• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Kena: Bridge of Spirits – Visual Pixar, Nuansa Bali, dan Kontroversi Dewasa
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Kena: Bridge of Spirits – Visual Pixar, Nuansa Bali, dan Kontroversi Dewasa
Review Game

Review Kena: Bridge of Spirits – Visual Pixar, Nuansa Bali, dan Kontroversi Dewasa

Dongeng aksi ala Pixar bernuansa Bali dengan keindahan visual dan sisi gelap yang tak disangka.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
9 Min Baca
Review Kena: Bridge of Spirits
SHARE
8.7 Visual indah, puzzle bikin emosi, tema dewasa terselubung
Review Overview

Kena: Bridge of Spirits adalah game aksi-petualangan yang dikembangkan oleh Ember Lab. Sejak pertama kali dirilis, game ini langsung mencuri perhatian berkat visualnya yang memukau bak film animasi Pixar serta alur cerita yang menyentuh hati. Namun, di balik segala keindahan tersebut, terdapat sejumlah elemen yang cukup memicu perdebatan. Lantas, benarkah Kena: Bridge of Spirits layak dimainkan oleh semua kalangan usia? Simak ulasan lengkapnya berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Contents
Review Versi Narasi VideoGameplayUlasan Game Kena Bridge of SpiritsGameplay: Kombat Seru, Puzzle FrustrasiVisual & Audio: Disney Meets BaliNarasi & Karakter: Emosional tapi KontroversialPerforma Teknis: Indah tapi Terkadang LaggyDurasi & Replay ValueFAQ (Pertanyaan Umum)Apakah Kena: Bridge of Spirits cocok untuk anak-anak?Bagaimana cara mengatasi frame drop di PC?Berapa lama durasi menyelesaikan game?Apakah Rot bisa dikostumisasi?Kesimpulan Review Kena Bridge of Spirits

Review Versi Narasi Video

Gameplay

Lihat video gameplay Kena Bridge of Spirits di channel youtube disini.

Ulasan Game Kena Bridge of Spirits

Gameplay: Kombat Seru, Puzzle Frustrasi

Game ini menawarkan mekanik gameplay yang mudah dipelajari. Kombatnya responsif, walau mungkin pemain akan butuh sedikit adaptasi untuk melakukan gerakan menangkis serangan musuh, dan pemain bisa meng-upgrade kemampuan Kena melalui skill tree. Sepanjang petualangan, kamu akan ditemani oleh Rot, makhluk spirit kecil yang imut dan membantu dalam pertarungan serta eksplorasi.

Namun, tidak semua elemen gameplay sempurna. Puzzle dalam game ini saya nilai buruk karena minim petunjuk. Pemain harus mencoba-coba untuk menyelesaikannya, yang bisa membuat frustrasi dan akhirnya melihat petunjuk di internet. Di sisi lain, eksplorasi di dunia terbuka game ini sangat menyenangkan. Kamu akan menjelajahi hutan, desa, dan kuil yang indah sambil ditemani oleh Rot dan iringan musik yang menenangkan.

Visual & Audio: Disney Meets Bali

Salah satu daya tarik utama Kena Bridge of Spirits adalah visualnya yang memukau. Gaya grafisnya mirip film Disney atau Pixar atau pun DreamWorks, dengan karakter dan lingkungan yang warna-warni. Rot, si makhluk spirit, sangat menggemaskan dan menjadi maskot yang sempurna untuk game ini.

Yang menarik, game ini terinspirasi oleh budaya Bali. Nuansa Bali terasa kuat melalui arsitektur, hutan tropis, dan ornamen tradisional yang di parodikan. Soundtrack-nya juga didominasi oleh musik tradisional Bali, yang membuat pengalaman bermain semakin kaya dan autentik.

Narasi & Karakter: Emosional tapi Kontroversial

Cerita Kena Bridge of Spirits berfokus pada Kena, seorang pemuda spirit guide yang bertugas menyembuhkan roh yang terkorupsi dan memulihkan alam. Setiap bos dalam game ini—Taro, Adira, dan Toshi—memiliki latar belakang emosional yang dalam dan cerita yang menarik.

