• TRENDING
  • PC
  • Review Game
  • News
  • Review
  • Xbox One
  • Playstation 4
  • Playstation 5
  • Xbox Series
  • News Anime
  • Nintendo Switch
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Logo Wordtura
  • Beranda
  • Terbaru & Populer
  • Review
  • Kategori
    • News
    • Press Release
    • Tech
    • Talk
    • Game
    • Review
    • Culture
    • Guides
    • Entertainment
  • Mitra
    • Mitra Acara
    • Mitra Press
  • Tentang
    • Tentang Wordtura
    • Tentang Ulasan Game
    • Tentang Ulasan Produk dan Jasa
Membaca: Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal
Share
WordturaWordtura
Pengubah Ukuran FontAa
Search
Ikuti Aku
©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.
Ghostrunner
Wordtura > Blog > Review > Review Game > Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal
Review Game

Review Ghostrunner: Game Aksi Cepat, Sadis, dan Brutal

Aksi parkour satu tebas satu mati, bukan untuk gamer penakut.

Anggara Prima Nanda
Terakhir diperbarui: 30/12/2025 6:43 PM
Anggara Prima Nanda
Share
6 Min Baca
SHARE
Ghostrunner
8.4 Aksi parkour brutal, sulit tapi nagih
Review Overview

Ghostrunner adalah game aksi orang pertama yang intens, cepat, dan brutal. Berlatar di dunia pasca-apokaliptik bernuansa neon yang kelam, kamu berperan sebagai ninja sibernetik yang berusaha menaklukkan sebuah menara raksasa penuh jebakan mematikan dan musuh tanpa ampun.Namun, Ghostrunner bukan sekadar permainan aksi biasa—game ini menuntut konsentrasi penuh, refleks secepat kilat, dan kesabaran tingkat tinggi. Setelah menamatkannya, satu hal menjadi jelas: tidak semua gamer siap atau cocok untuk menghadapi tantangan sekeras ini.

Contents
Review Ghostrunner Versi NarasiGameplay GhostrunnerGameplay: Mati Bukan Akhir, Tapi ProsesLevel Desain: Antara Frustrasi dan KepuasanSistem Upgrade: Kreatif tapi Kurang PraktisVisual dan Atmosfer: Gaya Minimalis yang KuatPerforma dan Masalah TeknisLayak Dimainkan, Tapi untuk Gamer TertentuKesimpulan

Review Ghostrunner Versi Narasi

Silakan tonton ulasan dalam bentuk video yang tersedia di bawah ini. Jika kamu lebih suka menonton daripada membaca, klik di sini untuk mengaksesnya.

Gameplay Ghostrunner

Gameplay: Mati Bukan Akhir, Tapi Proses

Setiap level dalam Ghostrunner menghadirkan pengalaman parkour dan pertempuran pedang dari sudut pandang orang pertama, dengan sistem one-hit kill—baik untukmu maupun musuh. Konsep ini menuntut setiap gerakan dieksekusi dengan presisi tinggi. Sedikit saja salah langkah atau salah timing, kamu harus mengulang dari awal. Di situlah letak daya tarik game ini: kamu terdorong untuk belajar dari kesalahan, menyetel ulang ritme permainan, dan terus menyempurnakan strategi hingga setiap aksi terasa mengalir sempurna.

Salah satu skill favoritku adalah Surge, serangan energi jarak jauh yang mampu melumpuhkan musuh dalam satu garis lurus. Skill ini menawarkan keleluasaan taktis tanpa mengurangi ketegangan intens yang menjadi inti dari game ini.

Level Desain: Antara Frustrasi dan Kepuasan

Ghostrunner menyajikan desain level yang sangat menantang, namun tetap terasa adil. Setiap area benar-benar menguji kemampuan navigasi sekaligus kemampuan adaptasi pemain terhadap situasi yang terus berubah.Sebagai contoh, level “Inward and Upward” membuatku mati lebih dari seratus kali. Namun, ketika akhirnya berhasil menaklukkan rintangan tersebut, rasa puas yang muncul begitu kuat dan memuaskan—sebuah pencapaian yang sulit ditandingi oleh game lain.

Pertarungan melawan para bos dipenuhi beragam kejutan. Menariknya, justru bos pertama yang terasa paling menantang dibandingkan yang lain—sebuah peringatan dini bahwa game ini tidak akan memberi ampun sejak awal.

