• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: First Impression Sword of Justice (PC) – Terlihat Menarik, tapi Terasa Seperti Game Mobile
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
First Impression Sword of Justice
Wordtura > Blog > Review > Review Game > First Impression Sword of Justice (PC) – Terlihat Menarik, tapi Terasa Seperti Game Mobile
Review GameReview

First Impression Sword of Justice (PC) – Terlihat Menarik, tapi Terasa Seperti Game Mobile

Gratis di Steam, tapi kesan pertamanya justru bikin aku merasa lagi main game mobile di layar PC.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:42 PM
Anggara Prima Nanda
Share
13 Min Baca
SHARE
First Impression Sword of Justice
5.7 Port mobile yang kurang nyaman
Review Overview

Ada beberapa game yang dari jauh kelihatan menarik, lalu begitu dimainkan di PC, rasa pertamanya langsung bikin bingung: “Ini beneran game PC, atau game mobile yang dipaksa naik kelas?”
Itu kurang lebih yang aku rasakan saat mencoba Sword of Justice versi PC.

Contents
Review Sword of Justice Versi NarasiGameplay Sword of JusticeKeterbatasan First Impression: Baru Main Sekitar Satu JamKesan Awal Gameplay: RPG yang Terasa Kaku dan Membosankan di PCRasa Kontrol dan Animasi yang KakuTerasa Seperti Port Mobile yang Tidak DipolesUI dan Presentasi: Terlalu “Mobile” untuk Monitor PCFont dan Tata Letak yang Terasa Aneh di PCTombol Skill yang Berasa Tombol Layar SentuhMenu Keluar / Exit yang MembingungkanVisual dan Desain Karakter: Grafik Jadul dengan Art yang Lumayan KerenGrafik yang Terasa JadulDesain Karakter: Salah Satu Hal yang Masih Bisa DipujiSentuhan Efek di PCCerita dan Dunia: Terasa Standar dan Belum Punya HookAudio dan Voice Acting: Biasa Saja, dengan Dub Cina yang Cukup MenonjolPerforma dan Stabilitas: Stabil, tapi Tetap Terasa Seperti Bawaan MobileHarga dan Value: Gratis di Steam, tapi Bukan “Wajib Coba” untuk Pemain PCUntuk Siapa Sword of Justice (PC) Cocok?Penutup: Kesan Pertama yang Tidak Berhasil Mengajak Untuk Lanjut

Sebelum masuk lebih jauh, aku mau jelaskan dulu konteksnya:
Aku hanya memainkan game ini sekitar satu jam, fokus di awal story utama. Jadi ini bukan review penuh, melainkan first impression – kesan pertama yang jujur sebagai pemain PC yang mencoba game free-to-play di Steam dan berhenti lebih cepat karena tidak bisa menikmati pengalaman awalnya.

Review Sword of Justice Versi Narasi

Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses videonya.

Gameplay Sword of Justice

Keterbatasan First Impression: Baru Main Sekitar Satu Jam

Aku rasa penting untuk menegaskan: ini bukan ulasan lengkap.

  • Aku belum menyentuh konten late game,
  • Belum tahu seberapa jauh variasi misi bisa berkembang,
  • Belum benar-benar merasakan sistem progres jangka panjang,
  • Dan belum sampai di titik di mana cerita dan dunia benar-benar “dibuka”.

Banyak hal yang biasanya jadi bahan review lengkap—seperti pace cerita dari awal sampai akhir, variasi quest, progres karakter, dan kedalaman worldbuilding—belum bisa aku nilai dengan adil, karena aku memang berhenti duluan.

Jadi, yang akan aku bahas di sini adalah hal-hal yang langsung terasa kuat di satu jam pertama, yaitu:

  • Rasa gameplay di PC,
  • Desain UI dan presentasi,
  • Kesan visual dan karakter,
  • Audio dan voice acting,
  • Performa teknis dasar,
  • Serta sedikit soal value sebagai game gratis di Steam.

Dan yang paling penting: kenapa aku akhirnya berhenti hanya dalam satu jam dan merasa tidak bisa menikmati game ini sama sekali.

Kesan Awal Gameplay: RPG yang Terasa Kaku dan Membosankan di PC

Secara genre, Sword of Justice diposisikan sebagai RPG. Di atas kertas, ini harusnya menarik: karakter-karakter dengan desain cukup keren, sentuhan visual efek yang lumayan, dan nuansa aksi yang mungkin bisa berkembang seru kalau digarap dengan baik.

Sayangnya, rasa gameplay di PC justru jadi titik paling lemah dalam kesan pertamaku.

