• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Asus Bantah Rumor Produksi RAM di Tengah Kelangkaan DRAM Global
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > News > News Tech > Asus Bantah Rumor Produksi RAM di Tengah Kelangkaan DRAM Global
NewsNews Tech

Asus Bantah Rumor Produksi RAM di Tengah Kelangkaan DRAM Global

Harga DRAM melonjak, tapi Asus memastikan tidak akan masuk bisnis manufaktur RAM

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:42 PM
Anggara Prima Nanda
Share
3 Min Baca
Asus HQ
SHARE

Di tengah kondisi pasar memori yang kian menegang, muncul rumor bahwa Asus akan terjun langsung ke bisnis manufaktur RAM untuk merespons lonjakan harga dan kelangkaan DRAM. Namun, laporan tersebut dipatahkan secara tegas. Media pemerintah Taiwan, CNA, menyebut telah mengonfirmasi langsung ke pihak terkait—dan jawabannya jelas: tidak.

Contents
Latar belakang kelangkaan DRAMKlarifikasi langsung dari sumberMengapa Asus tidak masuk manufaktur memoriImplikasi bagi pasar dan konsumenKesimpulan

Latar belakang kelangkaan DRAM

Kondisi pasar memori saat ini tergolong ekstrem. Harga spot IC DDR5 DRAM dilaporkan melonjak hingga empat kali lipat, sementara harga ritel sering kali lebih tinggi lagi. Permintaan yang dipicu oleh ekspansi AI dan pusat data memperparah tekanan pasokan, sehingga memunculkan spekulasi bahwa produsen perangkat keras besar akan “menyelamatkan” pasar dengan memproduksi memori sendiri.

Dalam konteks inilah nama Asus terseret rumor. Sebagai vendor teknologi yang membutuhkan DRAM dalam jumlah besar untuk berbagai produknya—mulai dari PC, laptop, hingga perangkat gaming—gagasan Asus memproduksi RAM sendiri sekilas terdengar masuk akal.

Klarifikasi langsung dari sumber

CNA melaporkan bahwa rumor tersebut tidak benar. Klaim awal menyebut Asus akan mulai mengirimkan produk RAM pada paruh kedua tahun depan. Garis waktu ini dinilai tidak realistis. Membangun fasilitas manufaktur memori bukan perkara cepat; bahkan dengan IP memori dan pengalaman puluhan tahun, prosesnya membutuhkan setidaknya dua tahun. Asus tidak memiliki latar belakang manufaktur DRAM yang diperlukan untuk memenuhi tenggat tersebut.

Dengan kata lain, rumor tersebut runtuh saat diuji dengan realitas industri semikonduktor.

Mengapa Asus tidak masuk manufaktur memori

Ada perbedaan mendasar antara merakit komponen dan memproduksi mikrochip. Asus dikenal sebagai perusahaan yang menjual produk ke pengguna akhir dengan mengandalkan chip dari produsen lain. Memang, Asus memproduksi berbagai komponen seperti motherboard, kartu grafis, dan periferal—namun itu berbeda jauh dari fabrikasi DRAM, yang memerlukan fasilitas fab, proses litografi canggih, serta rantai pasok khusus.

Selain itu, kelangkaan bersifat siklikal. Ketika pasokan kembali normal, investasi besar pada lini produksi memori berisiko tidak lagi ekonomis. Karena itu, masuknya Asus ke manufaktur DRAM untuk merespons kondisi sementara dinilai tidak sejalan dengan model bisnisnya.

Implikasi bagi pasar dan konsumen

Bantahan ini menegaskan bahwa tidak ada pemain baru dari kubu vendor PC besar yang akan segera menambah pasokan DRAM. Artinya, tekanan harga kemungkinan masih akan bertahan hingga kapasitas dari produsen memori mapan kembali seimbang dengan permintaan. Bagi konsumen, ini juga berarti cerita “RAM langka” belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Rumor Asus memproduksi RAM sendiri terbukti keliru. Meski kebutuhan DRAM perusahaan sangat besar, realitas teknis dan ekonomi membuat langkah tersebut tidak masuk akal dalam jangka pendek. Untuk saat ini, pasar memori tetap bergantung pada produsen DRAM tradisional—dan konsumen perlu bersiap menghadapi fluktuasi harga hingga situasi pasokan kembali stabil.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Daftar Game Paling di Nanti 2026: Rilisan Terbesar dan Paling Dinanti Gamer
Film Chou Kaguya-hime! (Cosmic Princess Kaguya!) Ungkap Pemeran Tambahan, Trailer Kedua, dan Visual Baru
Kingdom Season 6 Umumkan Sekuel usai Episode Final, Rilis PV dan Visual Baru
Harga RAM Naik Gila-gilaan: AI, Produsen, dan Dampaknya ke Konsumen
Pasokan GPU NVIDIA Diklaim Dipangkas hingga 20%, Harga Berisiko Makin Naik untuk Gamer
TOPIK:AsusDRAMRAM
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?