• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Review A Story About My Uncle
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru
Review Game

Review Game A Story About My Uncle: Fantasi Seru

Dongeng fantasi pendek dengan grappling hook menantang

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
5 Min Baca
Review A Story About My Uncle
SHARE
Review A Story About My Uncle
6 Petualangan dongeng seru tapi singkat
Review Overview

“A Story About My Uncle” adalah game petualangan naratif yang mengajak pemain menyelami sebuah dunia fantasi memukau, dipenuhi nuansa dongeng yang kental. Game ini menonjol berkat mekanisme traversal berbasis grappling hook yang unik, dipadukan dengan desain dunia yang sangat imersif dan memikat secara visual.

Namun, seberapa berkesan pengalaman yang sebenarnya ditawarkan oleh game ini? Berikut adalah review game A Story About My Uncle.

Contents
Ulasan Versi VideoCerita dan NarasiGameplayGameplay YoutubeVisual dan Desain DuniaAudio dan MusikDurasi dan HargaKelebihan dan Kekurangan A Story About My UncleKelebihan:Kekurangan:

Ulasan Versi Video

Cerita dan Narasi

Cerita dalam “A Story About My Uncle” menyajikan suasana dongeng yang memikat. Narasinya dikembangkan melalui interaksi dengan dunia serta disertai dengan berbagai elemen tersembunyi yang menambah kedalaman latar belakang cerita. Namun begitu, kisah ini berpotensi terasa kurang utuh karena beberapa informasi penting tersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau atau mudah diabaikan jika pemain tidak cukup eksploratif, yang disebabkan kesulitan dalam melakukan grappling hook atau perihal lainnya.

Meskipun akhir cerita ini terasa lazim untuk sebuah dongeng, rasa kurang puas dapat muncul karena penyelesaiannya tampak ambigu atau terlalu sederhana. Namun, hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat dongeng kerap memiliki akhir yang dibiarkan terbuka bagi berbagai penafsiran.

Gameplay

Mekanika game A Story About My Uncle sangat sederhana, dengan kontrol utama yang hanya mencakup tombol spasi dan klik mouse. Penggunaan grappling hook untuk melompat dari satu batu ke batu lainnya menambah tantangan yang unik, menciptakan pengalaman yang sekaligus menegangkan dan memuaskan.

Tingkat kesulitan dalam game ini sangat bergantung pada kemampuan pemain dalam memprediksi jarak dan akurasi. Salah satu tantangan terbesar dapat ditemukan di peta “Chasms,” yang gelap dan sulit untuk dinavigasi. Pemain mungkin akan bisa merasa frustrasi akibat minimnya panduan visual di kawasan ini, yang menuntut kreativitas untuk mengatasi berbagai rintangan yang ada.

Sebagai contoh, pengalaman bermain saya di lokasi tersebut sangat membuat frustrasi. Saya menghabiskan waktu hingga 15 menit lebih hanya untuk melewati satu rintangan, yang tidak dilengkapi dengan panduan visual. Selain itu, bebatuan berwarna hitam hampir menyerupai warna dasar jurang, membuatnya semakin sulit untuk dikenali.

Gameplay Youtube

Kamu dapat melihat gameplay dari game ini melalui playlist di bawah ini.

Visual dan Desain Dunia

Desain dunia dalam game A Story About My Uncle sangat bervariasi tergantung pada area yang dijelajahi. Desa awal, seperti “Sanctuary” dan “Village,” terasa bisa saja dan kurang begitu menarik. Namun, saat pemain memasuki “Star Haven,” mereka akan disambut oleh pemandangan yang lebih memukau dan penuh warna. Sayangnya, pada bagian akhir permainan, terutama di “Ice Cave,” desain yang ditampilkan cenderung monoton, hanya menampilkan tebing-tebing tanpa elemen pemandangan yang memuaskan untuk dinikmati. Meskipun terdapat elemen menarik di akhir peta atau penghujung cerita, seperti paus besar yang membeku dan mati, sayangnya, tidak ada narasi yang menjelaskan kehadiran elemen tersebut.

Salah satu aspek yang mengecewakan adalah visualisasi karakter, terutama manusia kodok yang merupakan bagian dari masyarakat dalam dongeng ini. Implementasi 3D mereka tampak kurang memuaskan dibandingkan dengan ilustrasi yang ditampilkan dalam game, yang secara estetika cukup menarik.