Rasa Kontrol dan Animasi yang Kaku

Sejak awal, kontrol dan gerakan karakter terasa:

  • Kaku,
  • Kurang responsif,
  • Dan cenderung aneh kalau dibandingkan dengan standar game PC modern.

Perasaan yang muncul benar-benar seperti:

“Ini rasanya persis seperti main game mobile tahun 2018 ke bawah lewat emulator di PC.”

Setiap aksi, setiap serangan, dan interaksi di layar lebih terasa seperti sesuatu yang dirancang untuk layar sentuh, lalu dipindahkan apa adanya ke mouse dan keyboard. Bukan sekadar “agak kaku”, tapi benar-benar meninggalkan kesan bahwa game ini tidak pernah didesain dengan platform PC sebagai prioritas utama.

Dalam satu jam bermain, aku tidak menemukan satu pun momen gameplay yang benar-benar berkesan. Tidak ada encounter yang bikin aku terpikat, tidak ada sensasi kontrol yang membuatku ingin eksperimen lebih jauh. Yang pelan-pelan muncul justru rasa jenuh dan pikiran, “Oke, ini cukup sampai di sini.”

Terasa Seperti Port Mobile yang Tidak Dipoles

Ada satu kesan besar yang terus menempel selama aku bermain:

Sword of Justice versi PC terasa seperti port dari game mobile yang tidak benar-benar dipoles ulang untuk platform baru.

Ini bukan soal teknis tinggi seperti FPS, setting grafis mendetail, atau fitur canggih lainnya. Ini soal rasa:

  • Cara karakter bergerak,
  • Cara skill dieksekusi,
  • Cara UI menghuni layar,
  • Cara semua elemen terasa lebih cocok di layar ponsel daripada di monitor PC.

Sebagai pemain PC, itu cukup untuk membuatku sulit menikmati game ini, bahkan di jam pertama sekalipun.

UI dan Presentasi: Terlalu “Mobile” untuk Monitor PC

Kalau harus memilih satu hal yang paling mengganggu di luar rasa gameplay, jawabannya jelas: UI dan desain antarmuka.

Font dan Tata Letak yang Terasa Aneh di PC

Begitu masuk ke game, hal yang langsung terasa adalah:

  • Font yang besar-besar,
  • Elemen UI yang seakan-akan memang dibuat untuk layar kecil,
  • Tata letak yang membuat mata cepat lelah ketika dilihat di monitor.

Bukan hanya soal estetika, tapi soal kenyamanan membaca dan berinteraksi. Di PC, kita biasa ketemu UI yang lebih halus, proporsional, dan adaptif terhadap resolusi layar. Di Sword of Justice, tampilannya terasa seperti sesuatu yang diambil dari game mobile lalu diperbesar begitu saja, tanpa penyesuaian berarti.

Tombol Skill yang Berasa Tombol Layar Sentuh

Bagian tombol skill adalah contoh paling jelas. Ikon dan posisinya:

  • Terasa seperti set tombol virtual di layar ponsel,
  • Bukan sebagai bagian dari HUD game PC yang dirancang untuk mouse dan keyboard.

Efeknya sederhana: sepanjang main, aku merasa:

“Ini bukan game PC, ini game mobile yang kebetulan dibuka lewat layar monitor.”

Dan itu bukan jenis ilusi yang menyenangkan.

Menu Keluar / Exit yang Membingungkan

Masalah kecil yang memperparah kesan awal adalah menu keluar game yang susah ditemukan.
Di momen tertentu aku bahkan sempat bertanya-tanya:

  • “Ini aku yang nggak nemu?”
  • “Atau memang desainnya seperti ini?”

Untuk sebuah game di PC, hal dasar seperti akses menu dan tombol exit harusnya jelas dan intuitif. Ketika hal sesederhana itu saja terasa membingungkan, wajar kalau kepercayaan diri terhadap kualitas polesan keseluruhan jadi ikut turun.

Visual dan Desain Karakter: Grafik Jadul dengan Art yang Lumayan Keren

Dari sisi visual, kesan yang aku dapat agak campur aduk.

Grafik yang Terasa Jadul

Secara umum, grafik Sword of Justice terasa jadul. Bukan berarti semuanya buruk, tapi:

  • Dibanding standar game PC sekarang, presentasinya terasa tertinggal,
  • Efek visual dan kualitas dunia tidak memberi kesan “wah” yang bisa menutupi rasa kaku gameplay-nya.

