Setelah menyelesaikan campaign utama, mencoba DLC, hingga menjajal berbagai mode multiplayer, menurutku Sniper Elite 5 menjadi evolusi paling besar yang pernah dilakukan Rebellion pada seri ini. Bukan karena perubahan yang benar-benar revolusioner, tetapi karena hampir semua fondasi dari seri sebelumnya berhasil diperbaiki.
Kalau sebelumnya aku cukup sering mengkritik beberapa hal di Sniper Elite 4, seperti AI yang terkadang terasa terlalu agresif atau beberapa sistem yang masih terasa kurang matang, di seri kelima ini banyak keluhan tersebut mulai diperbaiki. Gameplay stealth menjadi lebih masuk akal, desain map jauh lebih kompleks, dan sensasi menjadi seorang sniper terasa semakin memuaskan.
Meski begitu, bukan berarti game ini tanpa kekurangan. Beberapa animasi masih terasa lambat, ada keputusan desain yang justru memperlambat permainan, dan bagian ending menurutku kurang memberikan penutup yang memuaskan. Namun secara keseluruhan, pengalaman bermainnya tetap berhasil membuatku puas hingga kredit terakhir.
Kalau ada satu kalimat yang bisa menggambarkan game ini, mungkin seperti ini: Sniper Elite 5 adalah game stealth dan sniping yang bagus, dengan desain map yang jauh lebih detail dan jalur yang lebih kompleks dibanding seri-seri sebelumnya.
Review Sniper Elite 5 Versi Narasi
Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengakses videonya.
Gameplay
Stealth yang Semakin Matang
Perubahan terbesar yang langsung terasa saat mulai bermain adalah sistem stealth. Di Sniper Elite 5, mekanisme bersembunyi terasa jauh lebih matang dibanding seri sebelumnya.
Kini setiap senjata memiliki tingkat kebisingan yang lebih jelas. Menggunakan senjata dengan suppressor benar-benar memberikan dampak besar terhadap cara bermain. Musuh tidak lagi selalu mengetahui posisi hanya karena mendengar satu tembakan dari kejauhan seperti yang kadang masih terasa di Sniper Elite 4. Sistem ini membuat setiap pilihan senjata menjadi jauh lebih penting.
Aku sendiri menggunakan D.L. Carbine Suppressed dan P.1938 Suppressed Pistol dari DLC berbayar. Keduanya sangat membantu untuk mempertahankan gaya bermain senyap. Memang, penggunaan suppressor membuat stealth terasa lebih mudah, tetapi menurutku tidak sampai merusak keseimbangan permainan. Justru pilihan antara senjata yang benar-benar senyap atau senjata dengan daya hancur lebih besar menjadi keputusan taktis yang menarik di setiap misi.
Selain itu, AI musuh juga terasa lebih masuk akal. Mereka tetap pintar dan cukup taktis, tetapi tidak lagi terasa seperti memiliki kemampuan yang berlebihan. Saat kehilangan jejak pemain, musuh akan mencari dengan lebih hati-hati dan tidak selalu langsung menyerbu secara membabi buta. Pendekatan seperti ini membuat stealth terasa lebih alami.
Meski begitu, AI masih memiliki beberapa perilaku yang kadang terlihat ragu-ragu atau terlalu cepat menyerah saat mencari pemain. Dibandingkan agresivitas AI di Sniper Elite 4, perubahan ini menurutku justru membuat permainan terasa lebih realistis.
Sensasi Sniping Terbaik di Seri Ini
Kalau ada satu alasan utama kenapa aku sangat menikmati Sniper Elite 5, jawabannya adalah sensasi sniping.
Aku memainkan game ini menggunakan pengaturan kustom dengan AI Authentic, angin aktif, bullet drop aktif, dan tanpa bullet assist (di seri sebelumnya tidak ada pilihan kustom ini). Dengan pengaturan seperti ini, setiap tembakan benar-benar membutuhkan perhitungan. Kecepatan angin, gravitasi peluru, hingga jarak target harus diperhitungkan sebelum menarik pelatuk. Ketika tembakan akhirnya mengenai sasaran dari jarak yang sangat jauh, kepuasannya terasa jauh lebih besar dibanding jika semua bantuan diaktifkan.
Killcam X-Ray juga masih menjadi daya tarik utama. Bahkan menurutku sudut pengambilan kameranya kini lebih baik dibanding seri sebelumnya. Efek slow motion saat peluru menembus tubuh musuh tetap berhasil memberikan rasa puas setiap kali tembakan berhasil mengenai target penting.
Semua elemen tersebut membuat Sniper Elite 5 menjadi seri dengan pengalaman sniping paling matang yang pernah aku mainkan.
