebih menegangkan, seperti bagian pengejaran atau menghindari bahaya. Pola seperti ini membuat satu bagian tidak terlalu lama bertahan dengan ritme yang sama.
Bagian dikejar Zurks menjadi salah satu momen gameplay yang paling menyenangkan bagiku. Ada rasa tegang karena aku harus berpikir cepat sekaligus bergerak cepat. Tantangannya juga tidak terasa terlalu mudah. Karena itu, ketika permainan berpindah dari eksplorasi yang lebih santai ke bagian seperti ini, perubahan ritmenya terasa cukup menyegarkan.
Kontrol dengan gamepad juga terasa responsif dan nyaman. Selama bermain, aku tidak merasa kontrol menjadi penghambat. Justru karena kontrolnya nyaman, aktivitas sederhana seperti bergerak mengelilingi area, mencari jalan, atau menghadapi bagian pengejaran terasa lebih natural.
Puzzle dan Eksplorasi: Menyenangkan, tetapi Bisa Mulai Menyebalkan
Puzzle di Stray menurutku tidak terlalu membuat pusing. Dasarnya, pemain perlu mengamati lingkungan dengan lebih serius. Ada petunjuk, simbol, lokasi, atau objek yang harus ditemukan agar bisa melanjutkan permainan. Tingkat kesulitannya secara umum masih berada di tingkat sedang.
Namun ada batas ketika pencarian mulai terasa menyebalkan. Jika sudah sekitar 10 menit berkeliling tanpa tahu harus melakukan apa, rasa jenuh mulai muncul. Apalagi ketika aku sudah memeriksa suatu lokasi, lalu akhirnya kembali ke tempat yang sama hanya karena belum menemukan petunjuk yang benar. Menurutku ini kemungkinan memang bagian dari cara game mendorong pemain mengeksplorasi kota, tetapi bagi pemain yang kurang memahami petunjuk, bagian tersebut bisa terasa cukup mengganggu.
Aku juga menemukan konten puzzle opsional. Salah satu contohnya adalah berangkas yang tidak bisa langsung dibuka dan meminta pemain mencari kode angka yang terlihat seperti binary code 1 dan 0. Konten semacam ini aku abaikan karena tidak wajib untuk menyelesaikan main story.
Ada pula sistem mengumpulkan memori atau ingatan. Ini juga bersifat opsional, tetapi menurutku jauh lebih penting jika pemain ingin memahami cerita Stray dengan lebih lengkap. Jika beberapa memori tidak ditemukan, ada kemungkinan cerita terasa seperti memiliki bagian yang hilang. Karena itu, sistem ini menarik, tetapi sekaligus menjadi kelemahan bagi pemain yang ingin memahami detail cerita tanpa harus mencari semuanya secara manual.
Eksplorasinya sendiri tidak sampai terasa luar biasa, tetapi cukup memuaskan. Aku sering tertarik melihat area di luar jalur yang paling jelas karena ada interaksi kecil yang menyenangkan. Hal-hal minor seperti ini membuat kegiatan berkeliling tidak terasa kosong.
Tingkah Kucing yang Membuat Dunia Lebih Menyenangkan
Hal yang membuat Stray mudah diingat adalah berbagai tingkah kecil karakter utamanya. Kucing bisa mengeong kepada NPC, menggaruk permukaan tertentu, atau menjatuhkan barang yang berada di pinggir. Aktivitas seperti ini sebenarnya sederhana, tetapi sangat sesuai dengan konsep bermain sebagai kucing.
Salah satu interaksi yang paling kuingat adalah ketika aku menemukan NPC robot yang terlihat sedih. Setelah kucing mengeong kepadanya, ekspresi wajah robot tersebut berubah menjadi tanda love. Interaksi seperti ini tidak mengubah permainan secara besar, tetapi memberikan karakter pada dunia dan membuat eksplorasi terasa lebih menyenangkan.
Daya tarik kucing bagiku bukan terutama karena aku membangun keterikatan emosional yang sangat dalam terhadap karakter tersebut. Yang paling menarik justru tingkah lakunya dan konsep bermain sebagai kucing itu sendiri. Stray berhasil memanfaatkan karakter ini sebagai pusat pengalaman tanpa membuat seluruh game hanya bergantung pada kelucuan.
Visual dan Desain Dunia Stray Sangat Kuat
Visual menjadi salah satu kekuatan terbesar Stray. Menurutku kualitasnya sangat bagus dan memiliki ciri khas sendiri. Dunianya banyak menampilkan suasana suram dan gelap, tetapi tetap memiliki rasa cyber futuristik yang kuat. Kombinasi ini membuat lingkungan terasa menarik untuk dilihat dan dijelajahi.
