Pada sesi tanya jawab di Las Vegas selama CES 2026, audiens menanyakan langsung kepada CEO NVIDIA, Jensen Huang, tentang langkah yang mungkin diambil perusahaan untuk meringankan tekanan pasar GPU gaming konsumen.
Perusahaan itu memang hadir di panggung CES pekan ini, namun perangkat GPU konsumen baru tidak terlihat; Huang lebih menyorot kemampuan komputasi AI kelas berat yang menjadi fokus utama NVIDIA. Di sisi lain, harga komponen pendukung meroket—harga DDR5 melonjak, SSD juga meningkat, dan kartu andalan seperti RTX 5090 kini dijual sampai sekitar US$4.000 di beberapa pengecer—menciptakan situasi yang menekan biaya rakitan PC.
Faktor yang Menekan Harga GPU
Kenaikan harga GPU dipengaruhi beberapa faktor: mahalnya modul memori dan gangguan pasokan mendorong kenaikan pada model-model papan atas. Salah satu opsi yang sering dikemukakan adalah meningkatkan produksi GPU generasi lama yang menggunakan node proses lebih tua, membutuhkan lebih sedikit memori, dan memanfaatkan teknologi manufaktur yang lebih mapan.
Sepanjang 2026 beredar rumor tentang kemungkinan kembalinya model berbasis Ampere, terutama RTX 3060. Bahkan beberapa pesaing sempat menyinggung kemungkinan putaran ulang chip Zen 3 untuk soket AM4 sebagai salah satu langkah untuk meredakan tekanan pasar.
Dialog Langsung dengan Jensen Huang
Paul Alcorn dari Tom’s Hardware menanyakan apakah memproduksi ulang GPU generasi sebelumnya pada node yang tersedia atau menambah pasokan GPU dengan kapasitas memori video lebih rendah bisa menjadi solusi praktis. Jensen Huang menanggapi hati-hati: “Ya, mungkin, dan bergantung pada generasi, kami juga mungkin bisa membawa teknologi AI terbaru ke GPU generasi sebelumnya. Itu memerlukan banyak rekayasa, tetapi berada dalam ranah kemungkinan. Saya akan meninjau ide ini. Sebuah gagasan yang bagus.”
Pernyataan itu tidak memberi kepastian jadwal atau komitmen, namun menunjukkan opsi untuk memanfaatkan arsitektur lama tetap terbuka. Pernyataan tersebut juga menandakan bahwa NVIDIA belum menilai situasi saat ini sebagai krisis yang memerlukan langkah dramatis segera.
Peran Perangkat Lunak dan Batasan Teknis
Selain opsi produksi ulang, pihak industri menilai ada ruang untuk solusi perangkat lunak. Fitur-fitur berbasis AI yang dioptimalkan dapat meningkatkan performa pada GPU lama, sehingga pemilik perangkat lawas atau pembeli yang memilih GPU generasi sebelumnya mendapat manfaat tanpa membeli perangkat mahal.
Namun ada kompromi teknis nyata. Model peningkatan gambar terbaru—seperti DLSS 4.5—memerlukan pemrosesan lebih besar dan memang mengurangi performa pada GPU lawas jika dijalankan tanpa penyesuaian. Integrasi teknologi AI mutakhir ke perangkat lama membutuhkan upaya rekayasa signifikan untuk menyeimbangkan kualitas gambar, latensi, dan throughput.
Selain itu, kapasitas memori video tetap menjadi batasan penting: unit dengan VRAM lebih kecil memiliki keterbatasan pada pengaturan grafis modern. Teknologi peningkatan berbasis AI dapat memitigasi beberapa batasan tersebut, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan kebutuhan hardware dengan spesifikasi lebih tinggi.
Implikasi untuk Konsumen & Produsen
Bagi konsumen yang menyusun anggaran, kondisi sekarang tetap kompleks: kenaikan harga modul seperti DDR5 mendorong total biaya rakitan, sementara spekulasi kembalinya RTX 3060 memberi sedikit harapan bagi segmen mid-range. Bagi produsen dan vendor, opsi menghidupkan kembali lini lama atau mengembangkan patch perangkat lunak agar fitur AI berjalan lebih ringan pada GPU lama akan memerlukan investasi sumber daya teknik dan waktu.
Huang menutup sesi dengan menyatakan akan membawa masukan tersebut kembali ke internal NVIDIA untuk ditelaah. Sampai ada keputusan resmi, ketersediaan dan harga GPU akan terus dipengaruhi oleh dinamika pasokan global, kebijakan produksi vendor, dan perkembangan teknologi perangkat keras serta perangkat lunak.
