AMD menyatakan berkomitmen menjaga produk Radeon tetap terjangkau untuk konsumen sehari-hari, bukan hanya untuk kalangan enthusiast. Pernyataan ini muncul di tengah situasi harga kartu grafis yang kembali naik, dipicu kelangkaan DRAM yang menekan biaya komponen memori dan memengaruhi dinamika pasar.
David McAfee, Vice President and General Manager of Ryzen and Radeon di AMD, mengatakan kepada Gizmodo bahwa perusahaan menargetkan kenaikan harga tetap berada dalam batas yang “masuk akal.” Meski demikian, ia juga mengakui situasi kekurangan memori membuat upaya menahan lonjakan harga menjadi semakin sulit dipertahankan secara konsisten.
AMD: Relasi Pemasok DRAM Jadi Kunci, Tetapi Tekanan Pasar Tetap Ada
McAfee menjelaskan AMD membangun hubungan jangka panjang dengan pemasok DRAM untuk memastikan ketersediaan memori bagi lini kartu grafis Radeon. Dalam praktiknya, konsistensi pasokan memori dinilai penting agar produksi tidak tersendat dan harga tidak berfluktuasi ekstrem.
AMD juga disebut terus berkolaborasi dengan mitra AIC (add-in card) agar harga tetap kompetitif. Namun, menurut McAfee, menjaga kondisi ini secara berkelanjutan di tengah krisis pasokan yang berlangsung saat ini tetap tidak realistis. Artinya, meski AMD berupaya menahan dampak, tekanan biaya dan kondisi pasar masih dapat mendorong kenaikan harga di tingkat ritel.
Konteks Pasar: Harga RTX 50-Series Naik, Jadi Peluang Bagi AMD
Di sisi kompetitor, harga Nvidia GeForce RTX 50-series (codename Blackwell) disebut sudah melonjak tinggi. Kondisi tersebut, menurut laporan, berpotensi menjadi peluang bagi AMD untuk mengambil pangsa pasar jika mampu menjaga kenaikan harga tetap moderat.
Namun ada catatan penting: RDNA 4 disebut belum memiliki jawaban untuk model kelas atas Nvidia, seperti GeForce RTX 5080 dan di atasnya. Dengan kata lain, peluang AMD lebih kuat pada segmen yang sensitif terhadap harga, bukan pada puncak performa tertinggi.
Kenaikan di Radeon RX 9000: 10%–17% Dalam Tiga Bulan
Laporan tersebut menyebut seri Radeon RX 9000 mengalami kenaikan harga sekitar 10% hingga 17% di berbagai model dalam tiga bulan terakhir. Angka terbesar dicatat oleh model flagship.
- Radeon RX 9070 XT: naik hingga 17%
- Radeon RX 9070: naik hingga 15%
- Radeon RX 9060 XT 16GB: naik hingga 14%
- Radeon RX 9060 XT 8GB: naik hingga 10%
Dalam penjelasan yang sama, disebutkan RX 9060 XT 16GB berada di tengah karena memiliki kapasitas memori dua kali lipat dibanding varian 8GB.
Ringkasan Variasi Harga (Tiga Bulan Terakhir)
Berikut rangkuman variasi harga dan arsitektur berdasarkan data yang disertakan:
| Kartu Grafis | Variasi Harga | Arsitektur |
|---|---|---|
| Radeon RX 9070 XT | hingga 17% | RDNA 4 |
| Radeon RX 9070 | hingga 15% | RDNA 4 |
| Radeon RX 9060 XT 16GB | hingga 14% | RDNA 4 |
| Radeon RX 9060 XT 8GB | hingga 10% | RDNA 4 |
| Radeon RX 7900 XTX | hingga 10% | RDNA 3 |
| Radeon RX 7900 XT | hingga 4% | RDNA 3 |
| Radeon RX 7800 XT | hingga 6% | RDNA 3 |
| Radeon RX 7600 XT | hingga 13% | RDNA 3 |
Radeon RX 7000 Ikut Naik, Model “Budget” Justru Lebih Terasa
Kenaikan harga juga merembet ke generasi sebelumnya, yakni Radeon RX 7000. Disebutkan bahwa Radeon RX 7900 XTX kini dapat berharga hingga 10% lebih mahal dibanding tiga bulan sebelumnya. Sementara itu, Radeon RX 7900 XT dan Radeon RX 7800 XT masing-masing naik 4% dan 6%.
Yang dianggap mengejutkan, Radeon RX 7600 XT—yang diposisikan lebih berorientasi budget—disebut mengalami kenaikan paling tajam di generasi RDNA 3, yakni 13%. Ini mengindikasikan tekanan pasokan dan penyesuaian pasar tidak selalu “ramah” untuk segmen yang seharusnya sensitif terhadap harga.
Retailer dan Sinyal Kenaikan Tambahan: $10 per 8GB Memori
Retailer yang dikutip Tom’s Hardware bulan lalu menyatakan AMD telah menaikkan harga Radeon RX 9000-series sebesar $10 per 8GB memori. Dalam praktiknya, angka ini biasanya setara dengan kenaikan 3% hingga 5%, tergantung model.
Namun, markup yang tampak saat ini disebut bisa lebih besar karena retailer menyesuaikan harga mengikuti kondisi pasar. Sumber yang sama juga menyebut ada indikasi kenaikan tambahan untuk Radeon RX 9000-series kemungkinan terjadi bulan ini, sehingga kenaikan yang terlihat sekarang bisa dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Strategi Konsumen: “Menunggu” vs Krisis yang Bisa Lebih Panjang
Bagi konsumen yang melewati masa kelangkaan kartu grafis era COVID, strategi yang sering dianggap paling aman adalah menunggu hingga harga kembali normal. Laporan tersebut menambahkan bahwa krisis sebelumnya berlangsung sekitar dua tahun.
Untuk kondisi saat ini, krisis yang dipicu kebutuhan AI disebut berpotensi berlangsung jauh lebih lama. Sejumlah pakar industri memperkirakan kekurangan NAND dan DRAM dapat berlanjut hingga 2028, atau bahkan bisa memanjang sampai satu dekade. Jika prediksi itu terjadi, volatilitas harga kemungkinan akan menjadi bagian dari “normal baru” dalam beberapa tahun ke depan, termasuk pada dinamika Price di pasar GPU.