Area yang memiliki penghuni terasa lebih hidup. Walaupun suasananya terkadang sunyi, NPC tidak hanya berdiri tanpa kegiatan. Mereka memiliki aktivitas masing-masing meskipun sederhana. Hal tersebut cukup untuk memberi kesan bahwa dunia ini benar-benar dihuni.
Animasi juga menjadi bagian yang sangat mengesankan bagiku. Kualitas gerakan dan penyajiannya terasa sangat halus sampai memberi kesan seperti animasi film 3D yang siap ditampilkan di layar lebar. Karakter kucing oren sendiri menjadi elemen visual yang paling menonjol karena tampilannya langsung mudah dikenali dan terasa familiar.
Antvillage menjadi area favoritku dalam Stray. Tempat ini terasa paling cozy dibanding area lain yang aku kunjungi. Ada banyak unsur hijau, beberapa tempat yang memungkinkan kucing bersantai di atas bantal, dan NPC yang rata-rata juga terlihat sedang bersantai. Musiknya ikut memperkuat suasana tersebut.
Antvillage juga terasa tidak terlalu menonjolkan suasana cyber futuristik dibanding beberapa tempat lain. Bagiku, area ini memberi perubahan suasana yang menyenangkan, seperti memiliki karakter lingkungan yang berbeda dari area sebelumnya atau setelahnya. Karena itu, bukan hanya visualnya yang membuat tempat ini menarik, tetapi juga kombinasi desain, aktivitas NPC, dan musik.
UI, menu, ikon, serta informasi di layar juga mudah dipahami. Aku tidak mengalami masalah berarti pada bagian ini. Secara visual, hampir tidak ada kekurangan yang benar-benar mengganggu pengalamanku.
Cerita yang Awalnya Sederhana lalu Semakin Menarik
Cerita Stray pada awalnya terlihat sederhana. Ada kelompok kucing, lalu salah satu kucing terpisah dari kelompoknya karena suatu kejadian. Dari sana, kucing tersebut harus bertahan hidup sendiri dan melewati area yang berbahaya.
Cerita mulai terasa lebih besar setelah pertemuan dengan B-12. Dari titik tersebut, permainan mulai membuka pertanyaan mengenai tempat itu, kondisi dunia luar, dunia secara lebih luas, serta korporat. Hal yang membuatku terus penasaran terutama adalah siapa sebenarnya B-12, hubungan B-12 dengan tempat berlangsungnya cerita, dan apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia Stray.
Cara penyampaian ceritanya seperti memberikan potongan-potongan terpisah layaknya puzzle. Informasi tidak diberikan sekaligus. Pemain menerima pecahan cerita secara bertahap, lalu semakin mendekati akhir semakin banyak bagian yang mulai tersambung.
Menurutku cara ini berhasil karena pengungkapannya ditempatkan dengan tepat. Setiap bagian terasa seperti memberi sesuatu yang baru sehingga permainan tidak cepat membosankan. Rasa penasaran juga meningkat secara alami, bukan langsung dipaksakan sejak awal.
Pacing ceritanya pas. Tidak terlalu lambat sampai membuatku pusing menunggu perkembangan, tetapi juga tidak terlalu cepat sampai aku merasa banyak hal terlewat. Berdasarkan pengalaman bermainku, ada lima chapter memori inti dan dua belas chapter utama, sementara ingatan kecil tertentu bisa terlewat karena harus dicari secara manual.
Kekuatan penulisan ceritanya adalah tidak dibuat terlalu rumit. Walaupun penyampaiannya seperti puzzle, inti ceritanya masih cukup mudah diterjemahkan pemain. Di sisi lain, detail yang lebih lengkap justru menjadi kelemahannya karena beberapa bagian harus ditemukan sendiri. Bagi pemain yang menamatkan game dengan banyak memori belum ditemukan, ada kemungkinan muncul rasa kurang puas karena ceritanya terasa belum sepenuhnya lengkap.
B-12 Menjadi Karakter yang Paling Berkembang
Kalau berbicara soal perkembangan karakter, menurutku B-12 jauh lebih terasa dibandingkan kucing oren. Kucing utamanya tetap bertingkah seperti kucing pada umumnya, walaupun ada beberapa momen yang memberi kesan bahwa ia memahami situasi di sekitarnya.
B-12 berbeda. Selama gameplay berlangsung, karakter ini perlahan mengenal dirinya sendiri. Aku memahami B-12 sebagai robot kecil yang membawa kesadaran manusia yang telah dipindai. Secara teknis, aku melihatnya seperti manusia tanpa jiwa, dan justru konsep inilah yang membuat lore-nya menarik.
Hubungan antara B-12 dan kucing juga terasa semakin dekat. Dari isyarat dan tingkah kucing, aku merasa hubungan mereka berkembang sampai seperti keluarga. Ada momen tertentu yang berkaitan dengan identitas B-12 dan pengorbanan yang menjadi salah satu bagian cerita paling berkesan bagiku, tetapi aku tidak ingin membahas detailnya karena termasuk spoiler berat.