Sistem Upgrade: Kreatif tapi Kurang Praktis

Sistem peningkatan karakter menggunakan grid puzzle, di mana modul harus ditata dengan rapi agar muat dalam kapasitas yang tersedia. Konsep ini sebenarnya cukup unik, namun penerapannya terasa kurang optimal. Kesalahan kecil dalam penempatan dapat membuat jumlah modul skill yang dapat digunakan menjadi sangat terbatas, dan karena mekanismenya kurang intuitif, banyak pemain kemungkinan akan memilih untuk tidak terlalu memedulikannya.

Visual dan Atmosfer: Gaya Minimalis yang Kuat

Ghostrunner mungkin tidak menampilkan dunia cyberpunk megah layaknya gim AAA pada umumnya, namun tetap berhasil membangun atmosfer yang kuat. Pencahayaan neon, lingkungan gelap bernuansa industrial, serta efek partikel yang konsisten berpadu menciptakan suasana yang tepat: dingin, kejam, dan sepenuhnya mekanis.

Soundtrack elektroniknya menjadi elemen krusial yang efektif mengangkat ketegangan di setiap momen aksi. Sayangnya, efek suara saat pembantaian terdengar kurang dramatis dan tidak sepenuhnya mendukung intensitas sebuah game aksi berkecepatan tinggi.

Performa dan Masalah Teknis

Secara keseluruhan, performa game di PC terasa cukup stabil dan kontrolnya presisi. Namun, aku sempat mengalami satu bug yang cukup fatal: ketika aku dan musuh mati secara bersamaan tepat di titik checkpoint, karakternya tidak bisa digerakkan saat respawn.Satu-satunya solusi adalah me-restart game. Memang tidak sampai merusak pengalaman bermain secara keseluruhan, tetapi tetap terasa mengganggu karena harus mengulang progres. Mengingat betapa game ini sangat bergantung pada momentum dan ritme permainan, hal kecil seperti ini bisa terasa sangat menyebalkan.

Layak Dimainkan, Tapi untuk Gamer Tertentu

Ghostrunner bukanlah game untuk semua orang. Namun, bagi kamu yang menyukai tantangan, gameplay serba cepat, dan adrenalin tinggi, ini adalah salah satu yang terbaik di genrenya.

Setiap level dirancang dengan sangat detail dan memiliki tingkat kesulitan masing-masing, yang bisa terasa sangat menjengkelkan kalau kamu gampang frustrasi, kurang sabar, atau refleksmu belum terasah. Namun justru di situlah letak daya tarik dan keseruannya.

Game ini sangat direkomendasikan, terutama jika kamu termasuk tipe pemain yang suka “mati berkali-kali tapi tetap penasaran.” Saat review ini ditulis, harga versi standarnya berada di kisaran Rp345.000.

Kalau kamu menemukan game ini sedang diskon di rentang Rp100.000–Rp200.000, itu adalah penawaran yang sangat menarik, bahkan jika kamu hanya ingin coba-coba. Untuk versi bundel dengan DLC, harganya memang lebih tinggi, tetapi tetap sepadan jika kamu menyukai tantangan dan menginginkan konten tambahan.

Kalau kamu merasa game ini sudah “jadul” karena sekuelnya sudah rilis, menunggu hingga harganya turun adalah pilihan yang bijak. Namun, kalau kamu ingin merasakan desain level yang menantang dan pengalaman platforming yang benar-benar intens, jangan ragu untuk langsung membelinya.

Rekomendasi: Sangat cocok untuk gamer yang menyukai gameplay cepat, menuntut refleks tinggi, dan siap menerima rasa frustrasi karena sering mati. Kurang disarankan bagi kamu yang lebih mengutamakan jalan cerita dalam game daripada tantangan mekanik dan tingkat kesulitannya.

Kesimpulan

Ghostrunner adalah perpaduan sempurna antara kecepatan, tantangan, dan gaya. Ini jelas bukan game untuk semua orang—bukan tentang cerita mendalam, bukan pula tentang eksplorasi dunia yang luas. Ghostrunner adalah soal menguasai kontrol, membaca pola serangan, serta menaklukkan rintangan yang terus berkembang seiring progres permainan.

