• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • Review
  • News
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Neverness to Everness Buka Pendaftaran Closed Test “Co-Ex” untuk PS5, PC, dan Mobile
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > News > News Games > Neverness to Everness Buka Pendaftaran Closed Test “Co-Ex” untuk PS5, PC, dan Mobile
NewsNews Games

Neverness to Everness Buka Pendaftaran Closed Test “Co-Ex” untuk PS5, PC, dan Mobile

RPG action open world urban dengan tema supranatural siap diuji pemain global

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:42 PM
Anggara Prima Nanda
Share
4 Min Baca
Neverness to Everness
SHARE

Publisher Perfect World Games bersama developer Hotta Studio resmi membuka pendaftaran closed test “Co-Ex Test” untuk Neverness to Everness, sebuah RPG action open world urban yang mengusung tema supranatural. Pengujian tertutup ini akan tersedia di berbagai platform, mulai dari PlayStation 5, PC, hingga perangkat iOS dan Android.

Contents
RPG urban dengan dunia supranaturalKota Hethereau yang hidup dan penuh keanehanCerita ringan, rumor, dan potongan kehidupanInteraksi karakter dan hubungan sosialKebebasan gaya hidup di dunia open worldCo-Ex Test Trailer: Hello, NewcomerMenuju rilis penuh

Uji coba ini mendukung banyak bahasa teks, termasuk Inggris, Jepang, Korea, Mandarin (Tradisional dan Sederhana), Prancis, Jerman, Spanyol, dan Rusia. Untuk sulih suara, pemain dapat memilih bahasa Inggris, Jepang, Korea, serta Mandarin.

RPG urban dengan dunia supranatural

Neverness to Everness adalah game RPG open world bertema kota modern yang dipenuhi fenomena anomali. Cerita berpusat di kota Hethereau, tempat pemain berperan sebagai Anomaly Hunter “tanpa lisensi” pertama. Dalam perjalanan, pemain akan bergabung dengan sebuah toko barang antik bernama Eibon, yang bertahan hidup dengan menerima komisi penyelidikan anomali dari warga kota.

Bersama rekan-rekan yang unik dan tidak biasa, pemain akan menyelami berbagai misteri perkotaan, menjalani petualangan yang kadang ringan dan penuh humor, namun juga sarat emosi. Setiap misi dan interaksi membentuk kisah urban personal yang berkembang seiring waktu.

Kota Hethereau yang hidup dan penuh keanehan

Hethereau digambarkan sebagai metropolis terbuka yang sibuk dan penuh kontras. Di satu sudut, gedung Bureau of Anomaly Control dipadati Oddities yang mengantre izin tinggal. Di sisi lain, seorang Esper membersihkan jas kerjanya hanya dengan satu jentikan jari di stasiun kereta. Kejar-kejaran aneh, tokoh eksentrik, hingga kejadian supranatural menjadi pemandangan sehari-hari.

Pendekatan ini membuat dunia Neverness to Everness terasa hidup. Aktivitas harian warga, rumor yang beredar, hingga siaran berita fiktif di dalam game berfungsi sebagai cara naratif untuk memperkenalkan konflik, karakter, dan misteri yang akan dihadapi pemain.

Cerita ringan, rumor, dan potongan kehidupan

Narasi tidak hanya disampaikan lewat misi utama. Pemain akan menemukan potongan cerita kecil berupa rumor, berita, dan kejadian sehari-hari. Mulai dari kisah toko gadai misterius yang hanya muncul saat bulan purnama, drama romansa antar karakter antropomorfik, hingga informasi internal tentang toko-toko dan organisasi di kota.

Pendekatan episodik ini membangun atmosfer urban yang santai namun penuh tanda tanya, memperkaya dunia tanpa harus selalu mengandalkan konflik besar.

Interaksi karakter dan hubungan sosial

Sepanjang eksplorasi, pemain akan bertemu berbagai karakter unik: pemilik toko misterius di gang sepi, bodyguard dengan kekuatan luar biasa, robot butler serba bisa, hingga teknisi berkepala televisi dengan kebiasaan makan yang aneh. Sebagai anggota Eibon, pemain tidak pernah benar-benar sendirian.

Sistem hubungan sosial memungkinkan pemain memperluas jaringan pertemanan, menambah anggota faksi sebagai kontak, serta membuka side story yang berfokus pada ikatan dan latar belakang karakter. Elemen ini menempatkan hubungan antarkarakter sebagai bagian penting dari progresi.

Kebebasan gaya hidup di dunia open world

Selain bertarung dan menyelidiki anomali, Neverness to Everness memberi kebebasan dalam menjalani kehidupan kota. Pemain dapat mengendarai mobil yang dikustomisasi, melaju di jalanan kota, atau menggunakan sarana transportasi unik seperti Ghost Train untuk berpindah cepat melalui ruang anomali.

Di waktu luang, pemain bisa berbelanja barang musiman di Hankaku Street, membeli hunian sendiri, dan menata interior sesuai selera. Pilihan-pilihan ini memperkuat kesan bahwa kota Hethereau bukan sekadar arena aksi, melainkan ruang hidup yang berkembang mengikuti gaya bermain masing-masing pemain.

Co-Ex Test Trailer: Hello, Newcomer

Menuju rilis penuh

Hingga saat ini, Neverness to Everness belum memiliki tanggal rilis resmi. Namun, dibukanya pendaftaran Co-Ex Test menjadi langkah penting menuju fase berikutnya. Dengan dukungan lintas platform, fokus pada dunia urban supranatural, serta kombinasi RPG, action, dan open world, game ini mulai menempatkan diri sebagai salah satu proyek ambisius yang patut diperhatikan dalam waktu dekat.

Anda Mungkin Juga Menyukai

NVIDIA Dikabarkan Akan Pangkas Produksi GPU Gaming di 2026: Apa Artinya bagi Gamers?
Steam resmi beralih ke klien 64-bit di Windows, dukungan Windows 32-bit dihentikan 1 Jan 2026
AMD Klaim Jaga Price Radeon Tetap Masuk Akal di Tengah Krisis DRAM
Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang
Review Alone in the Dark: Horor Suasana Berkedok Detektif Conan
TOPIK:AndroidiOSNeverness to EvernessPCPlaystation 5
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Alone in the Dark 2024
Review Game

Review Alone in the Dark: Horor Suasana Berkedok Detektif Conan

13/08/2026
Review Battlefield Bad Company 2
Review Game

Review Battlefield Bad Company 2 — Campaign Pendek yang Ledakannya Masih Nempel di Kepala

13/08/2026
Review Battlefield Bad Company
Review Game

Review Battlefield: Bad Company — Menghancurkan Tembok Jadi Alasan Utama Bertahan Sampai Tamat

02/08/2026
Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?