Ending yang Bagus, tetapi Terasa Menggantung
Ending menjadi bagian yang paling membuat perasaanku campur aduk. Aku tidak menganggap ending Stray buruk, tetapi aku tetap merasa kecewa.
Masalah utamanya adalah ending tidak memberi hubungan yang cukup memuaskan dengan apa yang dibangun sejak awal. Tujuan kucing untuk keluar memang mendapatkan jawaban, tetapi aku tidak diperlihatkan pertemuan kembali dengan kelompoknya. Sebenarnya aku masih bisa menerima jika bagian itu memang sengaja tidak diperlihatkan.
Yang lebih membuatku kecewa justru tidak adanya gambaran visual mengenai dunia luar. Sepanjang permainan, dunia luar menjadi salah satu hal yang terus dibicarakan dan membuatku penasaran. Karena itu, ketika akhirnya sampai di akhir, aku berharap setidaknya ada payoff berupa visual yang menunjukkan seperti apa tempat tersebut.
Tanpa itu, ending terasa menggantung dan kurang memberi kepuasan besar setelah perjalanan panjang. Dari cara penyajiannya, aku pribadi merasa seperti ada ruang yang sangat besar untuk melanjutkan cerita ke seri berikutnya. Namun ini murni interpretasiku terhadap ending, bukan berarti aku menganggap keberadaan kelanjutannya sebagai sesuatu yang pasti.
Audio dan Musik yang Mendukung Semua Suasana
Audio menjadi salah satu bagian yang hampir tidak punya masalah bagiku. Musik mampu menyesuaikan suasana dengan sangat baik. Ketika permainan sedang santai, musiknya mendukung suasana tersebut. Ketika situasi mulai menegangkan, musiknya juga ikut meningkatkan ketegangan.
Antvillage menjadi contoh terbaik bagiku karena musik di area tersebut ikut membuat suasananya terasa cozy. Efek suara secara keseluruhan juga sangat bagus.
Untuk suara karakter, aku tidak merasa perlu menilai voice acting karena robot memang bersuara seperti robot dan kucing bersuara seperti kucing. Jadi menurut pengalamanku, tidak ada voice acting konvensional yang perlu menjadi fokus penilaian.
Performa Stabil, tetapi Aku Pernah Mengalami Bug Fatal
Secara umum Stray berjalan stabil di PC yang kugunakan. Loading juga aman dan tidak menjadi masalah. Namun ada satu pengalaman teknis yang sangat mengganggu karena benar-benar menghentikan progresku.
Bug tersebut terjadi pada bagian yang aku kenal sebagai The Slum Part 2. Pada saat harus memulai sebuah puzzle, aku menekan tombol yang seharusnya memulai proses tersebut. Namun bukannya puzzle berjalan normal, karakter kucing justru terpental keluar map.
Bug ini fatal karena aku tidak bisa melanjutkan gameplay ke tahap berikutnya. Aku kemudian segera mengirim email kepada pihak studio pengembang atau penerbit. Email tersebut dibalas sekitar satu hari kemudian, dan menurutku itu merupakan respons yang sangat cepat.
Sayangnya, aku tidak mendapatkan pemberitahuan lanjutan ketika masalah tersebut akhirnya sudah diperbaiki. Karena tidak tahu kapan perbaikannya tersedia, aku akhirnya meninggalkan game sekitar empat bulan. Ketika teringat bahwa Stray belum kutamatkan dan aku kembali bermain, bug tersebut ternyata sudah hilang.
Aku tidak tahu kapan tepatnya masalah tersebut diperbaiki, apakah melalui pembaruan otomatis Steam atau proses lain yang tidak kuperhatikan. Karena itu, aku tidak akan menilai seberapa cepat bug tersebut diperbaiki. Yang bisa kunilai positif hanya kecepatan respons awal terhadap email yang kukirim.
Di luar masalah itu, performanya aman dan aku tidak mengalami gangguan besar lain yang mengubah penilaian keseluruhan.
Harga dan Value Stray
Aku membeli Stray seharga Rp143.400 saat diskon dari harga normal Rp239.000. Untuk harga yang kubayar, menurutku game ini sangat sepadan.
Dengan waktu bermain sekitar 9 jam 30 menit sampai tamat, visual yang sangat bagus, dunia yang menyenangkan untuk dijelajahi, cerita yang membuat penasaran, serta audio dan musik yang kuat, aku tidak merasa rugi membelinya di harga tersebut.
Namun jika harus membeli di Rp239.000, aku lebih menyarankan menunggu diskon. Menurutku kisaran Rp150.000 adalah harga yang paling pas. Alasan utamanya bukan karena Stray jelek, justru sebaliknya. Masalahnya lebih pada durasi dan jumlah konten yang kemungkinan benar-benar dimainkan kebanyakan pemain.