Movement Lebih Baik, Tetapi Animasi Masih Menghambat
Salah satu peningkatan yang paling terasa dibanding Sniper Elite 4 adalah movement karakter. Masalah saat tiarap yang sebelumnya cukup mengganggu kini sudah hilang. Bergerak dari berdiri ke jongkok atau tiarap terasa jauh lebih nyaman sehingga proses bersembunyi menjadi lebih lancar. Sistem cover juga terasa lebih baik sehingga perpindahan antar perlindungan tidak lagi menyulitkan.
Sayangnya, ada satu masalah yang menurutku masih cukup mengganggu, yaitu animasi. Beberapa aktivitas membutuhkan waktu yang terasa terlalu lama. Animasi saat melakukan melee, musuh membatalkan serangan melee, hingga mengambil perlengkapan dari mayat membuat ritme permainan sedikit melambat. Dalam game stealth hal seperti ini memang bukan masalah besar, tetapi ketika dilakukan berulang kali selama campaign, tempo permainan terasa sedikit tertahan.
Ini bukan kekurangan yang merusak pengalaman bermain, tetapi cukup sering terasa sehingga layak menjadi salah satu kritik utama terhadap gameplay Sniper Elite 5.
Weapon Customization yang Akhirnya Terasa Penting
Salah satu fitur baru yang paling aku sukai adalah sistem weapon customization. Jika di seri-seri sebelumnya modifikasi senjata terasa cukup sederhana, kini hampir setiap senjata bisa disesuaikan dengan gaya bermain masing-masing.
Yang membuat sistem ini menarik bukan hanya jumlah attachment, tetapi juga cara mendapatkannya. Sebagian besar attachment diperoleh melalui Workbench yang tersebar di dalam map. Sistem ini terasa sederhana, logis, dan mendorong pemain untuk lebih banyak mengeksplorasi lingkungan dibanding sekadar berlari menuju objective utama.
Setiap attachment juga memberikan pilihan yang cukup berarti. Misalnya, apakah ingin menggunakan senjata dengan suppressor penuh agar tetap senyap, atau memilih konfigurasi yang menghasilkan damage lebih besar tetapi mengorbankan stealth. Pilihan seperti ini membuat proses membangun senjata terasa lebih rewarding, apalagi ketika seluruh attachment berhasil dikumpulkan secara bertahap selama campaign.
Visual dan Desain Dunia
Kalau dibandingkan dengan Sniper Elite 4, peningkatan yang paling langsung terlihat bukan hanya kualitas visualnya, tetapi bagaimana setiap map dirancang.
Secara grafis, Sniper Elite 5 memang terlihat lebih baik. Detail lingkungan meningkat, efek ledakan terasa lebih memuaskan, dan kualitas aset dunia membuat setiap lokasi memiliki identitas yang lebih kuat. Namun menurutku, kekuatan utama game ini bukan sekadar visualnya, melainkan desain map yang jauh lebih matang.
Hampir semua map terasa luas dan memberikan banyak jalur alternatif untuk mencapai tujuan. Bahkan beberapa di antaranya terasa seperti mini sandbox, di mana pemain bebas menentukan pendekatan sendiri tanpa terlalu dibatasi jalur tertentu.
Map favoritku adalah Mission 3 (Spy Academy). Desain kastelnya benar-benar menunjukkan bagaimana Rebellion memahami kebutuhan sebuah game stealth. Banyak jalur masuk, posisi tinggi untuk melakukan pengintaian, area tersembunyi, hingga berbagai kesempatan melakukan eliminasi dari sudut yang berbeda membuat misi ini sangat menyenangkan untuk dijelajahi.

Hal menarik lainnya adalah hilangnya indikator Sniper Nest yang sebelumnya membantu pemain menemukan posisi menembak terbaik. Di Sniper Elite 5, sistem tersebut sudah tidak ada lagi. Akibatnya, pemain benar-benar harus mengamati lingkungan sendiri untuk mencari lokasi yang strategis. Menurutku perubahan ini justru membuat pengalaman bermain terasa lebih realistis dan memberikan kepuasan tersendiri ketika berhasil menemukan posisi sniping yang ideal tanpa bantuan sistem.
Cerita dan Karakter
Seperti seri-seri sebelumnya, cerita Sniper Elite 5 masih berpusat pada upaya menggagalkan proyek rahasia milik Nazi.
Premisnya memang tidak jauh berbeda dari game-game Sniper Elite sebelumnya, tetapi menurutku penyampaiannya terasa lebih baik. Briefing misi lebih mudah dipahami dan tidak lagi membingungkan seperti yang sempat kurasakan pada Sniper Elite 4.