Bagi para gamer yang mencari tantangan intens dengan level design yang cerdas serta gameplay yang benar-benar adiktif, Ghostrunner adalah pilihan yang nyaris mustahil mengecewakan. Namun, bagi mereka yang mudah frustrasi, kurang sabar, atau tidak tahan menghadapi kematian puluhan bahkan ratusan kali, ada baiknya mempertimbangkan kembali sebelum memainkannya.

Ghostrunner
Review Overview
Aksi parkour brutal, sulit tapi nagih 8.4
Gameplay 9
Cerita 7
Musik 9
Audio 7
Performa 10
Bagus Gameplay super cepat dengan mekanik one-hit kill yang intens. Desain level menantang tapi terasa adil dan sangat memuaskan saat berhasil. Skill seperti Surge memberi variasi taktis tanpa mengurangi ketegangan. Atmosfer cyberpunk minimalis yang kuat dengan pencahayaan neon yang pas. Soundtrack elektronik yang mendongkrak adrenalin di tiap pertempuran.
Tidak Bagus Tingkat kesulitan sangat tinggi, mudah bikin frustrasi pemain yang tidak sabar. Sistem upgrade grid puzzle terasa kurang praktis dan tidak intuitif. Efek suara tebasan dan pembantaian kurang “berat” untuk game aksi brutal. Bug fatal saat mati bersamaan dengan musuh yang memaksa restart game. Lebih fokus ke tantangan gameplay daripada cerita, tidak cocok untuk story-first gamer.
Ringkasan
Ghostrunner adalah game aksi first-person super cepat dengan mekanik one-hit kill yang brutal, level desain cerdas, dan rasa kepuasan tinggi setiap kali kamu berhasil menembus satu arena penuh kematian. Namun, tingkat kesulitannya yang ekstrem, sistem upgrade yang kurang praktis, serta sedikit bug membuatnya hanya benar-benar cocok untuk gamer yang suka tantangan keras dan rela mati ratusan kali demi satu run yang sempurna.

Anda Mungkin Juga Menyukai

Review Little Nightmares II: Horor Kecil yang Bikin Tidak Nyaman
NAMAKORIUM Siap Rilis Early Access di Steam pada 30 Januari, Hadirkan Co-op RTS Bawah Laut
Review Fragpunk – FPS Neon Cepat dengan Kartu Buff Chaos
Review Clair Obscur: Expedition 33 – RPG Prancis Emosional yang Bikin Baper
Review Ace Combat 7: Skies Unknown — Dogfight Menegangkan, Cerita Biasa, Campaign Tetap
TOPIK:GhostrunnerNintendo SwitchPCPlaystation 4Playstation 5Xbox OneXbox Series
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Avatar photo
OlehAnggara Prima Nanda
Mengikuti:
Menulis sejak 2015, bermula dari tulisan pendek dan hobi menulis novel yang masih berlanjut hingga kini. Sejak 2017, aktif menulis artikel seputar ACGN. Memasuki akhir 2025, mulai memperluas topik tulisan ke teknologi, kesehatan, dan budaya digital.
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pembaruan Video Perkenalan

Review Terbaru

Review BioShock Remastered Cover
Review Game

Review BioShock Remastered: Ketika Utopia Bawah Laut Berubah Jadi Neraka Buatan Manusia Sendiri

25/07/2026
Review Game

Review Sniper Elite 5 – Map Makin Gokil, Tapi Ending Hambar

20/07/2026
Review Dead Space Remake
Review Game

Review Dead Space Remake (2023) — Horor yang Meneror Lewat Atmosfer, Bukan Sekadar Jumpscare

10/07/2026
Review Sniper Elite 4
Review Game

Review Sniper Elite 4: Ketika Presisi Sniping Bertemu Stealth yang Semakin Matang

03/07/2026
Review Sniper Elite 3
Review

Review Sniper Elite 3 — Sniping Makin Bagus, tapi Movement dan Cover Hilang Jadi Masalah

26/06/2026
Review Sniper Elite V2 Remaster
Review

Review Sniper Elite V2 Remaster — Game Sniper yang Masih Seru Kalau Dibeli Diskon

12/06/2026

Always Stay Up to Date

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Follow US on Social Media

Youtube Tiktok

©Wordtura. Desain Nosphire. All Rights Reserved.

Logo Wordtura

Periksa Kebijakan

  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Editorial
  • Ketentuan Layanan
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama pengguna atau alamat email
Kata sandi

Kehilangan kata sandi Anda?