• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Server Rainbow Six Siege Offline Setelah Dugaan Hack Besar
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Wordtura > Blog > News > News Games > Server Rainbow Six Siege Offline Setelah Dugaan Hack Besar
NewsNews Games

Server Rainbow Six Siege Offline Setelah Dugaan Hack Besar

Kredit miliaran, skin langka, hingga ban acak muncul sebelum server dimatikan total

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:42 PM
Anggara Prima Nanda
Share
4 Min Baca
Rainbow Six Siege
SHARE

Ubisoft terpaksa menonaktifkan seluruh server Rainbow Six Siege di semua platform setelah gim tersebut mengalami insiden serius yang diduga kuat berkaitan dengan hack pada sistem backend. Konfirmasi awal disampaikan melalui akun resmi Ubisoft di X pada Sabtu, 27 Desember, sekitar pukul 21.10 WIB, dengan status layanan menunjukkan Unplanned Outage secara global.

Contents
Laporan pemain: kredit miliaran hingga skin eksklusif developerBan dan unban acak ikut dilaporkanDugaan kebocoran backend skala besarImbauan keamanan bagi pemilik akun UbisoftDibandingkan dengan insiden besar di masa laluMenunggu klarifikasi resmi

Hingga artikel ini ditulis, Ubisoft belum memberikan penjelasan teknis mengenai penyebab gangguan tersebut. Namun, berbagai laporan dari komunitas pemain mengindikasikan bahwa insiden ini jauh melampaui gangguan server biasa.

Laporan pemain: kredit miliaran hingga skin eksklusif developer

Sejak server mulai bermasalah, pemain Rainbow Six Siege melaporkan kejadian tidak wajar di dalam gim. Beberapa akun dilaporkan menerima hingga 2 miliar R6 Credits dan Renown, angka yang secara normal mustahil diperoleh melalui sistem permainan resmi.

Tidak hanya itu, sejumlah pemain mengaku mendapatkan skin eksklusif internal developer, termasuk Glacier, salah satu skin senjata paling langka dan bernilai tinggi dalam ekosistem Rainbow Six Siege. Situasi ini memicu kekhawatiran serius mengenai keamanan sistem ekonomi dan inventaris gim.

Ban dan unban acak ikut dilaporkan

Kekacauan tidak berhenti pada distribusi item dan mata uang. Pemain juga melaporkan terjadinya ban dan unban secara acak, yang memengaruhi berbagai jenis akun—mulai dari pemain biasa hingga akun berprofil tinggi, termasuk kreator konten dan streamer.

Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa pihak tidak bertanggung jawab sempat memperoleh akses luas ke sistem administrasi, termasuk fitur yang seharusnya hanya tersedia bagi pengelola internal.

Rainbow Six Siege

Dugaan kebocoran backend skala besar

Berbeda dari insiden hack ringan yang biasanya hanya berdampak pada matchmaking atau layanan online sementara, kasus ini dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran sistem backend berskala besar. Sejumlah pengamat komunitas menilai Ubisoft untuk sementara kehilangan kendali atas sistem inti gim, sehingga langkah paling aman adalah mematikan seluruh server.

Karena kondisi yang belum stabil, pemain disarankan untuk tidak masuk ke dalam gim hingga ada pernyataan resmi lebih lanjut. Situasi ini juga menjelaskan mengapa Ubisoft masih memilih diam—besar kemungkinan tim teknis tengah berfokus mengamankan sistem dan menutup celah yang ada sebelum memberikan penjelasan publik.

Imbauan keamanan bagi pemilik akun Ubisoft

Meski tingkat kerusakan sebenarnya belum diketahui, langkah pencegahan tetap dianjurkan. Pemilik akun Ubisoft, terutama yang terhubung dengan Rainbow Six Siege, disarankan untuk:

  • Mengganti dan memperbarui kata sandi akun Ubisoft
  • Memastikan email terhubung masih aman
  • Mengaktifkan atau mengecek ulang verifikasi dua langkah jika tersedia

Untuk saat ini, tidak banyak yang bisa dilakukan pemain selain menunggu pembaruan resmi dari Ubisoft.

Dibandingkan dengan insiden besar di masa lalu

Insiden ini mengingatkan pada beberapa serangan siber besar di industri gim pada 2011, ketika layanan PlayStation Network diretas dan data sekitar 77 juta akun terdampak, memaksa Sony menonaktifkan layanan PS3 dan PSP selama lebih dari satu minggu. Di tahun yang sama, Steam juga pernah menjadi target serangan siber yang berpotensi memengaruhi puluhan juta pengguna.

Namun, kasus Rainbow Six Siege kali ini dinilai lebih mencolok dari sisi dampak langsung di dalam gim. Pemberian mata uang dalam jumlah ekstrem, distribusi skin langka, serta manipulasi sistem ban dinilai sebagai bentuk tindakan provokatif, seolah pelaku ingin menunjukkan sejauh mana kontrol yang berhasil mereka ambil atas sistem permainan.

Menunggu klarifikasi resmi

Hingga kini, Ubisoft belum mengumumkan estimasi waktu pemulihan layanan maupun detail teknis insiden yang terjadi. Yang jelas, peristiwa ini menjadi salah satu contoh langka di mana sebuah gim live-service besar harus dimatikan sepenuhnya akibat dugaan pelanggaran keamanan.

Komunitas Rainbow Six Siege kini menunggu langkah lanjutan Ubisoft—baik dalam bentuk pemulihan server, investigasi internal, maupun transparansi terkait dampak insiden ini terhadap data dan progres pemain.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Daftar Game Paling di Nanti 2026: Rilisan Terbesar dan Paling Dinanti Gamer
NVIDIA Dikabarkan Akan Pangkas Produksi GPU Gaming di 2026: Apa Artinya bagi Gamers?
Anime Class de 2-banme ni Kawaii Onnanoko to Tomodachi ni Natta Umumkan Staf Tambahan, Lagu Opening, dan Trailer Perdana
Manga Historie Karya Hitoshi Iwaaki Resmi Diadaptasi Menjadi Anime
Sister Another Paranoia Diumumkan untuk PC, Visual Novel Gelap dari Kreator NEEDY STREAMER OVERLOAD
TOPIK:HackRainbow Six Siege
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?