Laporan terbaru dari media teknologi Jepang ITmedia (10 Januari) menyebut sejumlah toko PC di kawasan Akihabara, Japan mulai “pasrah” menghadapi tekanan harga dan masalah pasokan yang terus berlanjut pada berbagai komponen PC, terutama GPU di RTX 5060 Ti. Menurut laporan tersebut, kartu grafis disebut habis hampir seketika begitu tiba, sementara model kelas atas semakin sulit dipertahankan stoknya—dan belum ada kejelasan kapan unit pengganti akan tersedia.
Dalam pembaruan ini, ITmedia menggambarkan area penjualan GPU sebagai “sedikit pedas”, merujuk pada kondisi stok yang tipis serta tekanan pasokan yang kian terlihat jelas di lantai penjualan.
Permintaan Stabil, Tapi Stok Sangat Tipis
Sejumlah staf toko yang diwawancarai ITmedia menyebut permintaan masih berada dalam kondisi “stabil dan terinformasi”. Artinya, minat pembelian tetap ada namun tidak sampai memicu gelombang panic buying besar-besaran. Meski begitu, ketersediaan unit dinilai cukup mengkhawatirkan karena inventaris yang sangat terbatas.
Di PC Studio Akihabara Parts Museum misalnya, pegawai menyebut hampir semua kartu grafis yang masuk ke rak penjualan cenderung langsung laku. Situasi serupa disebut juga terjadi di beberapa toko lain di kawasan tersebut.
Toko Perketat Aturan Pembelian GPU
Sebagai respons, sejumlah retailer mulai memperketat aturan pembelian agar stok tidak langsung terserap oleh pihak tertentu. Dospara Akihabara Main Store dan PC SHOP Ark dilaporkan memasang pemberitahuan pembatasan pembelian GPU, terlepas dari modelnya. ITmedia menambahkan bahwa PC SHOP Ark telah mempertahankan bentuk pembatasan tertentu sejak akhir 2025.
Menariknya, pembatasan ini tidak menyasar satu vendor atau SKU tertentu. Namun, beberapa toko mengakui tekanan paling berat terjadi pada model kelas atas, terutama model dengan kapasitas memori lebih besar.
RTX 5060 Ti 16GB dan Atas Jadi “Titik Tekanan”
Dalam laporan ITmedia, beberapa retailer berulang kali menunjuk GeForce RTX 5060 Ti 16GB dan model di atasnya sebagai titik tekanan utama. Stok pada tier tersebut disebut jauh lebih rapuh dibanding kartu kelas bawah.
ITmedia menilai tren ini sebenarnya sudah diprediksi menjelang akhir tahun, namun kini kondisinya semakin jelas terlihat. Artinya, bukan hanya “stok tipis”, tetapi kelangkaannya sudah mulai tampak langsung di etalase toko.
Di TSUKUMO eX., kekurangan GPU kelas atas dilaporkan sedemikian parah hingga sekitar setengah area showcase ditutup karena minimnya barang yang bisa dipajang. Salah satu perwakilan toko juga menyebut Radeon relatif lebih tersedia, namun situasinya bisa berubah sewaktu-waktu.
Restock Tidak Jelas, Tekanan Diduga Datang dari Hulu
Masalah terbesar yang disorot laporan ini adalah ketidakjelasan waktu restock. Beberapa toko menyatakan tekanan pasokan terjadi “jauh dari hulu”, mengindikasikan masalah ada di tingkat distribusi atau produksi.
Ada pula toko yang menyinggung rumor tentang masalah harga dan distribusi upstream, termasuk pembicaraan bahwa pengiriman sementara diperlambat atau dihentikan, sehingga retailer tidak dapat memperkirakan kapan GPU kelas atas akan kembali masuk.
Kondisi Memburuk Dibanding Akhir 2025
ITmedia menautkan kondisi Januari ini dengan laporan akhir Desember, saat toko-toko Akihabara sudah mulai membatasi pembelian GPU kapasitas tinggi, misalnya “satu unit per SKU per grup pelanggan”, serta memperingatkan bahwa GPU kelas 16GB bisa menjadi sulit diisi ulang.
Namun perubahan paling terasa saat ini adalah kelangkaannya terlihat nyata di lantai penjualan. Bahkan ada retailer yang disebut sampai menutup rak kosong dengan kain tirai karena tidak ada stok untuk dipamerkan, sekaligus karena kecilnya kemungkinan unit baru tiba dalam waktu dekat.
Dampak Global Bisa Menyusul
Meski laporan ini berfokus pada Japan, kategori produk yang terdampak sebenarnya sedang berada dalam tekanan global. GPU dengan kapasitas memori tinggi lebih rentan terhadap kenaikan biaya memori dan pasokan memori yang terbatas, sehingga tekanan ini berpotensi meluas ke pasar lain.
Jika tren biaya memori dan pasokan tidak membaik, retailer di berbagai wilayah kemungkinan akan mengalami pola yang sama: stok cepat habis, pembatasan pembelian diperketat, dan konsumen makin sulit menemukan GPU kelas atas di pasaran.