Sayangnya, karakter utama maupun karakter pendukung masih belum menjadi daya tarik utama. Mereka menjalankan perannya dengan baik, tetapi tidak meninggalkan kesan yang benar-benar kuat.
Hal yang paling mengecewakanku justru ada pada ending. Setelah menyelesaikan seluruh campaign, aku justru merasa penutup ceritanya terlalu singkat. Bahkan reaksiku saat melihat akhir permainan hanya, “Lah, ending gini doang? Chapter 9 gini doang?”
Bukan karena ending tersebut buruk, tetapi terasa seperti berhenti begitu saja tanpa memberikan penutup yang benar-benar memuaskan. Dibanding kualitas gameplay yang terus meningkat sepanjang permainan, bagian akhirnya terasa kurang mampu memberikan klimaks yang setara.
Audio dan Musik
Dari sisi audio, Sniper Elite 5 masih mempertahankan kualitas yang baik.
Sound effect setiap senjata terdengar kuat dan memuaskan, terutama ketika menggunakan rifle sniper dari jarak jauh. Efek suara tembakan berhasil memberikan sensasi bahwa setiap peluru memiliki tenaga yang besar.
Audio lingkungan juga berperan penting dalam gameplay stealth. Suara-suara di sekitar membantu pemain membaca situasi sekaligus menentukan kapan waktu yang tepat untuk bergerak atau menyerang.
Sementara itu, musik menurutku cukup generik. Musiknya memang mampu mendukung suasana permainan, tetapi tidak meninggalkan kesan yang benar-benar melekat setelah permainan selesai.
Voice acting juga berada di tingkat yang cukup baik, meski tidak menjadi aspek yang paling menonjol dari keseluruhan pengalaman bermain.
Performa dan Stabilitas
Selama memainkan Sniper Elite 5 di PC, performanya tergolong sangat stabil.
Aku memang menemukan beberapa bug kecil, tetapi tidak ada yang benar-benar mengganggu jalannya permainan. Tidak ada masalah besar yang membuatku harus mengulang misi atau menghentikan permainan.
Dibanding pengalaman di beberapa seri sebelumnya, Sniper Elite 5 terasa jauh lebih matang dari sisi stabilitas sehingga aku bisa fokus menikmati gameplay tanpa banyak gangguan teknis.
DLC
Selama review ini, aku menggunakan beberapa DLC, baik yang berbayar maupun gratis. Menurutku, DLC yang benar-benar memberikan nilai tambah bukan berasal dari misi tambahannya, melainkan dari senjata yang dibawa.
Landing Force Mission sendiri menurutku tergolong biasa saja. Misinya memang bisa menambah durasi bermain, tetapi tidak memberikan pengalaman yang jauh berbeda dibanding campaign utama.
Sebaliknya, D.L. Carbine Suppressed justru menjadi alasan utama DLC ini layak dipertimbangkan. Rifle ini sangat cocok untuk gaya bermain stealth karena mampu memberikan eliminasi dari jarak jauh tanpa terlalu mudah menarik perhatian musuh.
Hal yang sama juga berlaku pada P.1938 Suppressed Pistol. Selama bermain, pistol ini menjadi salah satu senjata yang paling sering aku gunakan. Suaranya yang senyap membuat proses infiltrasi jauh lebih nyaman tanpa harus selalu bergantung pada rifle.
Untuk DLC gratis, Lee No.4 menjadi rifle favoritku selain RSC. Fire rate yang tinggi dipadukan dengan damage yang bagus membuat senjata ini cukup fleksibel digunakan di berbagai situasi.
Sementara itu, Trench Gun lebih cocok digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Jika mengenai sasaran dengan tepat, shotgun ini mampu menghabisi musuh hanya dengan satu tembakan. Sedangkan Double 1866 Pistol menurutku lebih cocok dijadikan senjata untuk bersenang-senang atau mencoba gaya bermain yang berbeda.
Kalau harus memilih satu DLC berbayar saja, aku lebih menyarankan Weapon Pack yang menghadirkan D.L. Carbine Suppressed dan P.1938 Suppressed Pistol, karena manfaatnya jauh lebih terasa sepanjang campaign dibanding sekadar tambahan satu misi.
Multiplayer
Multiplayer PvP
Sayangnya, pengalaman multiplayer PvP tidak bisa banyak aku bahas di Sniper Elite 5 ini. Alasannya sederhana, server yang aku temui sudah sangat sepi. Saat mencoba matchmaking, aku sama sekali tidak menemukan pemain sehingga tidak bisa memberikan penilaian yang adil mengenai keseimbangan permainan maupun kualitas pertandingannya.
