Perusahaan produksi Nikkatsu mengumumkan adaptasi anime untuk manga Historie karya Hitoshi Iwaaki. Pengumuman tersebut disertai dengan perilisan teaser promotional video serta teaser visual yang memberikan gambaran awal mengenai proyek adaptasi ini.
Kabar ini menandai langkah besar bagi Historie, sebuah manga bertema sejarah yang telah lama dikenal karena pendekatan naratifnya yang serius dan riset historis yang kuat.
Teaser Trailer
Produksi Anime oleh LIDENFILMS
Adaptasi anime Historie akan diproduksi oleh LIDENFILMS, studio animasi yang sebelumnya mengerjakan berbagai judul populer seperti Tokyo Revengers dan Yofukashi no Uta (Call of the Night). Keterlibatan LIDENFILMS menempatkan proyek ini di tangan studio dengan pengalaman menangani cerita berfokus karakter dan konflik intens.
Hingga saat ini, pihak produksi belum mengungkap jadwal tayang, format penayangan, maupun jajaran staf inti di balik layar. Informasi lanjutan diperkirakan akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi.
Perjalanan Manga Historie
Manga Historie mulai diserialisasikan oleh Hitoshi Iwaaki di majalah Afternoon pada Januari 2003. Karya ini dikenal sebagai manga petualangan sejarah yang mengangkat tokoh-tokoh besar dunia kuno dengan pendekatan yang lebih personal dan manusiawi.
Penerbit Kodansha merilis volume ke-12 manga tersebut pada 21 Juni. Hingga kini, Historie telah mencatatkan total sirkulasi sekitar 4,7 juta kopi, menunjukkan daya tariknya yang konsisten di kalangan pembaca manga seinen.
Latar Cerita dan Tokoh Utama
Alih-alih berfokus langsung pada Alexander Agung—sosok legendaris yang dikenal luas sebagai salah satu panglima militer terbesar sepanjang sejarah—Historie menempatkan sorotan pada Eumenes, tangan kanan Alexander yang kerap terpinggirkan dalam catatan sejarah populer.

Eumenes digambarkan sebagai figur yang menempuh kehidupan penuh gejolak, menghadapi berbagai rintangan, serta melakukan perjalanan panjang yang mempertemukannya dengan banyak tokoh berpengaruh di masanya. Kisah ini menekankan bahwa posisi Eumenes bukanlah hasil keberuntungan atau garis keturunan semata, melainkan buah dari kecerdasan, bakat, dan kepercayaan diri yang ia pertaruhkan di tengah kerasnya dunia politik dan militer.
Dengan pendekatan narasi tersebut, Historie menyajikan sudut pandang alternatif terhadap era Alexander Agung—menggambarkan dinamika kekuasaan, ambisi, dan perjuangan individu di balik kejayaan sejarah besar.