Banyak pencarian, memori, dan puzzle tertentu bersifat opsional. Dalam praktiknya, aku merasa banyak gamer akan fokus pada cerita utama dan hanya menyelesaikan konten tambahan jika kebetulan menemukannya ketika bermain. Aku sendiri setelah tamat tidak memiliki keinginan untuk memainkan Stray untuk kedua kalinya demi melengkapi semua hal yang terlewat. Sekali tamat sudah cukup bagiku.
Karena itu, faktor yang paling menentukan value bukan panjang kontennya, melainkan kualitas pengalaman selama satu kali perjalanan. Visual, cerita, pembangunan dunia, audio, dan musik menjadi alasan utama kenapa harga diskonnya terasa sangat sepadan.
DLC dan Konten Tambahan
Berdasarkan yang aku ketahui selama memainkan Stray, tidak ada DLC yang perlu dimasukkan ke dalam penilaian ini. Karena itu, seluruh review ini berfokus pada game utama dan pengalaman yang benar-benar aku jalani sampai menamatkan main story.
Apakah Stray Layak Dimainkan?
Aku sangat merekomendasikan Stray. Game ini menurutku bisa dimainkan oleh banyak jenis pemain karena gameplay-nya cukup sederhana dan puzzle-nya pada dasarnya tidak terlalu rumit.
Stray akan lebih cocok untuk pemain yang suka game petualangan, gameplay yang sedikit unik, dunia pascakiamat, mini puzzle, eksplorasi sederhana, dan pengalaman bermain yang tidak terlalu berat. Konsep memainkan seekor kucing juga menjadi nilai jual yang sangat kuat karena tidak banyak pengalaman bermain yang memberiku sensasi seperti ini.
Sebaliknya, pemain yang benar-benar tidak suka puzzle atau tidak suka memikirkan potongan-potongan cerita mungkin akan kurang menikmati beberapa bagian. Pemain yang kurang memahami bahasa Inggris juga bisa lebih mudah kebingungan ketika harus membaca petunjuk atau mencari simbol dan lokasi tertentu. Dari pengalamanku sendiri, kebutuhan PC untuk memainkan game ini juga tidak terasa terlalu mahal, walaupun aku tidak membahas spesifikasi teknisnya secara rinci.
Jika ada satu alasan utama kenapa Stray layak dimainkan, bagiku bukan hanya karena kucingnya. Visualnya sangat enak dilihat, puzzle-nya tidak terlalu membuat pusing, dunianya menyenangkan untuk dijelajahi, dan bagian pengejaran atau menghindari bahaya juga seru. Semua elemen tersebut bekerja sebagai satu kombinasi yang membuat pengalaman bermain terasa menyenangkan.
Kesimpulan
Setelah menamatkan Stray dalam sekitar 9 jam 30 menit, aku merasa game ini memberikan pengalaman yang sangat positif. Visual menjadi salah satu kekuatan terbesarnya, dunia menarik untuk dijelajahi, NPC sederhana tetap berhasil membuat lingkungan terasa hidup, musik dan audio bekerja sangat baik, dan cerita perlahan meningkatkan rasa penasaran sampai akhir.
Puzzle-nya cukup sederhana tetapi tetap meminta pemain memperhatikan lingkungan. Sesekali proses mencari petunjuk bisa mulai menyebalkan jika terlalu lama tidak menemukan arah, tetapi secara keseluruhan aku tetap menikmati eksplorasi dan tantangannya. Bagian pengejaran juga berhasil memberi perubahan ritme yang tepat setelah bagian yang lebih santai.
Kekurangan terbesar bagiku ada pada ending yang terasa menggantung dan kurang memberikan payoff terhadap pembahasan mengenai dunia luar. Bug fatal yang sempat menghentikan progres juga menjadi pengalaman buruk, walaupun masalah tersebut sudah tidak muncul ketika aku kembali bermain beberapa bulan kemudian.
Untuk harga Rp143.400 yang kubayar, Stray sangat sepadan. Untuk Rp239.000, aku pribadi lebih memilih menunggu diskon karena durasi sekitar 9 jam 30 menit dan rendahnya keinginanku untuk bermain ulang. Sekitar Rp150.000 adalah harga yang menurutku paling pas.
Walaupun ending-nya tidak sepenuhnya memuaskan dan aku tidak merasa perlu mengulang permainan setelah tamat, Stray tetap menjadi game yang sangat kurekomendasikan. Kombinasi visual, cerita, dunia, musik, eksplorasi, puzzle sederhana, bagian pengejaran, dan tentu saja konsep bermain sebagai kucing membuat perjalanan ini tetap terasa berbeda dan menyenangkan sampai selesai.
