Teknologi QD-OLED milik Samsung Display selama ini dikenal unggul dalam volume warna dibandingkan LG dengan panel WOLED. Pendekatan QD-OLED yang memanfaatkan emitter biru dan quantum dot mengubah proses penyaringan warna yang biasanya bersifat reduktif menjadi aditif. Namun, keunggulan tersebut datang dengan kompromi: tata letak subpiksel yang tidak konvensional, yang selama beberapa generasi membuat teks terlihat kurang tajam, terutama pada penggunaan desktop.
Masalah ini akhirnya dijawab Samsung Display menjelang CES 2026.
QD-OLED 360Hz pertama dengan subpiksel V-Stripe
Samsung Display mengumumkan dimulainya produksi massal panel QD-OLED 360Hz pertama di dunia dengan konfigurasi V-Stripe. Panel baru ini hadir dalam format ultrawide 34 inci dan menjadi tonggak penting bagi evolusi QD-OLED, khususnya untuk penggunaan PC dan produktivitas.
Istilah V-Stripe merujuk pada susunan subpiksel merah, hijau, dan biru yang ditata secara vertikal, mirip dengan struktur subpiksel pada panel LCD konvensional. Pendekatan ini berbeda dari tata letak segitiga yang digunakan QD-OLED generasi sebelumnya, yang kerap menimbulkan efek color fringing dan ketajaman teks yang kurang optimal di sistem operasi seperti Windows.
Lebih ramah untuk teks dan penggunaan desktop
Salah satu alasan utama dipilihnya susunan vertikal adalah kompatibilitas dengan mesin rendering font Windows, yang secara historis dioptimalkan untuk subpiksel RGB vertikal. Dengan V-Stripe, setiap piksel terdiri dari tiga subpiksel yang berdiri sejajar seperti pilar, lalu disusun horizontal antar piksel.
Konfigurasi ini diharapkan secara signifikan mengurangi fringing pada teks dan meningkatkan keterbacaan, bahkan pada resolusi yang lebih rendah. Bagi pengguna yang mengombinasikan gaming, pekerjaan kantor, dan konsumsi konten dalam satu monitor, perubahan ini menjadi peningkatan yang sangat relevan.
Klarifikasi soal penamaan V-Stripe
Nama “V-Stripe” sempat menimbulkan kebingungan karena dapat diasosiasikan dengan bentuk huruf V. Namun, laporan teknis mengonfirmasi bahwa istilah tersebut bukan berarti tata letak berbentuk V, melainkan singkatan dari vertical stripe—susunan RGB vertikal yang berdampingan.

Dengan klarifikasi ini, arah pengembangan QD-OLED Samsung menjadi lebih jelas: mempertahankan keunggulan warna dan refresh rate tinggi, sembari menghilangkan salah satu kritik terbesar yang selama ini melekat pada teknologi tersebut.
Arah baru QD-OLED generasi berikutnya
Pengumuman panel QD-OLED 360Hz V-Stripe menandai langkah strategis Samsung Display untuk memperluas daya tarik QD-OLED ke segmen yang lebih luas, tidak hanya gamer kompetitif tetapi juga pengguna produktivitas. Jika implementasinya konsisten di lini produk komersial, pendekatan V-Stripe berpotensi menjadi standar baru bagi QD-OLED generasi selanjutnya—menyatukan performa visual tinggi dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