Audio dan Musik

Musik dalam game ini menciptakan suasana yang santai dan menenangkan, sesuai dengan tema dongeng yang diusung. Tidak ada momen musikal yang terlalu tegang, berbeda dengan game aksi pada umumnya. Kualitas audio dialog juga sangat baik, tanpa adanya kendala teknis yang signifikan.

Durasi dan Harga

Dengan durasi gameplay sekitar dua jam dan harga normal sekitar Rp 130.000, game A Story About My Uncle tampak sedikit mahal, terutama karena tingkat replayability (dimainkan ulang) yang rendah. Harga yang lebih wajar mungkin berada di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 80.000, mengingat nilai hiburan yang ditawarkannya hanya untuk satu kali permainan.

Kelebihan dan Kekurangan A Story About My Uncle

Kelebihan:

  • Cerita dengan elemen dongeng yang menarik.
  • Tantangan unik dalam penggunaan grappling hook.

Kekurangan:

  • Lokasi interaksi cerita yang terlalu tersembunyi.
  • Map “Chasms” yang terlalu gelap dan sulit dinavigasi.
  • Visual karakter yang kurang memuaskan.

Kesimpulan dan Penilaian

A Story About My Uncle” menawarkan pengalaman petualangan yang unik dengan gameplay berbasis eksplorasi dan cerita fantasi yang menyenangkan. Dengan mekanik lompatan yang kreatif, game ini mengundang pemain untuk menyelami kisah petualangan Nephew. Namun, meskipun konsepnya menarik, kekurangan dalam desain dunia dan kekosongan pada alur cerita membuat pengalaman bermain terasa kurang lengkap. Game ini cocok bagi pemain yang menikmati eksplorasi ringan dan alur cerita dengan nuansa dongeng, meski tanpa banyak pilihan atau variasi.

Review A Story About My Uncle
Review Overview
Petualangan dongeng seru tapi singkat 6
Cerita 5
Gameplay 8
Visual 3
Desain Dunia 5
Audio 8
Musik 7
Bagus Cerita bergaya dongeng yang hangat dan memikat, dengan narasi fantasi yang enak diikuti. Mekanik grappling hook sederhana tapi seru, bikin traversal terasa unik dan menegangkan. Kontrol dasar sangat mudah dipelajari (space + klik), ramah untuk pemain kasual. Musik tenang dan menenangkan, kualitas audio dialog bersih tanpa masalah teknis berarti.
Tidak Bagus Banyak detail cerita penting tersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau, bikin kisah terasa kurang utuh Map “Chasms” terlalu gelap dan minim panduan visual, berpotensi bikin frustrasi. Desain dunia tidak konsisten: beberapa area terasa biasa saja atau monoton (misalnya Ice Cave). Visual karakter (terutama manusia kodok) kurang memuaskan dibanding ilustrasinya. Durasi hanya ±2 jam dengan replayability rendah, kurang sepadan dengan harga normal.
Ringkasan
A Story About My Uncle menawarkan pengalaman petualangan dongeng yang unik dengan mekanik grappling hook yang sederhana namun menegangkan. Dunia yang kamu jelajahi terasa imajinatif, didukung musik yang menenangkan dan kontrol yang ramah pemain baru. Sayangnya, banyak elemen cerita penting tersembunyi di area yang sulit dijangkau, beberapa level seperti “Chasms” terlalu gelap dan membuat frustasi, serta desain visual karakter terasa kurang maksimal. Dengan durasi sekitar dua jam dan replayability yang rendah, game ini lebih cocok dibeli saat diskon, terutama bagi pemain yang mencari pengalaman cerita singkat bergaya dongeng ketimbang gameplay panjang penuh variasi.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Cities: Skylines II – City Builder Modern yang Kuat tapi Berat
Review Sniper Elite 1 — Game Sniper Jadul yang Bikin Frustrasi
HoloType: Treasure Zombie Island Diumumkan untuk PC via Steam
Review Battlefield 6 Season 1 “Rogue Ops” – Update Padat Tapi Mengecilkan Battlefield
Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal
TOPIK:A Story About My UnclePC
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?