Tak lama setelah keynote Jensen Huang di CES 2026—yang tidak menghadirkan pengumuman GPU konsumen baru—muncul bocoran terbaru mengenai arah GPU gaming generasi berikutnya dari NVIDIA.
Pembocor perangkat keras ternama kopite7kimi mengklaim bahwa GPU RTX 6000 series akan menggunakan arsitektur Rubin, dengan kode die “GR20x”, dan dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2027.
Rubin: Dari Data Center ke GPU Gaming?
Saat ini, Rubin dikenal sebagai arsitektur generasi berikutnya NVIDIA untuk data center, yang akan menggantikan lini berbasis Blackwell. Arsitektur ini menjadi fondasi bagi superkomputer AI Vera Rubin NVL72 serta akselerator Rubin CPX.
Yang masih menjadi tanda tanya besar adalah arsitektur apa yang akan digunakan NVIDIA untuk GPU gaming generasi selanjutnya. Jika bocoran ini akurat, maka NVIDIA berpotensi tidak merancang arsitektur terpisah khusus gaming, melainkan mengadaptasi Rubin langsung ke lini RTX. Pendekatan ini bukan tanpa preseden—meski jarang—karena dalam sejarahnya NVIDIA pernah membatasi arsitektur tertentu hanya untuk segmen non-gaming, seperti Volta yang tidak pernah hadir di GTX atau RTX konsumen.
Indikasi Awal Sudah Muncul Sejak Tahun Lalu
Spekulasi soal Rubin untuk RTX 6000 sebenarnya bukan hal baru. Tahun lalu, seorang analis semikonduktor menemukan blok perangkat keras grafis yang tidak digunakan di dalam akselerator Rubin CPX, meskipun chip tersebut dirancang khusus untuk beban kerja machine learning.
Keberadaan blok grafis ini memunculkan dugaan kuat bahwa NVIDIA sejak awal menyiapkan Rubin untuk kemungkinan penggunaan di luar data center, termasuk pekerjaan grafis 3D. Berdasarkan spesifikasi mentah Rubin CPX, jika arsitektur tersebut suatu hari diterapkan pada GPU kelas RTX 6090, peningkatan performa teoritis bisa mencapai sekitar 30%, bahkan sebelum memperhitungkan peningkatan clock speed, optimasi arsitektur, atau peralihan node manufaktur.
Potensi Lonjakan AI, Dampaknya ke Gaming
Jika performa Vera Rubin NVL72 menjadi indikator, Rubin berpotensi menghadirkan lonjakan besar pada kemampuan komputasi AI. NVIDIA mengklaim Rubin hingga 5 kali lebih cepat dibanding Blackwell untuk beban kerja AI tertentu, meski peningkatan densitas transistor “hanya” sekitar 1,6 kali.
Bagi gamer, angka tersebut mungkin tidak langsung terasa signifikan—terlebih karena klaim 5x tersebut berlaku pada komputasi NVFP4. Namun, kemampuan AI yang jauh lebih kuat akan sangat relevan untuk neural rendering dan generasi DLSS di masa depan, yang semakin bergantung pada inferensi AI berkecepatan tinggi.
Node Manufaktur Baru Jadi Faktor Penting
Rumor ini juga mengaitkan RTX 6000 dengan penggunaan proses TSMC kelas 3nm, mengikuti jejak chip Rubin untuk data center. Jika benar, ini akan menjadi perubahan besar dibanding RTX 50 series yang masih menggunakan node yang sama dengan generasi sebelumnya.
Tidak adanya peningkatan node pada RTX 50 menjadi salah satu alasan utama mengapa peningkatan performa raw—di luar fitur DLSS seperti multi-frame generation—relatif terbatas. Sebagai contoh, performa RTX 5080 dan RTX 4080/4080 Super dalam rasterization murni berada dalam selisih yang sangat tipis. Dengan node baru, RTX 6000 berpeluang menghadirkan peningkatan performa yang lebih terasa bahkan tanpa ketergantungan penuh pada AI.
Fokus NVIDIA: Neural Rendering di Masa Depan
Dalam keynote CES 2026, Jensen Huang kembali menegaskan bahwa masa depan grafis gaming tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada raw rasterization. Sebaliknya, NVIDIA melihat neural rendering dan AI image generation sebagai pilar utama perkembangan grafis ke depan.
Dengan pernyataan tersebut, penggunaan arsitektur Rubin—yang sejak awal dirancang untuk unggul dalam komputasi AI—ke pasar GPU gaming menjadi langkah yang masuk akal secara strategis.
Situasi Lini Produk Saat Ini
Di sisi lain, rumor menyebutkan bahwa RTX 50 series Super refresh kemungkinan dibatalkan atau setidaknya ditunda, sebagian karena keterbatasan pasokan dan tekanan rantai distribusi. NVIDIA juga disebut tengah mempertimbangkan opsi untuk kembali memproduksi GPU generasi lama guna mengatasi kelangkaan DRAM yang masih berlangsung.
Hingga saat ini, NVIDIA belum memberikan konfirmasi resmi terkait RTX 6000 maupun penggunaan arsitektur Rubin di GPU gaming. Informasi ini masih berada di ranah rumor, namun sejalan dengan arah teknologi dan pernyataan strategis perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