Namun, ada kontroversi tersembunyi dalam cerita game ini. Adegan yang melibatkan karakter Adira dianggap mengandung muatan seksual terselubung. Meskipun tidak vulgar, simbolisme yang digunakan bisa memicu tafsiran dewasa. Oleh karena itu, meskipun game ini direkomendasikan untuk usia 12+, sebaiknya dimainkan oleh pemain berusia 18+.

Performa Teknis: Indah tapi Terkadang Laggy

Di platform PC, Kena Bridge of Spirits menawarkan visual yang memukau, tetapi tidak tanpa masalah. Saya mengalami frame drop di area padat, seperti hutan atau desa rusak. Masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimalisasi pramuat konten game.

Sejauh ini, saya telah memainkan game ini di PC tanpa mengalami penurunan frame rate yang signifikan. Namun, jika kamu melihat videoku dari bagian 1 hingga bagian 8, kamu mungkin akan melihat beberapa kekacauan yang disebabkan oleh penurunan frame rate saat gameplay. Hal ini terjadi karena saya sedang merekam, sehingga pengaturan game tidak dapat dioptimalkan secara maksimal.

Saya menggunakan RTX 2060 dengan RAM 32GB saat mainkan game ini. Setelah mencoba mengatur game untuk performa yang lebih optimal, saya masih menemui masalah penurunan frame rate, terutama saat berpindah secara mendadak di area dengan banyak objek, seperti pepohonan, bangunan yang hancur, dan lainnya.

Dari pengalaman ini, saya menyimpulkan bahwa penurunan frame rate di Kena Bridge of Spirits bisa terjadi meskipun pengaturan game telah disesuaikan, kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya optimalisasi dalam pemuatan konten game. Mengingat bahwa game ini merupakan tipe dunia terbuka, menurut saya penurunan frame rate bukan disebabkan oleh kspetifikasi PC saya yang kurang memadai, melainkan karena sistem sedang berusaha memuat banyak konten secara bersamaan dan mendadak.

Lalu, selama bermain game ini, saya tidak menemukan adanya bug.

Durasi & Replay Value

Untuk menyelesaikan cerita utama, kamu membutuhkan waktu sekitar 9–12 jam. Jika kamu ingin mengeksplorasi semua konten sampingan, seperti mengumpulkan kostum untuk Rot dan Kena, durasinya bisa mencapai 20–26 jam. Namun, dengan harga Rp 169.999 saat artikel ini dibuat, game Kena Bridge of Spirits ini masih wajar dan pantas dibeli.

Sayangnya, nilai ulang main game ini tergolong rendah. Setelah menyelesaikan cerita utama dan konten sampingan, tidak banyak hal yang bisa dilakukan kecuali mengulang untuk koleksi atau speedrun.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Apakah Kena: Bridge of Spirits cocok untuk anak-anak?

Tidak. Meskipun berlabel 12+, terdapat konten simbolis yang bersifat dewasa dan tersembunyi, sehingga tidak sesuai untuk anak-anak.

Bagaimana cara mengatasi frame drop di PC?

Aktifkan mode Performance untuk DLSS, kemudian atur Depth of Field menjadi Limited. Jika masih mengalami penurunan frame rate, pertimbangkan untuk menyesuaikan pengaturan lainnya ke pilihan medium.

Berapa lama durasi menyelesaikan game?

9–12 jam untuk cerita utama, 20+ jam untuk 100% penyelesaian.

Apakah Rot bisa dikostumisasi?

Ya! Ada koleksi topeng lucu untuk Rot dan kostum Kena yang bisa dibeli dengan mata uang dalam game yang bisa dicari dengan mudah.


Kesimpulan Review Kena Bridge of Spirits

Kena: Bridge of Spirits layak diapresiasi sebagai debut gemilang dari Ember Lab. Dengan visual memukau bak film-film Pixar, iringan soundtrack tradisional Bali yang autentik, serta narasi emosional yang menyentuh, game ini berhasil menghadirkan pengalaman bermain yang unik dan memikat. Kehadiran Rot, makhluk spirit mungil nan menggemaskan, menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat para pemain mudah jatuh hati pada game ini.