Ada semacam jurang ekspektasi di sini: tampilan awal tidak punya daya tarik visual yang cukup kuat untuk menutupi kelemahan di area lain.

Desain Karakter: Salah Satu Hal yang Masih Bisa Dipuji

Yang cukup positif adalah desain visual karakter.

  • Karakternya punya gaya yang terlihat keren,
  • Walaupun kalau ditarik ke standar industri secara keseluruhan, masih terasa biasa saja.

Art style karakter ini sebenarnya bisa jadi fondasi yang bagus. Namun sayangnya, elemen pendukung lain—seperti animasi, dunia, dan UI—tidak ikut mengangkatnya.

Sentuhan Efek di PC

Secara teknis, ada sentuhan efek yang membuatku merasa seolah:

  • Ada upaya memberi sentuhan modern (seperti efek yang mengarah ke ray tracing),

Tapi dari pengalamanku, efek ini tidak terasa masif atau cukup kuat untuk mengubah impresi visual secara keseluruhan. Ia lebih seperti lapisan kecil di atas fondasi yang masih terlihat jadul.

Cerita dan Dunia: Terasa Standar dan Belum Punya Hook

Untuk aspek cerita, karakter, dan worldbuilding, aku benar-benar harus menahan diri dan jujur pada batas pengalaman.

Dalam satu jam bermain:

  • Cerita terasa cukup standar dan belum memberikan hook kuat yang bikin aku penasaran,
  • Aku belum menemukan karakter yang benar-benar menancap di ingatan,
  • Pace cerita belum sempat menunjukkan variasi atau klimaks yang berarti,
  • Worldbuilding belum terasa menggigit.

Bukan berarti ceritanya pasti jelek—mungkin butuh waktu lebih lama untuk “panas”. Tapi kenyataannya:
aku sudah berhenti duluan, sebelum game sempat memperlihatkan kedalaman di area ini.

Untuk sebuah first impression, itu artinya cerita dan dunia tidak memberikan dorongan ekstra yang cukup kuat untuk menahan aku melewati kekakuan gameplay dan UI di awal.

Audio dan Voice Acting: Biasa Saja, dengan Dub Cina yang Cukup Menonjol

Dari sisi audio, kesan awalnya:

  • Musik dan soundtrack terasa biasa saja,
  • Tidak ada lagu atau tema yang langsung menempel di kepala,
  • Efek suara berfungsi, tapi tidak sampai menciptakan atmosfer yang benar-benar kuat.

Yang sedikit menonjol justru:

  • Dub Cina yang terasa di atas rata-rata standar sekali main.

Kualitas dub ini terasa cukup baik, dan jadi salah satu sisi teknis yang bisa dibilang positif. Meski begitu, ketika aspek lain seperti gameplay dan presentasi UI tidak menarik, audio yang lumayan saja tidak cukup untuk menyelamatkan keseluruhan pengalaman.

Performa dan Stabilitas: Stabil, tapi Tetap Terasa Seperti Bawaan Mobile

Dari segi teknis murni di PC, Sword of Justice tidak menunjukkan masalah fatal selama aku bermain.

  • Tidak ada crash,
  • Tidak ada bug besar yang menghancurkan progress,
  • Tidak ada error teknis yang membuat gamenya rusak.

Namun, ada satu hal yang cukup mengganggu:

  • Pengaturan fullscreen baru muncul setelah prolog terlewati dan masuk ke gameplay.
    Jadi di bagian awal, rasanya agak repot karena opsi pengaturan belum langsung tersedia.

Secara keseluruhan, aku bisa bilang:

  • Stabilitasnya oke,
  • Tapi rasa bermainnya tetap sangat kaku,
  • Dan kekakuan itu terasa seperti bawaan desain mobile yang tidak dimodifikasi serius untuk PC.

Stabil bukan berarti menyenangkan.
Di sini, Sword of Justice stabil… tapi tidak berhasil memberikan rasa yang enak sebagai game PC.

Harga dan Value: Gratis di Steam, tapi Bukan “Wajib Coba” untuk Pemain PC

Dari sisi harga, Sword of Justice punya satu poin plus yang jelas:

  • Game ini gratis, dan bisa di-download langsung di Steam.
  • Selain itu, kebutuhan spesifikasinya tidak terlalu tinggi, sehingga relatif ramah untuk banyak PC.

Itu membuatnya cukup aman untuk dicoba dari sudut pandang finansial. Kamu tinggal download, main, dan kalau tidak suka, tinggal uninstall.