Walaupun begitu, menurutku kondisi multiplayer yang sepi tidak terlalu mengurangi nilai utama Sniper Elite 5. Campaign yang panjang dan penuh variasi sudah mampu memberikan pengalaman bermain yang sangat memuaskan tanpa harus bergantung pada mode PvP.
Axis Invasion
Kalau ada satu mode baru yang benar-benar menarik perhatian, jawabannya adalah Axis Invasion.
Aku memang tidak mencoba campaign sambil mengaktifkan invasi pemain lain, tetapi sempat mencoba bermain sebagai pihak Invader. Rasanya cukup menyenangkan, meski membutuhkan kesabaran yang jauh lebih tinggi dibanding campaign biasa. Sebagai invader, pemain harus benar-benar mengamati situasi dan memanfaatkan lingkungan sebelum menyerang.
Menurutku, mode ini merupakan salah satu inovasi terbaik yang pernah ditambahkan ke seri Sniper Elite. Bagi pemain yang sudah bosan mengulang campaign biasa, Axis Invasion mampu memberikan tantangan baru karena setiap lawan adalah pemain sungguhan yang tidak bisa ditebak perilakunya.
Sebaliknya, bagi pemain yang baru pertama kali memainkan campaign, aku justru tidak menyarankan langsung mengaktifkan fitur ini karena kemungkinan besar akan membuat permainan terasa jauh lebih sulit.
Survival
Mode Survival masih mempertahankan konsep yang sudah ada di seri-seri sebelumnya. Bedanya, menurutku mode ini kini terasa lebih stabil dibanding Survival di Sniper Elite 4 yang pada tingkat kesulitan tertinggi bisa terasa sangat brutal.
Bermain sendiri tetap cukup menyenangkan, tetapi ketika dimainkan bersama teman, mode ini menjadi jauh lebih seru karena koordinasi dan pembagian tugas mulai berperan penting.
Harga dan Value
Aku membeli Sniper Elite 5 Base Game seharga Rp37.379, kemudian menambahkan P.1938 Suppressed Pistol seharga Rp9.899, serta Landing Force Mission & Weapon Pack seharga Rp28.799.
Dengan total sekitar Rp76 ribuan, menurutku paket ini sangat worth it. Bahkan jika tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan, membeli Base Game saja sebenarnya sudah cukup karena campaign-nya memiliki kualitas yang sangat baik dan replay value yang tinggi.
Kalau memang ingin membeli DLC, aku lebih menyarankan memilih DLC yang menghadirkan senjata dibanding misi tambahan, karena manfaatnya akan jauh lebih sering dirasakan selama bermain.
Kesimpulan Sniper Elite 5
Menurutku, Sniper Elite 5 adalah evolusi terbaik yang pernah dicapai seri ini.
Hampir semua aspek penting mengalami peningkatan dibanding pendahulunya. Gameplay stealth terasa lebih matang, sistem sniping semakin realistis, desain map jauh lebih detail, weapon customization memberikan alasan kuat untuk bereksplorasi, dan AI musuh terasa lebih seimbang.
Memang masih ada beberapa kekurangan. Animasi tertentu terasa lambat, ending kurang memberikan klimaks yang memuaskan, dan mode multiplayer kini sudah sangat sepi. Namun kekurangan tersebut tidak sampai mengurangi kualitas campaign yang menjadi daya tarik utama game ini.
Cocok untuk Siapa?
Sniper Elite 5 sangat cocok untuk pemain yang menyukai gameplay stealth, sniping, serta senang merencanakan setiap langkah sebelum menembak. Desain map yang luas dengan banyak jalur alternatif membuat setiap misi bisa diselesaikan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat replay value game ini tetap tinggi meskipun campaign sudah tamat.
Sebaliknya, game ini mungkin kurang cocok bagi pemain yang lebih menyukai aksi cepat tanpa banyak berpikir. Meskipun permainan tetap bisa diselesaikan dengan gaya bermain agresif, kekuatan utama Sniper Elite 5 tetap berada pada proses mengendap-endap, mengamati situasi, dan mencari posisi tembak terbaik.
Kalau kamu mencari game stealth dengan sensasi sniping yang benar-benar memuaskan, menurutku Sniper Elite 5 merupakan salah satu pilihan terbaik yang bisa dimainkan saat ini. Terutama jika mendapatkannya saat diskon, game ini menawarkan value yang sangat tinggi dengan replay value yang juga besar berkat banyaknya jalur, variasi build senjata, serta mode permainan yang tersedia.