Namun, di balik keindahannya, *Kena: Bridge of Spirits* tidak sepenuhnya bebas dari kekurangan. Desain puzzle yang cenderung tidak intuitif dan minim petunjuk berpotensi menimbulkan rasa frustrasi, terutama bagi pemain yang tidak terbiasa dengan tantangan serupa. Di sisi lain, meskipun dunia terbukanya tampak memukau, beberapa area terasa kosong dan kurang interaktif, sehingga sedikit mengurangi kepuasan dalam bereksplorasi.

Salah satu aspek yang paling kontroversial adalah keberadaan konten dewasa terselubung, terutama dalam alur cerita karakter Adira. Meskipun tidak ditampilkan secara eksplisit, simbolisme yang digunakan berpotensi memicu penafsiran bernuansa dewasa. Kondisi ini membuat rekomendasi usia 12+ terasa kurang tepat. Idealnya, game ini ditujukan bagi pemain berusia 18+ atau bahkan 21+ yang sudah memiliki kedewasaan untuk memahami konteks cerita secara lebih bijak dan proporsional.

Dari segi performa, *Kena: Bridge of Spirits* menyajikan visual yang memukau, meski tidak sepenuhnya bebas dari masalah teknis. Saat bermain, saya beberapa kali mengalami penurunan frame rate di area-area yang padat detail, seperti hutan lebat atau desa yang hancur. Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena proses pramuat konten yang belum dioptimalkan dengan baik. Meskipun begitu, dengan sedikit penyesuaian pada pengaturan grafis, pemain tetap dapat menikmati permainan ini dengan cukup mulus.

Secara keseluruhan, Kena: Bridge of Spirits adalah game yang sangat layak dimainkan, terutama bagi para penggemar aksi-petualangan dengan fokus pada cerita yang kuat dan menyentuh. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, game ini berhasil menyajikan pengalaman bermain yang memukau sekaligus menghibur.

Jika kamu mencari game dengan visual yang menawan, narasi emosional yang menyentuh, serta tingkat kesulitan yang menantang namun tetap bersahabat, Kena: Bridge of Spirits merupakan pilihan yang sangat tepat.

Review Overview
Visual indah, puzzle bikin emosi, tema dewasa terselubung 8.7
Gameplay 9
Cerita 7
Visual 10
Audio 10
8
Performa 8
Bagus Visual memukau ala film Disney/Pixar dengan dunia penuh warna. Nuansa Bali yang kental lewat arsitektur, ornamen, dan musik tradisional. Cerita emosional dengan boss seperti Taro, Adira, dan Toshi yang punya latar mendalam. Kombat responsif dan menyenangkan, lengkap dengan skill tree untuk upgrade. Durasi 9–12 jam untuk story tergolong pas, harga masih cukup wajar.
Tidak Bagus Puzzle minim petunjuk, cenderung trial-and-error dan gampang bikin frustrasi. Frame drop di area padat meskipun spek PC sudah mumpuni, indikasi optimisasi kurang matang. Konten simbolis dewasa tersembunyi (khususnya terkait Adira), membuat rating 12+ terasa tidak tepat. Beberapa area dunia terasa kosong dan kurang interaktif. Replay value rendah; setelah tamat dan kelar collectible, tidak banyak alasan untuk kembali.
Ringkasan
Kena: Bridge of Spirits memadukan visual ala Pixar, nuansa budaya Bali, dan cerita emosional yang kuat, dibantu Rot sebagai maskot yang menggemaskan. Kombat terasa seru dan responsif, tetapi puzzle yang minim petunjuk, frame drop di area padat, dan beberapa area dunia yang kosong menurunkan kenyamanan bermain. Ditambah lagi, simbolisme dewasa tersembunyi membuatnya lebih cocok untuk pemain dewasa meski rating resminya 12+. Untuk pemain yang mencari aksi-petualangan dengan visual indah dan cerita menyentuh, game ini tetap sangat layak dilirik.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri
Review Clair Obscur: Expedition 33 – RPG Prancis Emosional yang Bikin Baper
Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah
Review DLC Metro Exodus The Two Colonels – Kisah Dua Ayah di Ujung Dunia
GODDESS OF VICTORY: NIKKE Umumkan Perayaan ANNIVERSARY Ketiga — Kisah Klimaks, Mode Surface Beta, dan 3 Karakter SSR Baru
TOPIK:Kena: Bridge of SpiritsPCPlaystation 4Playstation 5SteamXbox OneXbox Series
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?