Tapi, dari pengalamanku:

  • Sebagai pemain PC, aku tidak merasa game ini layak diprioritaskan,
  • Bahkan untuk standar game gratis sekalipun,
  • Karena ada banyak game free-to-play lain dengan rasa gameplay yang lebih matang dan lebih “native PC”.

Kalimat paling jujur yang bisa aku berikan soal value-nya:

“Karena gratis, dicoba sebentar tidak masalah. Mungkin saja buat kamu ini menarik, apalagi kalau kamu tidak terlalu rewel soal feel dan lebih suka main santai.”

Tapi untuk diriku pribadi, first impression-nya tidak cukup kuat untuk membuatku menyarankan game ini ke mayoritas pemain PC.

Untuk Siapa Sword of Justice (PC) Cocok?

Dari kesan satu jam bermain, aku membayangkan:

  • Game ini mungkin lebih cocok untuk pemain yang suka main santai,
  • Pemain yang tidak terlalu menuntut rasa kontrol dan UI khas game PC,
  • Atau yang memang nyaman dengan gaya game mobile, tapi kebetulan memainkannya di PC.

Namun kalau kamu:

  • Terbiasa dengan RPG PC yang polished,
  • Peduli dengan rasa kontrol dan UI yang enak,
  • Dan punya banyak opsi game gratis lain di library-mu,

…maka kemungkinan kamu akan merasakan hal yang sama denganku:
Sword of Justice versi PC terasa kurang layak diluangkan waktu, kecuali sekadar coba sebentar lalu pindah ke game lain.

Secara pribadi, aku:

  • Tidak merekomendasikan Sword of Justice untuk pemain PC,
  • Tapi masih bisa membayangkan bahwa di konteks mobile, game ini mungkin terasa lebih pas.

Penutup: Kesan Pertama yang Tidak Berhasil Mengajak Untuk Lanjut

Kalau harus merangkum first impression-ku terhadap Sword of Justice (PC):

Terlihat cukup menarik di permukaan, terutama dari desain karakternya, tapi rasa bermain di PC benar-benar seperti port game mobile yang tidak dipoles penuh. UI besar, kontrol kaku, dan kurangnya hook di awal membuatku berhenti bermain hanya dalam satu jam, tanpa keinginan kuat untuk kembali.

Dan yang paling jujur:

Aku hanya mainkan ini selama 1 jam, dan selama itu rasanya sama sekali tidak bisa menikmati game ini di PC.

Sebagai first impression, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku memutuskan:
Sword of Justice bukan game yang ingin aku lanjutkan di platform ini.

First Impression Sword of Justice
Review Overview
Port mobile yang kurang nyaman 5.7
Gameplay 4
Visual 8
Cerita 5
Audio 5
Musik 5
Performa 7
Bagus Gratis dan mudah diunduh lewat Steam. Kebutuhan spesifikasi PC relatif ringan. Desain visual karakter terlihat cukup keren. Dub Cina terasa di atas rata-rata standar. Selama dimainkan, tidak ada crash atau bug besar yang merusak sesi bermain.
Tidak Bagus Rasa gameplay kaku dan sangat terasa seperti port game mobile yang kurang dipoles. UI dan font terlalu besar dan tidak nyaman untuk layar PC. Tata letak tombol skill dan HUD berasa seperti tombol layar sentuh, bukan game PC native. Hook cerita awal lemah, tidak ada momen yang benar-benar bikin ingin lanjut bermain. Pengaturan tampilan (seperti fullscreen) baru muncul belakangan setelah prolog, terasa kurang praktis.
Ringkasan
First impression-ku terhadap Sword of Justice di PC tidak terlalu positif. Dalam sekitar satu jam bermain, rasa gameplay-nya terasa kaku dan sangat berbau mobile, dengan UI besar dan HUD yang lebih cocok untuk layar sentuh. Desain karakter masih bisa dibilang menarik dan dub Cina terdengar di atas rata-rata, tetapi itu tidak cukup untuk menutupi rasa canggung saat dimainkan di PC. Sebagai game gratis, mungkin layak dicoba sebentar, tapi untuk pemain PC, aku pribadi tidak merekomendasikannya.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Crystal of Atlan (PC) — Action RPG Anime yang Solid, Tapi Terasa Grindy
Review Battlefield 4 di 2025: Masih Layak Main?
Review Cities: Skylines II – City Builder Modern yang Kuat tapi Berat
Review Delta Force Season 1 – Game Baru Yang Menjanjikan
Review Stumble Guys PC – Seru, Ramai, Tapi Terasa Port Mobile
TOPIK:AndroidiOSPCSword of Justice
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?